
Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah menggelar sambung rasa dan evaluasi di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Sabtu (11/10/2025), untuk merumuskan arah dakwah komunitas pascalokakarya nasional.
Tagar.co – Sabtu (11/10) sore, Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar acara sambung rasa dan evaluasi di lantai dua Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No. 62, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut setelah berakhirnya Lokakarya Nasional Pedoman Dakwah Komunitas.
Baca juga: Pulang Membawa Harapan, Semangat Paskibra Drajasena Mumtas Tak Pernah Padam
Deretan meja kayu berlapis kaca tampak dipenuhi botol air mineral, kotak kudapan, dan tumpukan berkas lokakarya. Di ujung ruangan, latar biru bertuliskan Pimpinan Pusat Muhammadiyah – The Central Board of Muhammadiyah menjadi latar kegiatan yang diikuti para anggota yang duduk berhadapan, mengenakan kemeja putih berlogo LDK dan sebagian bersongkok hitam.

Lokakarya Nasional LDK PP Muhammadiyah yang berlangsu di hari yang sama diikuti para dai komunitas dari berbagai daerah di Indonesia. Dari forum tersebut lahir empat buku pedoman dakwah komunitas: dakwah di komunitas digital, komunitas anti narkoba, komunitas marginal, dan komunitas peduli lingkungan hidup.
Keempat buku itu diserahkan secara simbolis kepada Ketua PP Muhammadiyah, Dr. M. Saad Ibrahim, M.A., usai dia menyampaikan pencerahan penutup lokakarya. Serah terima tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat dakwah komunitas dengan pendekatan sosial dan kolaboratif.
Sesi sambung rasa dan evaluasi dipandu Sekretaris LDK PP Muhammadiyah, Dr. Suhardin, yang mengarahkan diskusi seputar tindak lanjut kegiatan. Ketua LDK PP Muhammadiyah, M. Arifin, M.Ag., mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi dakwah komunitas yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Usai kegiatan di gedung pusat dakwah, beberapa peserta melanjutkan pertemuan santai di Adwin Premium Cafe, Jalan Cikini Raya. Mereka berbincang ringan mengenai pengembangan program dakwah ke depan sambil menikmati kopi dan kudapan sederhana.
Dalam suasana itu, Aulia Asmul Fauzi, ketua panitia pelaksana lokakarya, melontarkan gagasan “dakwah dengan komunitas agak nyeleneh” yang disambut tawa peserta lain.
Menjelang petang, anggota LDK PP Muhammadiyah asal Surabaya berpamitan untuk kembali ke Kota Pahlawan. Mereka bersepakat untuk kembali bertemu pada peluncuran Bikersmu di Yogyakarta, 19 Oktober mendatang. (#)
Jurnalis M. Khoirul Anam Penyunting Mohammad Nurfatoni











