Feature

Dua Siswa SD Almadany Melaju ke Final Kompetisi Sains Nalaria Realistik

47
×

Dua Siswa SD Almadany Melaju ke Final Kompetisi Sains Nalaria Realistik

Sebarkan artikel ini
Arvensyah Ramadanish Aljauhari (kanan) dan Muhammad Dinul Haq Firdaus, dua siswa SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Gresik yang lolos ke babak final Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) Ke-7 Tahun 2025 di Universitas Terbuka Convention Center, Tangerang Selatan, berpose bersama teman-teman seusai apel sekolah, Senin (13/10/2025). (Tagar.co/Mahfudz Efendi)

Dua siswa SD Almadany, Arvensyah Ramadanish Aljauhari dan Muhammad Dinul Haq Firdaus, lolos ke final KSNR Ke-7 yang akan digelar di Tangerang Selatan. Keduanya siap berjuang membawa nama Gresik dan sekolah.

Tagar.co – Dua siswa SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Kebomas, Gresik, Jawa Timur kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang nasional.

Mereka adalah Arvensyah Ramadanish Aljauhari dari kelas 5 Al Khawarizmi dan Muhammad Dinul Haq Firdaus dari kelas 5 Al Battani, yang berhasil lolos ke babak final Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) Ke-7 yang diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Baca juga: 42 Siswa SD Almadany Siap Berjuang di Semifinal KSNR Ke-7

Babak final KSNR-7 tahun 2025 akan digelar pada Ahad (19/10/2025) di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan. Ajang ini merupakan salah satu kompetisi bergengsi tingkat nasional yang menekankan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan logis melalui pendekatan sains berbasis nalaria atau penalaran.

Harapan dan Dukungan dari Orang Tua

Kebanggaan terpancar dari wajah para orang tua siswa. Rena Yunita, ibunda Arvensyah, mengaku sangat bersyukur atas capaian putranya.

Baca Juga:  Dari Kelas, Guru Muhammadiyah Didorong Jadi Penggerak Dakwah

“Rasanya sangat senang dan bersyukur,” ujarnya saat dihubungi, Senin (13/10/2025).

Menjelang babak final, Arven menjaga kebugaran dengan istirahat cukup, makan teratur, dan menghindari stres. Selain itu, ia rutin berlatih soal, berdiskusi dengan guru pembina di SD Almadany, dan memperbanyak doa.

“Kami berharap Arven bisa tampil maksimal di final, dan semoga Allah memudahkan serta melancarkan segalanya,” tutur Rena penuh harap.

Tekad Pertahankan Emas

Prestasi Arven memang konsisten menanjak. Tahun 2023 ia menjadi semifinalis, lalu pada 2024 berhasil meraih medali emas di KSNR Ke-6 serta medali perak di Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR-19) di Bogor. Tahun ini, Arven bertekad mempertahankan prestasi tertingginya.

“Tentu targetnya mempertahankan medali emas seperti tahun lalu,” ujar Arven, yang juga menjabat Ketua IPM Kids SD Almadany 2025/2026.

Dinul, Finalis yang Penuh Semangat

Rekan satu sekolahnya, Muhammad Dinul Haq Firdaus, juga tak kalah bersemangat.

“Saya ingin meraih medali emas,” ungkapnya yakin.

Prestasinya di bidang nonakademik turut menjadi sumber motivasi. Ia kerap menyabet medali dalam berbagai kejuaraan Taekwondo tingkat daerah dan provinsi.

Baca Juga:  Pasar Mini di Sekolah: ABC Day Latih Jiwa Wirausaha Murid SD Almadany

Ibundanya, Arniana Aryanti, mengaku terharu saat mengetahui putranya lolos ke babak final.

“Terharu dan bahagia, serta ikut deg-degan karena akan menghadapi tantangan baru di final nanti,” katanya.

Untuk menjaga stamina, Arniana menyiapkan vitamin rutin bagi Dinul dan mengikutsertakannya dalam pembinaan KSNR baik secara online maupun offline bersama tim KPM Gresik dan Surabaya.

“Kami berharap Dinul bisa membawa pulang medali dan membanggakan keluarga serta sekolah,” ujarnya.

Membangun Generasi Berpikir Nalaria

Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan generasi yang mampu berpikir kritis dan solutif. Melalui ajang ini, peserta tidak hanya dituntut menjawab soal, tetapi juga memahami logika dan konteks sains dalam kehidupan sehari-hari.

Prestasi Arven dan Dinul menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar yang dipadu dengan dukungan keluarga dan pembinaan guru dapat melahirkan siswa berprestasi dan berkarakter kuat. (#)

Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni