
Seribu penonton memadati Gedung Serba Guna Bojonegoro demi menyaksikan Mudabo Talent’s Festival, sebuah ajang apresiasi bakat dan kreativitas luar biasa bagi ratusan siswa SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro.
Tagar.co — Sorak-sorai dan tepuk tangan memenuhi ruang Gedung Serba Guna Bojonegoro pada Sabtu, 14 Februari 2026. Lebih dari seribu pasang mata menjadi saksi betapa bakat-bakat cilik mekar dengan indahnya dalam tajuk Mudabo Talent’s Festival. Ajang ini puncak kreativitas siswa SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro (Mudabo) yang selalu siswa nantikan setiap tahunnya.
Ajang tahunan ini bukan sekadar panggung unjuk gigi biasa. Bagi 600 lebih siswa yang terlibat, momentum ini menjadi muara dari kerja keras dan latihan panjang mereka selama di sekolah. Gedung tersebut seolah berubah menjadi lautan ekspresi yang melibatkan siswa, orang tua, hingga para alumni yang antusias hadir kembali untuk melihat perkembangan sekolah tercinta mereka. Energi positif terpancar dari setiap sudut ruangan sejak acara dimulai.
Panitia mengemas acara secara apik ke dalam dua sesi utama. Sesi pertama dibuka dengan keceriaan siswa kelas bawah, yakni kelas I-III. Suasana seketika menghangat saat siswa kelas I naik ke panggung dengan mengusung tema fauna. Gerak dan lagu mereka yang jenaka mengundang senyum para tamu.
Tak lama kemudian, tim orkestra menyusul dengan kemegahan harmoni. Penampilan ini merupakan kolaborasi apik antara peserta ekstrakurikuler vokal, pianika, dan biola yang memukau telinga penonton.
Estafet penampilan berlanjut ke kelas II yang membawa tema flora, serta kelas III yang mengusung tema transportasi. Perpaduan kostum penuh warna dengan properti kreatif menciptakan visual yang padu dan serasi di atas panggung.
Keluguan para siswa saat memerankan peran masing-masing tak jarang mengundang tawa gemas dari penonton yang memadati gedung. Sebagai penutup manis sesi pertama, tim ekstrakurikuler tari menyuguhkan gerakan gemulai yang mengakhiri aksi kreatif dengan sempurna.
Baca Juga: Mudabo Students’ Award 2025: Mewujudkan Siswa Cerdas, Berprestasi, dan Berkarakter
Mudabo Students Award
Meski sesi pertama telah usai, tak ada satu pun orang tua yang beranjak dari tempat duduknya. Mereka menantikan momen krusial: pembacaan Mudabo Students Award. Ketegangan yang sempat menyelimuti ruangan berubah menjadi haru saat pembawa acara (MC) membacakan nama-nama siswa berprestasi. Penghargaan ini terbagi dalam tiga kategori utama yang mencakup berbagai aspek perkembangan siswa di sekolah.
Penghargaan mulai dari kategori The Most Outstanding Student untuk tiga siswa per kelas, hingga The Most Devoted Student bagi dua siswa per kelas. Puncaknya adalah Mudabo Student Award yang mencakup juara utama, harapan, hingga para finalis.
Nama-nama yang terpanggil melangkah dengan antusias ke panggung. Mereka menerima piagam penghargaan dan piala sebagai simbol nyata atas kerja keras dan dedikasi mereka sepanjang tahun ajaran berlangsung.
Memasuki pukul 10.30 WIB, matahari mulai menyengat terik di luar gedung. Di dalam ruangan pun, hawa gerah mulai terasa seiring semakin padatnya penonton yang hadir. Namun, kondisi cuaca tersebut sama sekali tidak menyurutkan khidmatnya suasana. Sesi kedua bagi kelas atas, yaitu kelas IV-VI, segera berlangsung dengan semangat yang tetap membara dari para pengisi acara maupun penonton.
Kepala Sekolah Mudabo, Nurul Hidayah, S.Pd., memberikan sambutan yang menyentuh hati di hadapan ribuan hadirin. Ia menceritakan proses persiapan maraton yang tim sekolah lakukan selama dua bulan terakhir.
“Anak-anak panjenengan sudah bekerja keras mengikuti instruksi ustadz-ustadzah dan pelatih ekstra. Begitu juga wali kelas dan tim pelatih yang telah mengeluarkan segenap kemampuannya,” ujar Nurul dengan nada bicara yang penuh rasa haru. Ia juga mengapresiasi sinergi luar biasa dari para wali murid.

Menjelajah Nusantara lewat Seni Peran
Sesi kedua bermula dengan gempita lewat penampilan tim Tapak Suci. Mereka memamerkan jurus-jurus tegas nan tangkas yang menjadi ciri khas seni bela diri Muhammadiyah. Decak kagum penonton terdengar saat para siswa menunjukkan ketangkasan fisik mereka. Tak berhenti di situ, panitia seolah mengajak penonton berkeliling Indonesia melalui rangkaian seni peran dan drama yang ditampilkan oleh siswa kelas atas secara bergantian.
Siswa kelas IV membawa penonton menyelami kekayaan budaya Pulau Jawa lewat drama dan lantunan tembang dolanan yang sarat makna. Kemeriahan berlanjut saat kelas V mengusung tema asal-usul Pulau Sumatera dengan narasi yang kuat.
Puncaknya, kelas VI menutup rangkaian acara dengan megah melalui penampilan yang menggambarkan kekayaan budaya Pulau Kalimantan. Kehadiran ekstrakurikuler Bahasa Inggris turut memberikan sentuhan warna modern sebelum tirai panggung benar-benar tertutup.
Puncak kreativitas Mudabo tahun ini tidak hanya berakhir dengan pembagian medali dan piala. Acara ini meninggalkan kebanggaan yang membekas di hati seribu lebih penonton yang hadir. Melalui panggung ini, Mudabo menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang berkarakter dan berani tampil di depan publik. (#)
Jurnalis Moh. As Syakir Penyunting Sayyidah Nuriyah












