
Momentum Idulfitri di Katerungan menjadi pengingat agar konsistensi iman dan amal tidak berhenti setelah bulan suci berakhir.
Tagar.co — Semangat Ramadan tak seharusnya berhenti saat bulan suci berakhir. Pesan itulah yang mengemuka dalam khotbah Idulfitri di Katerungan, Krian, Jumat pagi (20/03/2026), saat ribuan jemaah berkumpul dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Kegiatan yang digelar Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Katerungan di halaman Masjid Baiturrahman, kompleks SD Muhammadiyah 1 Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, itu diikuti sekitar 1.126 jemaah dari berbagai kalangan.
Baca juga: Khotbah di Masjid At-Taqwa Hasan Ungkap Definisi Jenius Sesungguhnya
Sejak pukul 05.30 WIB, jamaah mulai memadati lokasi. Mereka berasal dari berbagai unsur Muhammadiyah se-Kecamatan Krian, mulai dari tingkat cabang hingga ranting, termasuk Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah. Kehadiran jamaah lintas usia, dari anak-anak hingga lansia, menambah semarak suasana hari kemenangan.
Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB, dipimpin oleh Drs. H. Zainal Khotim sebagai imam sekaligus khatib. Dalam khutbahnya, ia menekankan tentang kemudahan-kemudahan yang Allah berikan kepada umat Islam, khususnya pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
Menurutnya, pada fase tersebut Allah membuka banyak pintu kebaikan, seperti kesempatan meraih Lailatul Qadar, pelipatgandaan pahala, hingga kemudahan hati untuk semakin dekat kepada-Nya.
“Kemudahan itu adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, agar kita benar-benar kembali dalam keadaan bersih dan fitrah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar semangat ibadah tidak berhenti setelah Ramadhan usai. Nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan kedekatan kepada Allah yang telah dibangun selama bulan suci harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan lancar berkat kerja sama panitia serta dukungan berbagai pihak. Aparat dari kepolisian, linmas, Kokam, dan relawan tampak sigap mengatur arus jamaah serta menjaga situasi tetap kondusif.
Pengamanan dilakukan sejak sebelum hingga setelah kegiatan berlangsung, sehingga jamaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman. Kehadiran petugas keamanan pun mendapat apresiasi dari masyarakat.
Salah satu panitia pelaksana, Mochamad Sarip, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran kegiatan tersebut sekaligus mengapresiasi tingginya antusiasme jemaah.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dengan jumlah jamaah sekitar 1.126 orang. Ini menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan warga Muhammadiyah di Krian,” katanya.
Usai kegiatan, jamaah saling bersalaman dan bermaafan, mempererat ukhuwah Islamiyah. Momen ini menjadi penutup yang hangat dari rangkaian ibadah Ramadhan sekaligus awal untuk kembali menjalani kehidupan dengan hati yang bersih.
Dengan semangat Idul Fitri, diharapkan nilai keimanan dan kebersamaan yang telah terbangun dapat terus terjaga, serta menjadi bekal untuk menjalani hari-hari ke depan dengan lebih baik. (#)
Jurnalis Aniwati Penyunting Mohammad Nurfatoni












