
Empatika Band, formasi guru SD Muhammadiyah 1 Kota Malang, tak hanya menampilkan musik, tetapi juga menghadirkan perjalanan panjang sekolah lewat nada. Dalam milad ke-98, setiap lagu mereka menjadi jembatan kenangan antara masa lalu dan semangat menuju seratus tahun.
Tagar.co – Di panggung sederhana itu, nada-nada mengalun bukan sekadar irama. Ia membawa pulang ingatan tentang ruang kelas, canda murid, dan perjalanan panjang SD Muhammadiyah 1 Kota Malang yang kini menapaki usia ke-98.
Perayaan milad sekolah yang digelar Sabtu (8/11/2025) itu menjadi lebih berwarna berkat penampilan Empatika Band—grup musik guru yang berhasil menghidupkan kenangan lewat harmoni dan semangat kebersamaan.
Dengan formasi lengkap, Empatika tampil memukau. Riska Nur Wachid U, S.Pd. menjadi vokalis utama, diiringi Abdulloh Hamid Sulaiman, S.Kom. pada keyboard, Dodik Yuda Setiawan, S.Pd. di bass, dan Angga Adi Prasetya, M.Pd. sebagai drummer.
Aransemen musik mereka yang lembut dan penuh rasa membuat para hadirin seolah hanyut dalam kisah panjang sekolah yang hampir satu abad berdiri.
Baca juga: Guru Tak Pernah Benar-Benar Pulang
Di tengah alunan lagu, layar panggung menampilkan potret hitam putih dan foto-foto lama—dari masa ketika gedung sekolah masih sederhana hingga momen-momen bersejarah siswa dan guru.
Setiap gambar menjadi pengingat akan dedikasi dan cinta yang telah membentuk karakter SD Muhammadiyah 1 Malang selama puluhan tahun.
Kejutan
Kejutan muncul saat lagu kedua, Semua Tentang Kita dari Peterpan, mulai dimainkan. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Kota Malang, Rizka Silvia, S.Pd.I., M.Pd., tiba-tiba naik ke panggung. Suaranya berpadu dengan para guru, menciptakan kolaborasi hangat yang disambut tepuk tangan panjang dari penonton.
“Angka 98 bukan sekadar usia, tetapi perjalanan panjang penuh dedikasi, perjuangan, dan cinta terhadap pendidikan. Semoga SD Muhammadiyah 1 Kota Malang terus menjadi sekolah yang menginspirasi dan mencetak generasi berkarakter,” ujar Rizka Silvia dalam sambutannya.
Penampilan Empatika Band bukan yang pertama kali. Sebelumnya, mereka juga tampil di berbagai acara besar, termasuk dalam perhelatan PDM “Makotamu” di Balai Kota Malang. Setiap penampilan mereka selalu meninggalkan kesan mendalam karena kekompakan dan energi positif yang terpancar dari panggung.
Lebih dari sekadar hiburan, penampilan Empatika di Milad ke-98 menjadi bentuk ekspresi cinta para guru terhadap sekolah yang mereka banggakan. Melalui musik, mereka menyatukan kenangan, semangat, dan harapan untuk melangkah menuju seratus tahun SD Mutu yang semakin berprestasi dan berkemajuan.
Jurnalis Angga Adi Prasetya Penyunting Mohammad Nurfatoni












