Feature

Dua Bulan Berlatih, Fatih Asyraff Juara II Kejurprov Taekwondo

9
×

Dua Bulan Berlatih, Fatih Asyraff Juara II Kejurprov Taekwondo

Sebarkan artikel ini
Fatih Asyraff Putrahendri meraih juara dua kategori Poomsae Freestyle dalam Kejurprov Taekwondo Jatim 2026 setelah menjalani latihan intensif selama dua bulan penuh tantangan demi membuktikan kemampuan dirinya.
Fatih Asyraff Putrahendri meraih juara dua kategori Poomsae Freestyle dalam Kejurprov Taekwondo Jatim 2026. (Tagar.co/Mia Ika Dewisavitri)

Fatih Asyraff Putrahendri meraih juara dua kategori Poomsae Freestyle dalam Kejurprov Taekwondo Jatim 2026 setelah menjalani latihan intensif selama dua bulan penuh tantangan demi membuktikan kemampuan dirinya.

Sosok bocah laki-laki itu berdiri tegak di tengah matras. Tatapannya tajam, napasnya teratur, dan gerakannya meledak-ledak. Ia bukan sedang bertarung fisik melawan lawan tangguh di hadapannya, melainkan sedang beradu dengan batas kemampuan dirinya sendiri. Dialah Fatih Asyraff Putrahendri, siswa kelas VI Biola SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb) Gresik yang baru saja mengukir prestasi gemilang.

Asyraff, begitu ia akrab disapa, sukses menyabet gelar juara 2 Poomsae Freestyle Cadet M Individual dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Taekwondo Indonesia Antar Club 2026. Ajang bergengsi hasil kolaborasi KONI Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pengprov TI Jawa Timur ini menjadi saksi bisu betapa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil.

“Aku sangat bersyukur bisa merasakan juara dua di kategori freestyle ini. Sebenarnya tidak menyangka sama sekali karena aku baru fokus latihan serius selama dua bulan,” ungkap bocah berusia 11 tahun itu dengan rona bahagia yang sulit ia sembunyikan.

Perjalanan Asyraff di dunia bela diri asal Korea ini bermula dari dorongan sang bunda saat libur kenaikan kelas IV menuju kelas V. Ia bergabung dengan klub Taekwondo di bawah naungan Gresik Taekwondo Academy sejak 1 Agustus 2024.

Awalnya, ia lebih sering terjun di kelas Kyorugi atau pertarungan. Namun, rasa penasaran membawanya mencicipi tantangan baru yang lebih artistik namun jauh lebih menguras fisik: Poomsae Freestyle. Bagi Asyraff, kategori ini menawarkan sensasi yang berbeda karena ia bebas mengekspresikan gerakan orisinal di atas matras.

Baca Juga:  Mugeb Primary School Jadi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan KKA
Fatih Asyraff Putrahendri meraih juara dua kategori Poomsae Freestyle dalam Kejurprov Taekwondo Jatim 2026 setelah menjalani latihan intensif selama dua bulan penuh tantangan demi membuktikan kemampuan dirinya.
Fatih Asyraff Putrahendri (kiri) meraih juara dua kategori Poomsae Freestyle dalam Kejurprov Taekwondo Jatim 2026. (Tagar.co/Mia Ika Dewisavitri)

Melawan Lelah Demi Tendangan Sempurna

Dua bulan adalah waktu yang sangat singkat untuk menguasai kategori freestyle. Idealnya, seorang atlet membutuhkan waktu enam hingga delapan bulan untuk mematangkan teknik seni, lompatan, hingga akrobatik. Namun, keterbatasan waktu justru memacu adrenalin Asyraff. Ia harus melahap porsi latihan yang luar biasa padat setiap harinya.

“Pernah aku merasa sangat capek karena setiap hari harus latihan. Tapi aku terus menyemangati diriku sendiri: Kalau kamu tidak latihan, kamu tidak akan bisa menang,” kenangnya tentang masa-masa perjuangan itu.

Selama ini, jadwal latihannya tidak main-main. Dalam sehari, ia menjalani dua sesi latihan intensif. Sesi pagi mulai pukul 05.00 hingga 07.00 WIB, kemudian berangkat sekolah. Menjelang jam kepulangan sekolah, latihannya berlanjut pada sesi sore pukul 14.00 sampai 19.00 WIB.

Totalnya, lima jam dalam sehari. Hanya pada hari Rabu ia bisa sedikit bernapas dengan latihan di sore hari saja, dan Sabtu pada sesi pagi. Di bawah bimbingan Sabeum Habil di Gresik Taekwondo Academy (GTA), Asyraff menempa fisiknya.

Teknik yang ia pelajari pun memiliki tingkat kesulitan tinggi. Mulai dari jumping side kick (tendangan lompat), spinning kick yang mengharuskan ia berputar 540 derajat (1,5 putaran) di udara, hingga gerakan akrobatik seperti back flip atau salto ke belakang.

Baca Juga:  Puncak Milad Ke-31 Mugeb: Parenting Class Bertabur 102 Door Prize 

Asyraff menjadi satu-satunya perwakilan kategori freestyle dari klubnya yang bermarkas di Icon Mall Gresik. Baginya, penampilan seni lebih menantang karena kerapian gerakan dan seragam sangat memengaruhi penilaian juri.

Dukungan Keluarga dan Kebangkitan Mental

Di balik ketangguhannya di matras, ada peran besar kedua orang tuanya, Mia Ika Dewisavitri dan Hendri Dwi Yulianto. Warga Giri, Kebomas, Gresik, Jawa Timur, ini selalu setia mengantar jemput Asyraff.

Tak hanya itu, sang bunda berperan memastikan kesehatan dan asupan gizinya dengan diet ketat: rendah karbohidrat namun kaya protein dan serat. Sementara sang ayah menjadi pilar penyemangat yang tak lelah mengingatkannya untuk berani mencoba hal baru.

Kemudian, Asyraff mengakui, pelatihnya, Sabeum Ecak, sangat memahami kondisi mentalnya. Ada momen ketika Asyraff merasa goyah atau iri melihat kemampuan lawan.

“Sabeum Ecak sangat memotivasiku. Beliau tahu mentalku. Saat aku melihat lawan tanding, beliau bahkan pasang badan menutupi pandanganku agar aku tidak merasa rendah diri dan tetap semangat,” ceritanya haru.

Akhirnya, pencapaian ini juga menjadi ajang pembuktian setelah kekalahan pahit pada Kejurprov tahun lalu yang sempat membuatnya menangis kecewa. Namun, dukungan keluarga membuatnya bangkit kembali.

Multitalenta

Di sisi lain, Asyraff juga membuktikan, ia bukan sekadar atlet yang jago di bidang olahraga. Sebelumnya, ia adalah sosok berprestasi di bidang akademik. Mulai dari selama kelas I-IV ia sukses menembus semifinalis Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR). Ia juga pernah menjadi juara lomba pidato Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia di sekolahnya.

Baca Juga:  Menegakkan Bendera di Bawah Gerimis, IPM Kids Mugeb Catat Sejarah

Menekuni dunia public speaking (MC) ketika kelas IV menjadi bekal penting di jenjang pendidikan berikutnya. Saat duduk di kelas V, Asyraff menjabat sebagai Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik.

Kini, Asyraff tengah bersiap menuju tantangan yang lebih besar. Pada 5-7 Juni 2026 mendatang, ia akan berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) kategori freestyle. Stamina, kekuatan tangan, kaki, dan teknik terus ia asah setiap hari.

“Setiap pertandingan adalah evaluasi yang aku jadikan pelajaran berharga untuk menjadi lebih baik,” pungkas atlet muda berbakat ini dengan penuh optimisme.

Fatih Asyraff Putrahendri meraih juara dua kategori Poomsae Freestyle dalam Kejurprov Taekwondo Jatim 2026 setelah menjalani latihan intensif selama dua bulan penuh tantangan demi membuktikan kemampuan dirinya.
Fatih Asyraff Putrahendri menggunakan dobog (seragam) yang rapi pada Poomsae Freestyle dalam Kejurprov Taekwondo Jatim 2026. (Tagar.co/Mia Ika Dewisavitri)

Prestasi Taekwondo

Berikut prestasi yang telah Asyraff raih di Taekwondo:

– Juara I Kyorugi Semi Prestasi di Kejuaraan Antar Pelajar pada 19-22 September 2024

– Juara I Kyorugi Semi Prestasi di Kejuaraan Taekwondo Kota Surabaya pada 21 – 23 Februari 2025

– Juara II Kyorugi Pra Cadet Prestasi M-30 di Kejuaraan Taekwondo Piala Walikota Surabaya 2025 Se- Jawa Timur pada 31 Juli – 3 Agustus 2025

– Juara I Kyorugi Prestasi Pra Cadet C Putra di Gresik Taekwondo Festival pada 18 Agustus 2025

– Juara II Kyorugi Pra Cadet M-30 di Kejuaraan Nasional Taekwondo Grade B Jatim Open 2025 pada 20 – 23 Nopember 2025

– Juara II Freestyle Cadet M Individual di Kejuaraan Provinsi Antar Club Se- Jawa Timur pada 30 April – 3 Mei 2026. (#)

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni