Feature

Sukses di Jepang, Teacher’s Lab SDMM Siap “Guncang” Bandung

150
×

Sukses di Jepang, Teacher’s Lab SDMM Siap “Guncang” Bandung

Sebarkan artikel ini
Ria Pusvita Sari saat memandu sesi Teacher’s Lab di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik. Melalui pendekatan lesson study, para guru diajak membedah praktik pembelajaran secara kolaboratif untuk meningkatkan kualitas proses belajar di kelas. (Foto dokumentasi)

Program peningkatan kualitas guru berbasis lesson study ini mulai diadopsi di luar Muhammadiyah dan berpotensi jadi gerakan nasional.

Oleh inisiator Teacher Laboratory Conference (TLC), Ria Pusvita Sari, M.Pd.

Tagar.co – Siapa sangka, sebuah gagasan yang lahir dari lorong-lorong kelas di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik kini telah melintasi batas samudra hingga menjadi inspirasi nasional. Teacher Laboratory Conference (TLC), sebuah inisiatif penguatan kualitas guru melalui lesson study, kini resmi melebarkan sayapnya ke Tanah Pasundan.

Dari Gresik untuk Dunia

Mengawali langkah pada tahun 2025, TLC awalnya dirancang sebagai wadah internal bagi para pendidik di SDMM dan lingkungan Gresik untuk membedah praktik pembelajaran. Namun, konsistensi selama dua tahun terakhir (2025–2026) membuahkan hasil yang tak terduga.

Hal ini menarik perhatian Arif Hidayat, M.Si., Ph.D.Ed., dari CELLS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang melihat potensi besar TLC untuk diadopsi lebih luas.

Pada awal Februari 2026, konsep TLC sukses dipresentasikan di Jepang dan mendapatkan apresiasi dari praktisi pendidikan internasional. Presentasi tersebut dibawakan oleh Arif Hidayat bersama saya, sebagai inisiator TLC, Ria Pusvita Sari, M.Pd.

Baca Juga:  Peluncuran Dua Buku Karya Guru Menandai Milad Ke-22 SDMM

Tak Menyangka Menjadi Gerakan Nasional

Sebagai inisiator, ada rasa haru yang mendalam melihat perkembangan ini. Sejujurnya, saya tidak pernah menyangka. Awalnya, saya hanya membayangkan kegiatan ini berskala internal di Gresik saja. Melihat TLC kini diadopsi oleh sekolah di luar ekosistem Muhammadiyah, seperti SD Gagasceria di Chapter Bandung Raya, merupakan kebanggaan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Melalui pesan singkatnya pada Selasa (17/3/2026), Arif Hidayat menyampaikan apresiasinya:
“Setelah sukses dua edisi Teachers’ Lab di Gresik, alhamdulillah lesson study dikenalkan ke publik sebagai Teachers’ Lab dan akan dilaksanakan di Bandung setelah Lebaran.”

Harapan bagi Masa Depan Pembelajaran

Keberhasilan TLC menembus batas teritorial dan organisasi (Muhammadiyah ke sekolah umum/swasta lain) membuktikan bahwa inovasi pendidikan adalah bahasa universal. Saya berharap ini dapat menjadi standar baru, sekaligus pemantik bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya untuk terus melakukan perbaikan pembelajaran (continuous improvement).

Selain itu, Teachers’ Lab ini juga menjadi bentuk kolaborasi lintas batas, yang menunjukkan bahwa guru Muhammadiyah mampu menjadi lokomotif perubahan pendidikan di Indonesia. Tak kalah penting, budaya belajar dalam Teachers’ Lab juga dapat mengubah wajah “rapat guru” menjadi “laboratorium inovasi” yang berdampak langsung pada kualitas siswa di kelas.

Baca Juga:  Dari Manyar ke Tokyo: Menemukan Makna Belajar di Balik Pintu Kelas yang Terbuka

Rencananya, TLC Chapter Bandung Raya akan digelar setelah Idulfitri 2026 oleh SD Gagasceria. Mereka membuka dua kelas, yaitu Kelas Bahasa Indonesia dan Kelas IPAS. Tahap lesson design akan digelar pada 6 April 2026 dan tahap open class pada 9 April 2026.

Ini bukan sekadar konferensi, melainkan bukti bahwa dari sebuah sekolah di Gresik, perubahan besar untuk pendidikan Indonesia telah dimulai. (*)

Penyunting Mohammad Nurfatoni