
Ratusan siswa SMP Muhammadiyah 7 Cerme tampil all out di Spemaju Art Fest. Delapan tari Nusantara jadi puncak gelar karya P5 bertema Bineka Tunggal Ika. Kekompakan dan kreativitas mereka memukau para penonton.
Tagar.co – Suasana Sabtu (14/6/2025) pagi di halaman SMP Muhammadiyah 7 (Spemaju) Morowudi, Cerme, Gresik, Jawa Timur, tampak lebih semarak daripada biasanya. Ratusan siswa-siswi berkumpul, berdandan dengan busana tradisional, siap unjuk karya dalam puncak kegiatan Spemaju Art Fest dan Apresiasi Siswa Kelas IX.
Acara ini sekaligus menjadi gelar karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Bineka Tunggal Ika. Penampilan delapan tari middle Nusantara menjadi sorotan utama yang memukau para tamu, guru, dan orang tua siswa.
Baca juga: Belajar dari Usamah bin Zaid: Empat Karakter Pemuda Baik ala Wakil Ketua PDM Gresik
Ada delapan tari middle Nusantara yang akan dibawakan oleh siswa-siswi kelas VIII. Syamsul Arifin, penanggung jawab acara, menjelaskan semua ini adalah hasil latihan selama kurang lebih satu bulan.
Sejak pukul 03.00 dini hari, 104 siswa-siswi kelas VIII sudah bersiap di sekolah. Mereka dibagi menjadi delapan kelompok, masing-masing bertugas membawakan satu tarian daerah.
“Kami bekerja sama dengan siswiperiasnya siswi-siswi Jurusan Tata Kecantikan Kulit dan Rambut (TKKR) SMK Matig (Muhammadiyah 3 Gresik) untuk membantu merias anak-anak,” terang Kepala Spemaju, Yuli Kusminarsih, S.Pd.
Berkat kerja sama tersebut, setiap penari tampil menawan dengan riasan sesuai karakter tariannya. Semuanya rampung tepat waktu, menjelang detik-detik pentas dimulai.

Deretan tari yang ditampilkan pun mewakili kekayaan budaya dari berbagai daerah: Tari Piring dari Solok (Sumatera Barat), Tari Ratoh Jaroe (Aceh), Tari Zapin (Riau), Tari Tor Tor (Sumatera Utara), Tari Giring-giring dari Suku Dayak Ma’ayan (Kalimantan Tengah), Tari Enggang dari Suku Dayak Kenyah (Kalimantan Timur), Tari Glipang dari Kabupaten Probolinggo (Jawa Timur), dan Tari Sajojo dari Sorong (Papua Barat Daya).
“Hadirin, marilah kita sambut middle tari Nusantara dari siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 7 Cerme,” seru Muhammad Ishak Pahlevy dan Dyah Virenaningtyas, sang pembawa acara. Tepuk tangan riuh pun membahana.
Delapan kelompok tampil bergantian dengan penuh percaya diri. Gerak yang kompak dan musik tradisional mengalir silih berganti, memikat penonton hingga akhir. Puncaknya, seluruh kelompok tari bergabung di halaman sekolah, membentuk formasi besar penuh warna—sebuah simbol harmoni dalam keberagaman.
Sherhan Ghaniyyu Atma, siswa kelas VIII-A, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia mengaku sempat khawatir karena beberapa anggota kelompoknya belum benar-benar hafal gerakan.
“Kami berlatih selama satu bulan agar bisa tampil kompak dan hafal gerakan tarian,” ujarnya. Kekhawatirannya sirna setelah penampilan kelompoknya sukses memukau penonton.
Keyakinan, kekompakan, dan latihan sungguh-sungguh menjadi kunci. Dari atas panggung sederhana di halaman Spemaju, para siswa membuktikan bahwa kerja keras dan semangat kolaborasi akan selalu berbuah manis. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni












