
Tagar.co – Mentari pagi di Perguruan Muhammadiyah Cerme, Ahad (26/4/2026), menjadi saksi lahirnya struktur kepemimpinan baru Kokam Cerme Gresik yang energik.
Di hadapan ratusan pasang mata jemaah Kajian Ahad Pagi, Badan Pelaksana Operasi (BPO) Kokam Markas Cabang (Marcab) Cerme dikukuhkan.
Setelah pengukuhan dan pengajian dibuka layanan pengobatan kolaborasi Kokam Cerme dengan Klinik Muhammadiyah Cerme.
Usai pengukuhan Komandan Kokam Marcab Cerme, Muhammad Syaifullah, M.Pd, atau membakar semangat pasukannya. Ia mengingatkan baret doreng yang dikenakan membawa tanggung jawab besar.
”Seluruh pasukan Kokam Cerme harus menanamkan mental yang siap, sigap, dan peduli. Kita tidak boleh diam melihat kesulitan sesama. Fokus kita jelas: harus peduli pada kemanusiaan dan menjadi benteng kokoh bagi persyarikatan Muhammadiyah,” tegas Kang Ipul, panggilan akrabnya.

Kehadiran Arkhan, Komandan Kokam Marda Gresik, beserta para komandan Kokam se-Gresik Selatan menambah semarak acara ini.
Ditemui usai acara, Arkhan bangga dengan inisiatif yang dilakukan oleh Marcab Cerme.
”Kami mendukung penuh dan sangat mengapresiasi teman-teman Kokam Cerme khususnya Kang Ipul selaku nakhoda yang sukses mengemas pelantikan dengan aksi sosial seperti ini. Ini adalah role model,” ujarnya.
Dia berharap cabang-cabang lain segera menyusul untuk membentuk dan pelantikan BPO di wilayahnya agar gerakan kita semakin masif.
Sementara Ketua Umum Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Cerme, Yusuf As Sanusi, mengatakan, pelantikan adalah garis start untuk lari jarak jauh dalam mengabdi.
”Jangan hanya berhenti di seremoni pelantikan. Saya ingin mendongkrak semangat teman-teman pasukan agar segera membuat gebrakan-gebrakan nyata. Tunjukkan aksi yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di persyarikatan Muhammadiyah Cerme,” ujar Yusuf.
Sepanjang acara, stan pengobatan gratis dari Klinik Muhammadiyah Cerme dikerubungi jemaah. Ratusan orang memanfaatkan momen ini untuk berkonsultasi kesehatan secara gratis. (#)
Jurnalis Riski Ardiansa Penyunting Sugeng Purwanto










