Feature

Menggambar Massal Batik Gresik, 105 Siswa Spemaju Cerme Kompak Berkarya

44
×

Menggambar Massal Batik Gresik, 105 Siswa Spemaju Cerme Kompak Berkarya

Sebarkan artikel ini
Para siswi kelas VII saat proses melukis motif batik khas Gresik pada _Spemaju Art Fest dan Apresiasi Siswa Kelas IX_ di halaman SMP Muhammadiyah 7 Cerme Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 14 Juni 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Suasana teras hingga gerbang SMP Muhammadiyah 7 Cerme Gresik berubah jadi galeri batik. Seratus lima siswa kelas VII berkreasi bersama, menorehkan motif-motif khas Gresik di kanvas putih sebagai karya P5.

Tagar.co – Sabtu pagi di halaman SMP Muhammadiyah 7 (Spemaju) Morowudi Cerme, Gresik, suasana berbeda terasa. Sejak pukul 07.00 WIB, 105 siswa-siswi kelas VII berbaris rapi dengan seragam batik mereka.

Di teras hingga gerbang sekolah, kanvas putih berjejer, cat air tertata, dan di tangan-tangan kecil itu, gagasan batik khas Gresik siap dituangkan menjadi karya.

Momen ini adalah puncak unjuk karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema kearifan lokal, yang dibingkai dalam rangkaian Spemaju Art Fest dan Apresiasi Siswa Kelas IX, Sabtu (14/6/25).

Baca juga: Delapan Tari Nusantara Karya P5 Tampil Memukau di Spemaju Art Fest

Sambil menunggu pembukaan acara, derai tawa dan obrolan santai terdengar di antara anak-anak. Tak ada wajah tertekan—hanya semangat dan kebahagiaan terpancar.

“Ada 105 anak yang akan menggambar motif batik khas Gresik bersamaan dengan berlangsungnya prosesi apresiasi siswa kelas IX,” tutur Syamsul Arifin, koordinator acara yang akrab disapa Syam.

Baca Juga:  Melawan Rasa Takut di Telaga Sarangan
Siswa-siswi kelas VII-A pamerkan hasil karya mereka diatas panggung pada Spemaju Art Fest dan Apresiasi Siswa Kelas IX di halaman SMP Muhammadiyah 7 Cerme Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 14 Juni 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Belajar Budaya, Mencintai Daerah Sendiri

Bukan sekadar menggambar, kegiatan ini dirancang untuk menanamkan rasa cinta pada warisan budaya Gresik. Sejak awal semester, para siswa diajak mengenal berbagai motif batik yang tumbuh di kota pesisir ini—mulai ikan bandeng, damar kurung, hingga ornamen lokal lain yang sarat makna.

Prosesnya bertahap. Setelah mengenal corak batik, mereka mempelajari cara pembuatannya. Lalu saat Penilaian Tengah Semester (PTS), masing-masing menorehkan dua motif di buku gambar. Dari situ, setiap anak memilih satu motif favorit untuk dituangkan kembali di kanvas berukuran 20 x 30 cm pada puncak unjuk karya kali ini.

Selama kurang lebih dua jam, warna-warna cerah lahir dari kuas mungil di tangan para siswa. Kanvas putih berubah menjadi bentang kekayaan budaya Gresik.

“Tujuannya sederhana: agar mereka tahu berbagai karya rupa yang ada di daerah setempat, tahu budaya daerahnya sendiri,” ungkap Syam.

“Syukur kalau mereka bisa ikut andil dalam mengenalkan budaya daerahnya ke penjuru dunia,” harapnya kemudian.

Siswa-siswi kelas VII-C pamerkan hasil karya mereka diatas panggung pada _Spemaju Art Fest dan Apresiasi Siswa Kelas IX_ di halaman SMP Muhammadiyah 7 Cerme Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 14 Juni 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Menjadi Generasi Pelestari

Ratusan coretan batik di Spemaju pagi itu adalah pesan sunyi bahwa anak-anak ini sedang belajar menjadi generasi pelestari budaya. Mereka diajari menggambar, tetapi sesungguhnya diajari merawat akar identitas Gresik.

Baca Juga:  Eks Kepsek TK Penggerak Manfaatkan Halalbihalal untuk Perkuat Sinergi

Dan di balik canda riang mereka, barangkali tersimpan satu cita-cita sederhana: suatu hari nanti, dari tangan-tangan inilah, batik Gresik makin dikenal di panggung Indonesia, bahkan dunia. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni