Feature

Bikin Wayang Rangka, Belajar Kreatif ala SD Mugres

52
×

Bikin Wayang Rangka, Belajar Kreatif ala SD Mugres

Sebarkan artikel ini
Memahami rangka manusia kini lebih seru. Murid SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) membuat kreasi wayang rangka berbahan kardus bekas, belajar sambil berkreasi.
Adiva Myesha Karen Subandono (tengah) bersama kelompoknya mempresentasikan hasil karya mereka sekaligus menerangkan nama-nama tulang. (Tagar.co/Maylinda Alvi Rosidah)

Memahami rangka manusia kini lebih seru. Murid SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) membuat kreasi wayang rangka berbahan kardus bekas, belajar sambil berkreasi.

Tagar.co — SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A kembali menunjukkan inovasinya dalam pembelajaran, Selasa (26/8/2025). Murid kelas VI mengikuti kegiatan kokurikuler mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), membuat wayang rangka.

Wayang ini tidak terbuat dari kulit, melainkan dari kardus bekas yang menyerupai kerangka tubuh manusia dalam versi tiga dimensi. Kegiatan yang berlangsung di dalam ruang kelas ini bersambut dengan antusiasme tinggi.

Sebelumnya, para murid menyiapkan berbagai perlengkapan. Mulai dari kardus bekas, tusuk sate, lem, gunting, benang wol, hingga alat gambar lainnya. Suasana kelas pun seketika berubah seperti bengkel kreatif mini.

Untuk mempermudah proses pembuatan, guru kelas menyediakan gambar struktur rangka manusia sebagai panduan. Setelah itu, murid-murid terbagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang.

Setiap kelompok menunjukkan semangat kolaborasi yang luar biasa. Mereka berbagi tugas dengan baik, ada yang menggambar, menggunting, menyusun, hingga mengelem dan merakit bagian-bagian rangka.

Baca Juga:  Wajah Baru Kurikulum Umsura Menuju Kampus Berdampak

Baca Juga: Pandu HW SD Mugres Tampil di Karnaval, Ini Makna Kibaran Benderanya

Memahami rangka manusia kini lebih seru. Murid SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) membuat kreasi wayang rangka berbahan kardus bekas, belajar sambil berkreasi.
Para murid SD Mugres berproses membuat wayang rangka sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler. (Tagar.co/Maylinda Alvi Rosidah)

Mendalami Sains dengan Ketelitian

Proses pembuatan wayang rangka ini menuntut ketelitian tinggi. Setiap bagian tulang, seperti tengkorak, tulang belakang, lengan, dan kaki, harus mereka buat secara proporsional. Bagian-bagian itu kemudian mereka sambungkan pakai benang wol dan tusuk sate, sehingga wayang dapat mereka gerakkan layaknya wayang sungguhan.

“Yang paling sulit itu menyambung bagian tulang kakinya, supaya bisa bergerak tapi tidak lepas,” kata Adiba Myesha Karen Subandono, salah satu murid kelas VI Syafi’i Ma’arif yang tampak serius saat menyusun bagian bawah wayangnya.

Pembelajaran ini menjadi pengalaman yang berkesan dan menyenangkan. Mereka dapat mengingat bagian-bagian rangka tubuh manusia lebih mudah karena terlibat dalam praktik secara langsung.

Siti Azizah, wali kelas VI Syafi’i Ma’arif, menjelaskan bahwa metode ini sangat efektif. “Daripada hanya menghafal dari buku, mereka bisa mengalami sendiri proses pembentukan rangka dan melihat secara nyata bagian-bagian tubuh manusia yang sedang dipelajari,” ujarnya.

Baca Juga:  Refleksi Awal Tahun PSIB UMM: Menakar Jalan Indonesia Emas 2045

Ia menambahkan, anak-anak menjadi lebih aktif bertanya, berdiskusi, dan lebih mudah mengingat karena mereka membuatnya sendiri. Pembelajaran ini bertujuan membantu murid memahami struktur rangka tubuh manusia dengan cara yang lebih konkret dan menarik. Para murid tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan pengetahuan tersebut melalui keterampilan tangan, kerja kelompok, dan kreativitas.

Setelah wayang rangka selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil kreasi tersebut. Mereka menjelaskan satu per satu bagian-bagian rangka dan tulang pada manusia dengan lugas.

Siti Azizah menjelaskan, dengan presentasi, kegiatan ini juga mengasah keterampilan lain di luar akademik. “Kegiatan ini juga mengasah keterampilan lain seperti kerja sama tim, komunikasi, tanggung jawab, dan pemecahan masalah,” pungkas Azizah. (#)

Jurnalis Maylinda Alvi Rosidah Penyunting Sayyidah Nuriyah