
Melalui metode interaktif dan contoh nyata di jalan raya, kegiatan Guest Teacher di Spemdalas Gresik menanamkan kesadaran berlalu lintas aman kepada para pelajar.
Gresik — Kegiatan Guest Teacher di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik menghadirkan suasana belajar yang berbeda. Pada Kamis (29/1/2026), siswa-siswi Spemdalas mengikuti sosialisasi bertema “Tata Tertib Berlalu Lintas saat Mengendarai Sepeda Motor” yang digelar di Lantai 2 Masjid Taqwa Spemdalas.
Baca juga: Belajar Air Bersih dari Ahlinya, OTM Spemdalas Hadirkan PDAM Giri Tirta
Materi disampaikan langsung oleh IPDA Andreas Dwi Anggoro, yang akrab disapa Pak Pungky. Sejak awal, ia menghidupkan kelas dengan ice breaking sederhana namun efektif, membuat peserta tetap segar dan fokus hingga kegiatan berakhir.
“Sekarang kita tes konsentrasi,” ujarnya sambil memandu permainan tepuk—tepuk pagi tiga kali, tepuk siang dua kali, dan tepuk malam tanpa suara. Tawa dan antusiasme pun pecah, menjadi pembuka yang hangat sebelum masuk ke materi inti.

Dalam paparannya, Pak Pungky menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, khususnya bagi pelajar. Ia mengingatkan bahwa mengendarai sepeda motor wajib memiliki SIM yang hanya bisa diperoleh pada usia 17 tahun. “Banyak kecelakaan terjadi karena pelanggaran. Jadi, adik-adik jangan mengendarai motor sebelum memenuhi syarat,” tegasnya.
Ia juga memotret kondisi lalu lintas saat ini yang masih diwarnai ketidaktertiban—mulai dari melawan arus, melaju dengan kecepatan tinggi, menerobos lampu lalu lintas, hingga tidak menyalakan lampu kendaraan. “Kelak, jadilah pengendara yang taat aturan agar selamat sampai tujuan,” pesannya.
Tak hanya itu, siswa diajak memahami faktor-faktor penyebab kecelakaan, seperti emosi yang tak terkendali, kurang terampil berkendara, terburu-buru, kelalaian kendaraan, hingga pengaruh cuaca. Melalui contoh-contoh visual pelanggaran di jalan raya, Pak Pungky menegaskan bahwa keselamatan harus dibudayakan sejak dini.
“Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan jadikan keselamatan sebagai kebutuhan,” tutupnya penuh semangat. (#)
Penulis Lely Badriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni






