Feature

Cabai Melimpah, Mahasiswa UMG Menyulapnya Jadi Chili Oil Bernilai

39
×

Cabai Melimpah, Mahasiswa UMG Menyulapnya Jadi Chili Oil Bernilai

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Gresik memberdayakan ibu-ibu PKK Desa Dawarblandong dengan mengolah kelimpahan hasil panen cabai menjadi produk bernilai ekonomis tinggi guna meningkatkan kesejahteraan warga desa.
Mahasiswa KKN UMG mendemokan cara mengolah cabai menjadi chili oil. (Tagar.co/Fadhilatur Rosyidah)

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Gresik memberdayakan ibu-ibu PKK Desa Dawarblandong dengan mengolah kelimpahan hasil panen cabai menjadi produk bernilai ekonomis tinggi guna meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Tagar.co — Aroma pedas menyengat bercampur gurih rempah memenuhi ruang Balai Desa Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Kamis (12/02/2026). Di sana, puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) berkumpul dengan raut penuh rasa ingin tahu. Mereka tidak sedang melakukan arisan rutin, melainkan tengah mengikuti eksperimen dapur yang berpotensi mengubah nasib ekonomi keluarga: pembuatan chili oil.

Inisiatif ini lahir dari keprihatinan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 06 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Mereka melihat paradoks yang terjadi di ladang-ladang Dawarblandong. Sebagai salah satu sentra cabai di Jawa Timur, desa ini justru seringkali menghadapi kenyataan pahit saat masa panen raya tiba.

Dini Elsya, salah satu mahasiswa KKN, memaparkan data mengejutkan hasil survei timnya. “Berdasarkan hasil survei Kelompok KKN 06, produksi cabai di desa ini tergolong melimpah, terutama menjelang masa panen,” jelas Dini. Namun, limpahan merah di dahan pohon itu sering kali berubah menjadi nestapa ketika harga pasar terjun bebas.

Baca Juga:  Ada Perumpamaan Helikopter di Parenting SD Muhammadiyah 4 Zamzam

“Ketika harga cabai menurun atau tergolong murah, banyak cabai yang tidak memiliki nilai jual. Akhirnya, banyak sekali cabai yang masyarakat biarkan berjatuhan dan membusuk sendiri di pohonnya. Karena tidak adanya nilai jual dari cabai tersebut, masyarakat kurang berminat mengambilnya dan belum mengetahui cara pengolahan yang tepat,” tambah Dini dengan nada prihatin.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Gresik memberdayakan ibu-ibu PKK Desa Dawarblandong dengan mengolah kelimpahan hasil panen cabai menjadi produk bernilai ekonomis tinggi guna meningkatkan kesejahteraan warga desa.
Mahasiswa KKN UMG mengajak ibu-ibu PKK Desa Dawarblandong mengolah cabai menjadi chili oil. (Tagar.co/Fadhilatur Rosyidah)

Ubah Limbah Menjadi Berkah

Kondisi tersebut membuat potensi ekonomi desa menguap begitu saja. Mahasiswa KKN 06 kemudian merancang strategi untuk menyelamatkan hasil tani tersebut. Mereka mengangkat program kerja “Sosialisasi dan Pembuatan Chili Oil” sebagai upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Tujuannya tegas: mengolah cabai menjadi produk olahan yang memiliki masa simpan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi.

Dalam sesi praktik, Dini Elsya memaparkan materi secara lugas mengenai teknik pengolahan yang tepat. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan (higiene) dan ketahanan produk agar layak dipasarkan.

Suasana balai desa seketika berubah menjadi dapur produksi massal saat ibu-ibu PKK mulai praktik langsung. Mereka mencampur cabai kering yang telah dihaluskan dengan minyak panas beraroma rempah. Tak hanya soal rasa, para mahasiswa juga membekali warga dengan teknik pengemasan sederhana namun menarik.

Baca Juga:  Sambut Ramadan, Halaman Masjid Besar Ahmad Dahlan Banyuwangi Memutih

“Kami ingin produk ini tidak hanya bisa dinikmati sendiri, tapi juga punya daya pikat secara visual,” imbuh salah satu anggota tim KKN. Sesi tanya jawab pun berlangsung interaktif.

Ibu-ibu PKK tampak antusias menanyakan variasi rasa hingga strategi pemasaran digital melalui media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas dari sekadar pasar lokal.

Baca Juga: Mahasiswa UMG Hadirkan Tandon Air Otomatis, Dukung Kenyamanan Ibadah Ramadan di Masjid Desa

Harapan Baru dari Dapur Desa

Kehadiran program ini memberikan angin segar bagi warga. Ketua PKK Desa Dawarblandong, Fatokhah, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan apresiasinya. Baginya, kehadiran mahasiswa KKN kali ini memberikan solusi konkret atas permasalahan klasik yang mereka hadapi setiap tahun.

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Gresik atas program yang telah mereka laksanakan. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan materi, tetapi juga praktik langsung sehingga ibu-ibu lebih mudah memahami dan dapat menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari,” ungkapnya penuh syukur.

Baca Juga:  Penguatan Sistem, SDM, dan Budaya Kunci Kokohnya Muhammadiyah

Ia pun menaruh harapan besar agar inovasi ini tidak berhenti saat masa KKN berakhir. Melalui bekal ilmu pengemasan dan pemasaran yang telah diberikan, ibu-ibu PKK Dawarblandong kini memiliki peluang untuk membentuk UMKM baru yang mandiri. “Harapan kami, kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut di masa mendatang,” pungkas Fatokhah.

Dari tangan kreatif para mahasiswa dan semangat ibu-ibu desa, cabai yang semula terancam membusuk kini siap melanglang buana dalam kemasan botol chili oil yang menjanjikan cuan. (#)

Jurnalis Fadhilatur Rosyidah Penyunting Sayyidah Nuriyah