Feature

Guru MI Muhammadiyah Mentaras Ikuti Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial

64
×

Guru MI Muhammadiyah Mentaras Ikuti Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial

Sebarkan artikel ini
Ria Pusvita Sari, M.Pd.,ssat mulai memberikan penjelasan mengenai materi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) kepada guru-guru MI Muhammadiyah Mentaras di Laboratorium Komputer, Senin (27/10/2025). (Tagar.co/Imroatul Majidah)

Para guru MI Muhammadiyah Mentaras belajar mengenal koding dan kecerdasan artifisial. Pelatihan ini membekali mereka dengan keterampilan digital untuk menciptakan pembelajaran kreatif, adaptif, dan berkarakter Islami.

Tagar.co – Di laboratorium komputer berdekorasi cerah dengan dinding bermotif lingkaran dan cahaya biru lembut dari jendela, seorang pelatih berhijab biru berdiri di depan layar proyektor bertuliskan “Memahami Koding dan Kecerdasan Artifisial”.

Dialah Ria Pusvita Sari, M.Pd.—atau akrab disapa Ustazah Vita—yang hari itu memandu para guru MI Muhammadiyah Mentaras, Dukun, Gresik, Jawa Timur, menjelajahi dunia koding dan kecerdasan artifisial (AI), Senin (27/10/2025).

Membuka Wawasan Digital Guru

Materi pelatihan yang dibawakan Ustazah Vita terasa segar dan inspiratif. Ia memperkenalkan konsep dasar koding dan kecerdasan artifisial dengan pendekatan sederhana, disertai contoh penerapan langsung di kelas.

“Menjadi guru koding tidak harus dari jurusan informatika. Semua guru bisa belajar, termasuk kita semua,” ujarnya memberi semangat.

Baca juga: Bermodal Bahan Bekas, Pojok Baca Kelas Mimtaras Menginspirasi Juri LLSMS

Ia mencontohkan pengalamannya sendiri yang bukan berlatar belakang informatika, namun mampu mempelajari dan mengajarkan koding secara menyenangkan kepada para guru Muhammadiyah.

Baca Juga:  Jangan Cari Murid! Gagasan Revolusioner Ria Pusvita Sari Diluncurkan

Menurutnya, eesensi belajar koding bukanlah sekadar membuat robot atau aplikasi, melainkan melatih computational thinking—cara berpikir logis, terstruktur, dan sistematis dalam memecahkan masalah.

Belajar Plugged dan Unplugged

Suasana pelatihan semakin hidup ketika memasuki sesi praktik. Dengan semangat, Ustazah Vita memperagakan dua metode pembelajaran KKA: plugged, yaitu menggunakan perangkat digital, dan unplugged, tanpa alat elektronik.

Para guru diajak mencoba permainan digital edukatif seperti Blockly Games dan Code.org. Melalui kegiatan ini, mereka belajar bagaimana mengajarkan logika pemrograman kepada siswa dengan cara yang kreatif, menyenangkan, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islami.

Foto bersama dewan guru MI Muhammadiyah Mentaras, Dukun, Gresik, bersama pemateri pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), Ustazah Ria Pusvita Sari, M.Pd., usai kegiatan di sekolah, Senin (27/10/2025). (Tagar.co/Imroatul Majidah)

Mengenal AI Canva dan Media Interaktif

Pelatihan tidak berhenti pada koding. Di sesi berikutnya, Ustazah Vita membuka wawasan baru tentang pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan. Dengan panduan praktis, ia memperkenalkan fitur AI di Canva yang dapat membantu guru membuat media pembelajaran interaktif dan menarik hanya dalam hitungan menit.

Wajah para guru tampak berbinar ketika hasil karya mereka terpampang di layar—dari infografik pembelajaran hingga poster Islami buatan AI. “Ternyata mudah sekali! Ini bisa langsung saya pakai untuk kelas tematik,” ujar salah satu guru dengan penuh semangat.

Baca Juga:  KMS Ahmad Dahlan Gresik Luncurkan Sekolah Center KPM: Langkah Strategis SDMM Menuju Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah

Dari Melek Teknologi ke Inspirasi Pembelajaran

Kegiatan pelatihan ditutup dengan sesi refleksi dan foto bersama. Para guru pulang dengan semangat baru dan keyakinan bahwa mereka mampu menjadi pendidik yang kreatif dan adaptif di era digital.

“Pelatihan ini bukan sekadar tentang teknologi, tapi tentang bagaimana guru menebar ilmu dan inspirasi dengan cara yang relevan bagi generasi hari ini,” ujar Ustazah Vita menutup kegiatan.

Dengan bimbingannya, para guru MI Muhammadiyah Mentaras kini semakin siap mengajarkan Koding dan Kecerdasan Artifisial kepada siswa-siswi mereka. Di tangan mereka, teknologi bukan lagi sesuatu yang menakutkan, melainkan sahabat baru dalam dakwah pendidikan berkemajuan.

Kepala MI Muhammadiyah Mentaras, Darojatul Muslimah, S.Pd.I., dalam sambutan mengatakan mengajar adalah ibadah, dan teknologi adalah wasilahnya. Ia menegaskan pentingnya guru untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman agar proses belajar mengajar semakin relevan dan menarik. (#)

Jurnalis Imroatul Majidah Penyunting Mohammad Nurfatoni