
Aula SD Al-Islam Cerme berubah menjadi ruang hening penuh doa ketika para siswa bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan Qiamulail yang menjadi puncak mabit tahun ini.
Tagar.co — Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) di SD Al-Islam Cerme, Gresik, Jawa Timur, berlangsung lancar dan penuh keberkahan. Sabtu dini hari (15/11/2025), aula sekolah berubah menjadi ruang hening yang mengajak para peserta didik tenggelam dalam Qiamulail yang khusyuk.
Baca juga: Outing Class Siswa SD Al-Islam Morowudi Menjelajah Rumah Pintar dan Museum Penerbangan
Meski pada malam sebelumnya mereka beristirahat agak larut, semangat para siswa tidak surut untuk bangun di sepertiga malam. Dengan hidmat, seluruh peserta mengikuti salat Tahajud berjemaah, menjadikannya puncak kegiatan spiritual Mabit tahun ini.
Pesan Mendalam di Sepertiga Malam
Usai Qiamulail, Wafiqul Mizan, Guru Ismuba SD Al-Islam Cerme, menyampaikan pesan yang menyentuh kepada para siswa. Ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu sunyi di sepertiga malam untuk memperbanyak doa.
“Orang yang tidak pernah berdoa adalah orang yang sombong,” tuturnya.
Ia juga berpesan agar para siswa meninggalkan kesan baik menjelang akhir masa belajar mereka. “Ketika kita melakukan kejelekan kepada orang lain, maka kita juga ikut mendapatkan dosanya,” ujarnya.
Suasana semakin hening dan mengharukan ketika ia mengajak seluruh peserta melantunkan istigfar, terutama bagi mereka yang merasa pernah bersalah kepada orang tua, guru, atau teman.

Murajaah, Kultum, dan Semangat Berdoa
Selepas itu, kegiatan berlanjut dengan murajaah bersama, mengulang hafalan surat An-Nazi‘at dan ‘Abasa. Menjelang Subuh, Ustaz Wafiq kembali mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu-waktu mustajab.
“Sisa waktu menjelang Subuh gunakan untuk memperbanyak doa, karena pertiga malam adalah waktu yang sangat diijabah Allah,” pesannya.
Sesi spiritual pagi itu juga diisi kultum dadakan. Salah satu kultum disampaikan oleh siswi Melvina Ignacia Arrahmah. Lantunan tadarus bersama kemudian memenuhi aula, menghadirkan suasana hangat yang mempertemukan semangat belajar dan ibadah.

Pagi Penuh Keceriaan
Memasuki pagi, suasana berubah lebih ceria. Para siswa mengikuti berbagai permainan edukatif, termasuk meletuskan balon sambil saling mengejar. Tawa dan keriangan mengisi halaman sekolah.
Selain menghibur, permainan ini juga menanamkan nilai kerja sama dan kompetisi sehat. Pesan yang ditekankan panitia adalah: “Sukses sendiri itu biasa, tetapi sukses bersama itu luar biasa.”
Penutupan yang Menguatkan
Kegiatan Mabit ditutup resmi oleh Kepala SD Al Islam Cerme, Cicik Indrawati, pada Sabtu pagi. Sebagai penutup yang bernilai, para peserta melakukan sesi meminta maaf kepada orang tua—sebuah praktik langsung dari materi akhlak yang mereka dapatkan pada malam sebelumnya.
Pesan terakhir disampaikan kepada seluruh siswa sebelum kembali ke rumah masing-masing: “Salat harus tetap terjaga, jangan sampai ditinggalkan.” (#)
Jurnalis Dian Zulifah Penyunting Mohammad Nurfatoni












