
Peluncuran buku Pendar Mentari dan Jangan Cari Murid! di GKB Convex Gresik menjadi simbol dedikasi guru SDMM dalam menginspirasi dunia pendidikan.
Tagar.co – Sabtu (11/6/26), jam menunjukkan pukul 08.14 WIB ketika dua guru yang menjadi pembawa—Rudi Purnawan dan Wahyuda Hamzah—mengundang beberapa tokoh untuk naik ke panggung Semarak Gebyar Milad Ke-22 SD Muhammadiyah Manyar (SDMM), di GKB Convex Gresik.
Mereka adalah Hon Jaelani, Athiq Amaliyah, Ria Pusvita Sari, Siti Faizah, dan Kazue Salzabella Rachelinda (pustakawan yang memandu peluncuran buku).
Baca juga: SDMM, Kebanggaan Muhammadiyah Gresik yang Terus Menginspirasi
Saat itulah berlangsung momen peluncuran buku karya guru (BKG) SDMM. Satu buku karya antologi guru dan karyawan. Satu lagi buki karta seorang guru yang juga mantan kepala SDMM.
Perhatian para hadirin tertuju pada dua poster yang masih tertutup selubung hitam di atas panggung.
Dengan iringan tepuk tangan para tamu undangan, prosesi peluncuran buku pun resmi dimulai, menandai salah satu agenda penting dalam rangkaian perayaan milad tersebut.
Prosesi diawali dengan pembukaan selubung buku pertama oleh Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Perumahan Pongangan Indah (PPI) Gresik, Ir. Hon Jaelani.
Dengan gerakan perlahan dan penuh makna, kain hitam itu ditarik hingga menampakkan sampul buku berjudul Pendar Mentari – Merajut Cahaya Harapan dalam Transformasi Berkemajuan, yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Senyum bangga terpancar dari wajah mereka, menandai lahirnya sebuah karya yang menjadi buah pemikiran dan dedikasi mereka bagi dunia pendidikan.
Suasana haru masih terasa ketika prosesi berlanjut pada peluncuran buku kedua. Kepala SDMM, Athiq Amaliyah, S.Pd melangkah maju untuk membuka selubung berikutnya. Saat kain hitam tersibak, tampak jelas sampul buku karya Ria Pusvita Sari, M.Pd. berjudul “Jangan Cari Murid!”
Tepuk tangan kembali menggema, menjadi bentuk apresiasi atas lahirnya gagasan yang mengajak dunia pendidikan kembali pada esensi pelayanan yang tulus dan bermakna.

Di atas panggung, para tokoh itu tampak haru dan bahagia. Momen peluncuran ini menjadi simbol bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di kelas, tetapi juga sebagai pembelajar sepanjang hayat yang mampu menginspirasi melalui karya nyata. Banyak hadirin mengabadikan detik-detik tersebut, menjadikannya kenangan berharga dalam perjalanan sejarah SDMM.
Penanggung Jawab BKG Siti Faizah menjelaskan, buku ini merupakan karya antologi guru dan karyawan SDMM yang kedua. Buku antologi sebelumnya diterbitkan tahun 2021 berjudul Mosaik Aksara Pejuang Pendidikan: Sepenggal Kisah dari Jalan Amuntai.
Sementara itu Kepala SDMM periode 2021-2025 Ria Puvita Sari mengungkapkan rasa syukur atas peluncuran buku Jangan Cari Murid! yang ia persembahkan sebagai kado cinta untuk Milad ke-22 SDMM. Ia menilai buku tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga bentuk dedikasi bagi dunia pendidikan.
“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. Peluncuran buku Jangan Cari Murid! ini bukan sekadar pencapaian pribadi bagi saya, melainkan juga kado cinta dan dedikasi untuk Milad ke-22 SDMM,” ujarnya pada Tagar.co. usai acara pluncuran buku.
Dia melanjutkan, “Di usia yang semakin matang, saya berharap gagasan dalam buku ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan—bahwa kualitas dan kehadiran yang bermakna akan lebih beresonansi daripada sekadar promosi. Selamat Milad SDMM, teruslah menyinari dunia pendidikan dengan keunggulan yang tak terbantahkan.
Selain peluncuran BKG acara ini juga diwarnai oleh peluncuran lagu Milad Ke-22 SDMM dan Ekonseling. (#)
Jurnalis Mohammad Nurfatoni












