Feature

Empat Pilar Sumber Kebahagiaan

91
×

Empat Pilar Sumber Kebahagiaan

Sebarkan artikel ini
Empat pilar kebahagiaan di dunia dan akhirat dikupas dalam pengajian Ahad PCM Gresik yang dihadiri ratusan jemaah.
Ustaz Miqdar Qur’ani berceramah di pengajian Ahad pagi Masjid At-Taqwa Perguruan Muhammadiyah Gresik, Ahad 26/4/2026. (Tagar.co/Bening)

Empat pilar kebahagiaan di dunia dan akhirat dikupas dalam pengajian Ahad PCM Gresik yang dihadiri ratusan jemaah.

Tagar.co – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Perguruan Muhammadiyah Gresik, Ahad pagi (26/4/2026).

Ratusan jemaah terdiri guru, karyawan, dan warga Muhammadiyah memadati Masjid At-Taqwa KH Kholil untuk mengikuti Pengajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik.

Kegiatan rutin ini menjadi magnet tersendiri bagi keluarga besar persyarikatan. Tampak hadir dalam barisan jemaah, para guru SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A dan B, SMP Muhammadiyah 1 (Spemutu), tenaga medis RS Muhammadiyah Gresik, bapak ibu anggota PCM dan PCA Gresik hingga warga Muhammadiyah sekitar masjid.

Hadir sebagai penceramah Miqdar Qur’ani, Lc. Pengajian kali ini mengangkat tema membangun empat pilar kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Ustaz Miqdar menyampaikan, kebahagiaan sejati bukan sekadar tumpukan materi, melainkan ketenangan hati yang dibangun di atas landasan iman.

Ini merujuk pada sebuah hadis yang menjelaskan empat pilar yang menjadi sumber kebahagiaan seseorang selama hidup di dunia dan di akhirat.

Baca Juga:  Nakhoda Baru PSTI Gresik dan Misi Besar Podium Juara Sepak Takraw

Pertama, pasangan (suami/istri) yang saleh dan salehah.

Menurut Ustaz Miqdar, memiliki pasangan hidup yang mendukung ketaatan kepada Allah.

“Kriteria rumah tangga ideal adalah suami saleh dan istri salehah. Jika suami dan istri saling mengingatkan dalam kebaikan, maka surga sudah terasa di dalam rumah sebelum di akhirat nanti,” tutur anggota penyusun kitab Tafsir Al-Tanwir Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta ini.

Kedua, rumah yang nyaman.

Secara kontekstual, fasilitas duniawi seperti rumah yang lapang dan yang layak adalah penunjang ibadah. Rumah yang ditinggali digunakan untuk memperlancar urusan dakwah dan silaturahmi seperti salat, pengajian di lingkungan rumah, maka fasilitas itu akan menjadi barokah.

Ketiga, lingkungan sosial yang baik (Tetangga yang saleh).

Kebahagiaan dunia juga ditentukan dengan interaksi sosial yang dilakukan dalam masyarakat. Seperti interaksi antar tetangga yang berada di lingkungan yang positif, terutama tetangga dan rekan kerja yang saling mengajak pada kebaikan, akan menjaga stabilitas mental dan spiritual seseorang.

Keempat, kendaraan yang nyaman.

Baca Juga:  Umbulan Tempursari: Primadona Wisata Air Murah di Lumajang

Kendaraan yang nyaman ini menjadi cara bagi kita untuk menunjang dalam beribadah seperti berangkat ke masjid untuk melaksanakan salat, berangkat kerja mencari nafkah untuk keluarga sampai membantu tetangga atau keluarga yang mengalami kesusahan.

Sehingga kendaraan yang nyaman ini menjadi kebermanfaatan dan keberkahan dalam mencapai kebahagiaan di dunia.

Tidak terasa 90 menit pengajian yang berlangsung menjadi oase bagi jemaah. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah.

Ketua PCM Gresik, Drs M. Sholihin MPd, menyampaikan, apresiasinya atas kehadiran jemaah pengajian Ahad pagi hari ini terutama bapak ibu guru SD Mugres serta Spemutu Gresik, juga tenaga medis dari RS Muhammadiyah Gresik.

Menurutnya, pengajian ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momen recharge energi spiritual di tengah kesibukan melayani masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Melihat antusiasme guru dan pegawai RS yang tetap bersemangat hadir di hari libur ini, kami optimis dakwah Muhammadiyah di Gresik akan semakin kokoh,” ujarnya. (#)

Jurnalis Bening Satria Prawita Diharja  Penyunting Sugeng Purwanto