Feature

Menegakkan Bendera di Bawah Gerimis, IPM Kids Mugeb Catat Sejarah

×

Menegakkan Bendera di Bawah Gerimis, IPM Kids Mugeb Catat Sejarah

Sebarkan artikel ini
Leadership Adventure IPM Kids Mugeb di Telogo Sewu menempa kepemimpinan, kerja sama, dan ketangguhan siswa melalui permainan menantang berbasis karakter dan kebersamaan.
Kader IPM Kids berusaha menggambar IPM dan rumah bersama-sama. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Leadership Adventure IPM Kids Mugeb di Telogo Sewu menempa kepemimpinan, kerja sama, dan ketangguhan siswa melalui permainan menantang berbasis karakter dan kebersamaan.

Tagar.co — Langit mendung menggantung di atas kawasan Telogo Sewu, Pandaan, Senin (2/2/2026). Pepohonan yang rimbun dan angin yang berembus sejuk menjadi saksi mulainya petualangan kepemimpinan bagi 89 kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kids SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School).

Sekolah ramah anak itu menggelar Leadership Adventure IPM Kids bertema “Developing Young Leaders with Character, Resilience, and a Forward-Thinking Mindset”. Kegiatan ini sekolah rancang sebagai ruang belajar di alam terbuka untuk menanamkan kepemimpinan, kerja sama, dan ketangguhan sejak usia dini.

Usai pembukaan di aula terbuka, trainer dari Power Inspiration Training Center (PITC), Masyruful Azim, S.Si, mengajak para siswa membentuk satu lingkaran besar di tanah lapang. Bersama Direktur PITC, Afif Hidayatullah, S.E., S.Pd., M.Ak., C.Ht., C.NNLP., C.STMI., Azim memulai sesi pemanasan dengan senam dan permainan dinamis yang langsung menghidupkan suasana.

“Kalau saya bilang rumah, kalian berpasangan membentuk rumah. Ketika saya ucapkan kebakaran, satu siswa jadi tupai dan masuk ke rumah. Nah, kalau mendengar kebanjiran, rumahnya yang bergerak mencari tupai,” kata Azim lantang, bersambut tawa dan teriakan antusias para siswa.

Permainan berlanjut dengan pembentukan dua lingkaran besar—putra dan putri—yang tidak boleh terputus. Ketika “bus” belok kanan, mereka harus berteriak “e”, belok kiri berteriak “a”, dan saat melewati jalan bergelombang mereka melompat bersama. Semua dilakukan tanpa melepaskan pegangan tangan.

Baca Juga:  Book Venture, Cara Bakti Nusa dan Rumah Kepemimpinan Surabaya Perkuat Literasi

“Bus sampai tujuan dan berhenti!” seru Azim. Seketika seluruh siswa duduk sambil berteriak, “Hore!” Tim putra dan putri kemudian saling adu suara, menunjukkan kekompakan dan energi kebersamaan mereka.

Leadership Adventure IPM Kids Mugeb di Telogo Sewu menempa kepemimpinan, kerja sama, dan ketangguhan siswa melalui permainan menantang berbasis karakter dan kebersamaan.
Kader IPM Kids berusaha memecahkan tantangan maze bersama. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Belajar Sukses Bersama

Azim lalu membawa siswa masuk ke sesi cerita memantik bergerak. Ia mengajak mereka membayangkan Bus IPM yang melaju menuju “terminal kesuksesan”. Setiap belokan, lompatan, dan teriakan mengikuti alur cerita yang terus ia ulangi pesannya.

“Sukses sendiri itu biasa, sukses bersama itu luar biasa,” ucap Azim berulang kali, menanamkan makna kebersamaan melalui gerak dan tawa.

Dengan tangan tetap bertaut di pundak teman, para siswa bergerak mengikuti arahan Azim dan Afif secara bergantian. Setelah itu, mereka dibagi menjadi delapan kelompok, masing-masing beranggotakan 11 siswa. Sambil beristirahat dan minum, tiap kelompok berdiskusi menyusun yel-yel.

Satu per satu kelompok tampil ke depan. Sorak sorai pun menggema. Usai sesi yel-yel, Afif memimpin permainan salur balon. Setiap kelompok harus menyalurkan balon sesuai nomor anggota yang Afif sebutkan. Kelompok terdepan mendapat kehormatan memecahkan balon dengan cara mendudukinya. Kelompok Good Character (GC) dan Garfield keluar sebagai pemenang permainan tersebut.

Baca Juga:  Dalam Hening, Teman Tuli Mengaji Isyarat: Semangat Awal Tahun di Doudo

Permainan Labirin

Tantangan berikutnya adalah permainan labirin. Empat kelompok bertanding secara bersamaan. Setiap anak hanya boleh memegang satu hingga dua tali dan harus berada di ujung tali. Pelanggaran langsung berbuah pengurangan poin.

Dua bola dari garis start harus dipindahkan hingga garis finis. Jika salah satu bola jatuh, permainan harus berulang dari awal. Setiap kelompok mengelola dua bola dengan warna berbeda. Kelompok Kepompong Avenger berhasil menyelesaikan tantangan ini dengan terbaik.

Sementara itu, empat kelompok lainnya memainkan permainan menggambar rumah bersama. Mereka menggunakan selembar kertas putih dan spidol raksasa yang terhubung dengan sebelas tali. Setiap anak memegang satu ujung tali, memaksa mereka berkomunikasi dan bekerja serempak.

“Rumah ini bisa kalian ibaratkan sebagai SD Mugeb, bisa juga IPM. Kalau IPM adalah rumah kalian, pasti bisa kalian gambarkan,” kata Afif menyemangati.

Trainer Marlina Dwi Rahmawati turut memberi motivasi. “Kerja sama butuh komunikasi. Jangan diam-diaman. Ayo, leader arahkan,” ujarnya.

Setelah penilaian kerja sama tim PITC lilakukan, kelompok Singa keluar sebagai pemenang dengan catatan waktu satu menit terakhir yang krusial.

Leadership Adventure IPM Kids Mugeb di Telogo Sewu menempa kepemimpinan, kerja sama, dan ketangguhan siswa melalui permainan menantang berbasis karakter dan kebersamaan.
Kader IPM Kids berusaha menegakkan bendera Mugeb dan Indonesia. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Bendera, Hujan, dan Ikatan Keluarga

Tantangan puncak pun dimulai: mendirikan bendera Merah Putih dan bendera SD Mugeb. Menurut Afif, permainan ini sering kali gagal diselesaikan banyak sekolah.

Baca Juga:  Semangat Reafirmasi Dakwah Muhammadiyah di Banjar

“Sejauh ini yang berhasil hanya MIM 6 Brangsi dengan rekor tercepat 16 menit,” katanya. Ia lalu menyemangati peserta, “Sayang dengan SD Mugeb? Kalau sayang, buktikan kalian bisa memecahkan rekor. Kalian ini teman atau keluarga?”

“Keluarga!” jawab siswa serempak.

Empat tongkat harus disambung menggunakan tali rafia hingga berdiri kokoh. Bendera harus tetap terjaga dan tidak boleh menyentuh tanah. Tidak ada lagi pembagian kelompok. Semua melebur menjadi satu keluarga besar IPM Kids Mugeb.

Permainan ini membutuhkan sekitar 60 tali panjang. Prosesnya menuntut kreativitas, koordinasi, dan keberanian berpikir di luar kebiasaan. Di bawah kepemimpinan Gibran Naufal, para siswa bekerja tanpa mengenal lelah.

Hujan mulai turun menjelang akhir kegiatan. Namun semangat mereka tidak surut. Dengan tangan-tangan kecil yang saling membantu, empat tiang akhirnya berdiri tegak. Di ujungnya, bendera Merah Putih dan bendera SD Mugeb berkibar di tengah gerimis.

Afif mengapresiasi mereka karena berhasil memecahkan rekor mendirikan bendera tercepat. “Rekor 13,5 menit dipegang SD Mugeb,” ujarnya.

Di bawah langit kelabu Telogo Sewu, para calon pemimpin kecil itu belajar satu hal penting: kepemimpinan tumbuh dari kebersamaan, ketangguhan, dan keberanian saling menjaga. (#)

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni