Feature

Merah Putih Berkibar di eLKISI, Palestina Tak Lupa Didoakan

57
×

Merah Putih Berkibar di eLKISI, Palestina Tak Lupa Didoakan

Sebarkan artikel ini
Suasana upacara bendera di PPIC eLKISI, Paskibra membentuk formasi angka 80 (Tagar.co/Sadidadul Azka)

Di bawah kibaran Merah Putih, ratusan santri eLKISI Mojokerto larut dalam khidmat peringatan HUT Ke-80 RI. Upacara ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum menyatukan nasionalisme dengan nilai-nilai Islami.

Tagar.co – Matahari pagi baru saja menyinari langit Mojokerto, Jawa Timur, Ahad 17 Agustus 2025, ketika lapangan utama Pondok Pesantren Islamic Center (PPIC) eLKISI mulai dipenuhi warna merah putih.

Dari jenjang KB-TK, SD Alam Islami, SMP, SMA, hingga mahasantri ADI Jawa Timur dan Institut eLKISI, semuanya hadir berbaris rapi. Kehadiran dewan asatidz dan tamu undangan kian menambah kekhidmatan suasana.

Tepat pukul 07.00 WIB, upacara dimulai. Petugas dari santri SMA eLKISI kelas X hingga XII yang telah berlatih berhari-hari tampil percaya diri. Sorak kagum terdengar saat Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) memasuki lapangan dengan langkah tegap.

Baca juga: Di Balik Ledakan Jemaah Silatnas eLKISI: Tumbuhnya Gerakan Dakwah dari Akar Umat

Selain mengibarkan bendera, anggota Paskibra lainnya membentuk formasi angka 80, merujuk pada peringatan HUT Ke-80 RI.

Baca Juga:  Menanti Magrib dari Rooftop Al-Azhar Kairo

Saat sang Saka Merah Putih perlahan naik di tiang tertinggi, seketika seluruh peserta larut dalam suasana haru. Ada yang meneteskan air mata, ada pula yang menatap khusyuk ke langit.

Momen itu membangkitkan kembali kenangan saya saat menjadi anggota Paskibraka Kecamatan Ajung, Jember, pada 2022. Perjalanan 17 kilometer setiap hari untuk latihan seakan terbayar lunas kala melihat Merah Putih berkibar gagah di pesantren.

Paskibra eLKISI (Tagar.co/Sadidadul Azka)

Pesan Pengasuh: Kemerdekaan dan Solidaritas Palestina

Sebagai pembina upacara, K.H. Fathur Rohman, Direktur dan Pengasuh PPIC eLKISI, menyampaikan amanat dengan mengutip Surah An-Nasr. Dia menegaskan kemerdekaan Indonesia adalah buah perjuangan panjang yang ditempa selama lebih dari tiga setengah abad.

“Indonesia bisa merdeka karena semangat juang tanpa kenal lelah para pahlawan bangsa. Sama halnya dengan saudara-saudara kita di Gaza, Palestina, mereka pun berhak merasakan kemerdekaan dari penjajahan dan tindakan genosida yang dilakukan Israel Yahudi,” tuturnya penuh penekanan.

Amanat itu kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Nama-nama para pahlawan bangsa disebut lirih, sementara doa untuk saudara seiman di Palestina menggema penuh keikhlasan. Suasana pun semakin khidmat, meninggalkan jejak mendalam di hati peserta.

Baca Juga:  PPIC eLKISI Lepas 272 Dai Muda, Siap Berdakwah hingga Perbatasan dan Mancanegara
Pembina Upacara K.H. Fathur Rohman (Tagar.co/Sadidadul Azka)

Menutup dengan Harapan

Sekitar pukul 08.15 WIB, upacara ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada tim Paskibraka. Raut bangga bercampur haru tampak jelas di wajah mereka ketika menerima apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan.

Bagi pihak pesantren, peringatan HUT RI ke-80 ini bukan sekadar seremonial tahunan. Ia adalah momentum untuk meneguhkan rasa cinta tanah air yang berpadu dengan nilai-nilai Islami. Harapannya, generasi muda eLKISI tumbuh sebagai insan beriman, berakhlak mulia, dan siap mengabdi bagi bangsa. (#)

Jurnalis Sadidadul Azka Penyunting Mohammad Nurfatoni