
Pandu Hizbul Wathan SD Mugres Kampus A memukau penonton di Karnaval HUT ke-80 RI dengan atraksi semafor, formasi baris-berbaris, dan kolaborasi Tapak Suci yang energik.
Tagar.co — Karnaval Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Indonesia pada Sabtu (23/8/2025) berlangsung meriah. Pemerintah Kecamatan Gresik menyelenggarakan acara ini dengan partisipasi ratusan lembaga dan organisasi.
Di antara banyaknya peserta, rombongan Pandu Hizbul Wathan (HW) SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A berhasil menyedot perhatian penonton. Mereka tampil memukau lewat atraksi semafor dan formasi baris-berbaris yang penuh energi.
Mengenakan seragam khas kepanduan, 14 murid tingkat Pengenal hingga Pasukan Khusus Siap Grak berjalan tegap dan penuh percaya diri. Mereka membawa bendera semafor yang dikibarkan dengan gerakan terukur. Diiringi musik bersemangat, mereka menyuguhkan kombinasi antara isyarat semafor, koreografi formasi, serta kolaborasi dengan jurus Tapak Suci. Hal ini menambah semarak suasana karnaval.
Baca Juga: Semarak HUT Ke-80 RI, SD Mugres Adakan Lomba Estafet Tusuk Sate

Makna di Balik Kibaran Bendera
Sepanjang rute karnaval, para pandu HW berhenti di titik-titik strategis untuk menampilkan atraksi. Bendera berwarna kombinasi hijau dan kuning kontras mereka ayunkan secara kompak, membentuk tanda-tanda isyarat yang sarat makna.
Tiga kode semafor yang mereka tampilkan yaitu siap, perhatian, dan berkumpul. Kode tersebut bukan hanya sekadar gerakan teknis melainkan simbol disiplin, kesiapan, serta kebersamaan yang menjadi roh kepanduan.
Atraksi ini mendapat sambutan antusias dari penonton. Tepuk tangan menggema setiap kali formasi baru mereka tampilkan. Banyak warga mengabadikan momen itu dengan ponsel mereka. Seolah tidak ingin melewatkan aksi menarik dari murid-murid Mugres yang masih belia, tetapi sudah menunjukkan ketangguhan layaknya pasukan terlatih.
Puncak penampilan terjadi saat barisan Pandu HW berkolaborasi dengan Pasukan Khusus (Passus) Siap Grak, para pendekar cilik Tapak Suci, dan pencak macan SD Mugres. Gerakan bendera semafor berpadu dengan jurus-jurus bela diri yang energik, sementara di belakangnya iringan musik semakin meninggi. Kolaborasi ini menghadirkan harmoni antara kedisiplinan kepanduan dan ketangkasan pencak silat, membuat suasana karnaval semakin bergelora.
Baca Juga: Rombongan SD Mugres Curi Perhatian Ribuan Penonton Gebyar Karnaval HUT Ke-80 RI
Disiplin dan Cinta Tanah Air
Kesuksesan penampilan ini tidak terlepas dari peran pembimbing mereka, Nila Khumairoh, S.Pd., yang juga pembina ekstrakurikuler Hizbul Wathan di SD Mugres Kampus A. Sejak jauh hari, ia dan para murid rutin berlatih agar penampilan mereka selalu maksimal.
“Anak-anak ini punya semangat luar biasa. Mereka rela berlatih sore hari setelah sekolah demi bisa tampil kompak. Tujuan kami sederhana, kami ingin menunjukkan bahwa pandu HW bukan hanya barisan, melainkan wadah pembentukan karakter disiplin, kerja sama, dan cinta tanah air,” tutur Nila.
Ia menambahkan, penguasaan isyarat semafor melatih murid untuk lebih fokus, sigap, dan berani mengambil peran. “Lewat karnaval ini, kami berharap masyarakat bisa melihat sisi lain dari kepanduan. Tidak hanya berjalan baris-berbaris, tetapi juga ada nilai simbolik dan pendidikan karakter di dalamnya,” tegasnya.
Nila berharap penampilan Pandu HW Mugres bisa menjadi inspirasi bagi murid-murid lain untuk berani tampil, kreatif, dan selalu siap mengabdi. “Kami ingin anak-anak ini tumbuh sebagai generasi yang mandiri, punya rasa kebangsaan, dan mampu membawa semangat kepanduan ke kehidupan sehari-hari. Karnaval hanyalah panggung kecil, tetapi latihan disiplin dan kebersamaan yang mereka dapatkan jauh lebih besar nilainya,” tutupnya. (#)
Jurnalis Abizar Purnama Penyunting Sayyidah Nuriyah












