Feature

Menjaga Hafalan Mati-matian

67
×

Menjaga Hafalan Mati-matian

Sebarkan artikel ini
Ustaz Sahmun menyampaikan materi motivasi keislaman dalam kegiatan Tahfiz Bootcamp SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik, Jumat (30/1/2026). (Tagar.co/Ain Nurwindasari)

Tahfiz Bootcamp SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik tak hanya menjadi ruang setoran hafalan, tetapi juga penguatan rohani. Siswa diingatkan bahwa hafalan Al-Qur’an adalah amanah yang harus dijaga mati-matian hingga akhir hayat.

Tagar.co — Kegiatan Tahfiz Bootcamp SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik, Jawa Timur, yang digelar pada Jumat–Sabtu, 30–31 Januari 2026, tak hanya menjadi ruang setoran dan penuntasan hafalan. Lebih dari itu, agenda ini dirancang sebagai ikhtiar memperkuat ruhiyah para siswa melalui penguatan makna dan motivasi keislaman.

Salah satu sesi utama diisi oleh Sahmun dengan tema reflektif, “Mengapa Kita Harus Menjadi Penghafal Al-Qur’an?” Dalam suasana khidmat, para siswa Tahfiz Class diajak memahami bahwa menghafal Al-Qur’an bukan sekadar target akademik, melainkan perjalanan spiritual menuju tujuan hidup yang hakiki.

Baca juga: Guest Teacher di Spemdalas, Polisi Ajak Siswa Jadi Pelopor Keselamatan Lalu Lintas

Dalam pemaparannya, Ustaz Sahmun, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah penunjuk jalan kembali ke surga, kampung halaman sejati setiap manusia.

Baca Juga:  Dua Siswa Spemdalas Lolos Final Matematika dan IPA Olympicad Ke-VIII Makassar

Ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Isra ayat 9 yang menegaskan bahwa Al-Qur’an memberi petunjuk ke jalan yang paling lurus serta membawa kabar gembira bagi orang-orang beriman yang beramal saleh.

Menurutnya, menghafal Al-Qur’an merupakan amalan dengan ganjaran yang tidak terbatas. Ia mengingatkan hadis Rasulullah Saw. bahwa setiap satu huruf Al-Qur’an bernilai satu kebaikan yang dilipatgandakan menjadi sepuluh.

Dalam proses menghafal, satu huruf bisa diulang berkali-kali hingga melekat dalam ingatan, sehingga pahala yang mengalir kepada seorang penghafal Al-Qur’an sungguh tak terhitung.

Ustaz Sahmun menyampaikan materi motivasi keislaman dalam kegiatan Tahfiz Bootcamp SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik, Jumat (30/1/2026). (Tagar.co/Ain Nurwindasari)

Lebih jauh, Ustaz Sahmun menyampaikan bahwa penghafal Al-Qur’an termasuk golongan manusia terbaik. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw., “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Al-Qur’an, lanjutnya, akan menjadi pelindung dari siksa kubur dan api neraka, serta hadir sebagai pemberi syafaat bagi para penghafalnya pada hari kiamat. Bahkan, Allah tidak akan menyiksa hati yang benar-benar dipenuhi dan dijaga dengan Al-Qur’an.

Keistimewaan lain yang disampaikan adalah bahwa penghafal Al-Qur’an menjadi satu-satunya hamba yang masih dapat “beramal” di akhirat. Ia mengutip hadis yang menyebutkan bahwa kepada pemilik Al-Qur’an akan diperintahkan, “Bacalah dan naiklah, serta tartilkan sebagaimana engkau mentartilkannya di dunia, karena kedudukanmu ditentukan oleh ayat terakhir yang engkau baca.”

Baca Juga:  TKA Berjalan Tertib, Siswa Spemdalas Jalani Ujian dengan Semangat

Menutup tausiahnya, Ustaz Sahmun menyampaikan pesan-pesan praktis agar hafalan cepat dan kuat (muthqin). Di antaranya dengan meluruskan niat semata-mata karena Allah, menjaga adab terhadap Al-Qur’an, guru, dan orang tua, istikamah dalam menghafal dan murajaah, rutin menyetorkan hafalan kepada ustaz atau ustazah, memperbanyak doa serta meminta rida orang tua, dan senantiasa bertawakal kepada Allah Swt.

Ia menutup dengan pesan yang menggugah dan membekas, “Jagalah hafalan mati-matian sampai mati, karena akan ada saatnya kita menyetorkan hafalan di hadapan Allah Swt.”

Pesan tersebut menjadi penguat semangat bagi para siswa Tahfidz Class SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik untuk terus menjaga Al-Qur’an dalam hafalan, akhlak, dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari. (#)

Jurnalis Ain Nurwindasari Penyunting Mohammad Nurfatoni