
Peringatan HGN 2025 oleh FGM Gresik diwarnai pesan penguatan peradaban, tuntutan kompetensi baru guru Muhammadiyah, sinergi antarlembaga pendidikan, serta apresiasi bagi para Guru Prestasi dari jenjang SD hingga SMA.
Tagar.co — Pimpinan Daerah Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Gresik menggelar upacara Hari Guru Nasional (HGN) di halaman SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik, Selasa (26/11/2025).
Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta ini menghadirkan guru perwakilan sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik, termasuk dari Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA).
Upacara berlangsung khidmat dengan petugas dari Pasbrama dan paduan suara Smamsatu. Dalam amanatnya, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik (PDM) Gresik H. Yusuf Diachmad Sabri, S.T., M.B.A. menyampaikan sejumlah pesan penting terkait penguatan kompetensi dan peran strategis guru Muhammadiyah.
Baca juga: Awarding LLSMS 2025: Inilah para Juara di Empat Kategori
Ia menegaskan pentingnya menghadirkan pembelajaran yang adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap tantangan zaman.
Selain menyampaikan garis besar pesan nasional HGN, Sabri juga menekankan pentingnya sinergi sekolah dengan amal usaha Muhammadiyah lainnya, seperti SATT Tour dan Travel, Lazismu, Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM), dan berbagai lembaga pendukung lain.
“Sinergi ini menjadi fondasi untuk memperkuat ekosistem pendidikan Muhammadiyah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Guru Pilar Peradaban
Pada kesempatan tersebut, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik, M. Fadloli Aziz, S,Si. M.Pd.juga menyampaikan pesan khusus mengenai posisi guru Muhammadiyah sebagai pilar peradaban bangsa.
Ia menegaskan bahwa sejak awal gerakan Muhammadiyah berdiri, pendidikan menjadi jantung pembaruan, dan guru adalah penjaga cahaya pencerahan di berbagai penjuru negeri—dari pusat kota hingga daerah terpencil.
“Guru hebat Muhammadiyah bukan hanya mengajar, tetapi membangun masyarakat dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Aziz juga mendorong guru untuk memperkuat tiga agenda utama pendidikan. Pertama, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), agar siswa memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, memahami konsep secara mendalam, hingga memiliki kepekaan sosial.
Kedua, integrasi koding dan kecerdasan artifisial (KKA) dalam pembelajaran. Guru Muhammadiyah, tegasnya, harus mengenalkan computational thinking, memanfaatkan AI sebagai alat bantu pembelajaran, dan menanamkan etika berteknologi sesuai nilai Islam agar siswa mampu menjadi inovator, bukan sekadar pengguna.
Ketiga, penguatan pendidikan karakter melalui penanaman nilai kejujuran, disiplin, empati, tanggung jawab, growth mindset, serta keteguhan pada prinsip Islam berkemajuan.
Menurutnya, agenda tersebut hanya akan berjalan jika guru mendapatkan dukungan ekosistem pendidikan yang sehat.
“Tidak adil jika kita meminta guru membangun kualitas bangsa, tetapi tidak membangun kualitas lingkungan kerja mereka,” katanya. Ia mengajak seluruh pihak—pemerintah, persyarikatan, satuan pendidikan, dan masyarakat—untuk memperkuat dukungan, mulai dari pelatihan berkelanjutan hingga kesejahteraan dan perlindungan profesi guru.
Guru Berprestasi
Pada momen tersebut, FGM Gresik juga menyerahkan Penghargaan Guru Prestasi kepada para pendidik terbaik dari berbagai jenjang pendidikan. Adapun penerimanya adalah:
-
Guru Prestasi Jenjang SD: Nur Aini Ochtafiya, M.Pd. (SD Muhammadiyah Manyar) Gresik
-
Guru Prestasi Jenjang MI: Musyrifah, S.Ag. (MIM 2 Karangrejo Manyar)
-
Guru Prestasi Jenjang SMP: Ria Rizaniyah, S.Pd. (SMP Muhammadiyah 12 GKB)
-
Guru Prestasi Jenjang SMA: Nanik Rahmawati Fuadah, M.Si. (SMA Muhammadiyah 10 GKB)
Selain itu, saya sebagai Ketua PD FGM Gresik Gresik, menyampaikan laporan kegiatan yang telah terlaksana serta berbagai agenda yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu dan profesionalisme guru.
Kegiatan ini kami harapkan menjadi momentum memperkuat dedikasi, kualitas, dan kolaborasi guru Muhammadiyah di Gresik, sekaligus mempertegas peran pendidikan sebagai pilar kemajuan persyarikatan dan bangsa. (#)
Jurnalis Ria Pusvita Sari Penyunting Mohammad Nurfatoni












