Feature

Hadapi Era Kecerdasan Buatan, Sekolah Muhammadiyah Jatim Gandeng Marshall Cavendish

4676
×

Hadapi Era Kecerdasan Buatan, Sekolah Muhammadiyah Jatim Gandeng Marshall Cavendish

Sebarkan artikel ini
Perwakilan Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur bersama Marshall Cavendish Education Singapura berfoto usai penandatanganan kerja sama pengembangan program Coding dan AI Literacy Scribo di Surabaya, Jumat (13/3/2026). (Tagar.co/Rizka Silvia)

Sekolah Muhammadiyah di Jawa Timur menjalin kerja sama dengan Marshall Cavendish Education Singapura untuk mengembangkan program Coding dan AI Literacy Scribo.

Tagar.co – Sebanyak 47 kepala sekolah Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Timur berkumpul untuk satu tujuan: menyiapkan generasi yang siap menghadapi era kecerdasan buatan.

Mereka menandatangani kerja sama pengembangan program Coding dan AI Literacy Scribo bersama Marshall Cavendish Education Singapura sebagai langkah memperkuat literasi digital di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Baca juga: Branding Sekolah di Era Digital: Saatnya Aktif Bercerita di Medsos

Kegiatan ini diikuti kepala sekolah jenjang SD, SMP, SMA, dan MA Muhammadiyah se-Jawa Timur. Suasana pertemuan berlangsung penuh antusias karena program ini dipandang sebagai pintu masuk penting bagi penguatan pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.

Kolaborasi tersebut diinisiasi oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur sebagai bagian dari transformasi pendidikan Muhammadiyah agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

Beberapa sekolah dari Kota Malang turut ambil bagian dalam penandatanganan kerja sama ini. Tiga pimpinan sekolah hadir mewakili daerah tersebut, yakni Kepala SD Muhammadiyah 1 Kota Malang, SD Muhammadiyah 9 Kota Malang, serta Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Malang.

Baca Juga:  25 Tahun Menjaga Cahaya di Ruang Kelas

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur, Prof. Khozin, menegaskan bahwa dunia pendidikan kini tidak cukup hanya menekankan kemampuan membaca dan menulis secara konvensional.

Menurutnya, literasi digital, coding, serta pemahaman kecerdasan buatan menjadi kompetensi penting yang perlu dikenalkan sejak dini kepada siswa.

“Anak-anak kita hidup di era kecerdasan buatan. Sekolah Muhammadiyah harus menjadi pelopor dalam membekali generasi dengan kemampuan berpikir komputasional, kreativitas digital, dan etika penggunaan teknologi,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama dengan Marshall Cavendish Education dapat menghadirkan kurikulum serta perangkat pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Melalui program Scribo AI Literacy, siswa tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga memahami bagaimana memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak dan produktif.

Keterlibatan puluhan kepala sekolah Muhammadiyah dalam kerja sama ini menunjukkan keseriusan jaringan pendidikan Muhammadiyah di Jawa Timur untuk terus berinovasi. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem pembelajaran digital di sekolah Muhammadiyah sekaligus menyiapkan generasi muda yang adaptif dan kreatif menghadapi revolusi teknologi. (#)

Baca Juga:  Ilmu sebagai Darah Daging Muhammadiyah

Jurnalis Rizka Silvia | Penyunting Mohammad Nurfatoni