
PR IPM Spemutu Gresik wujudkan aksi nyata dengan membagikan 175 nasi kotak pada Jumat Berkah. Pengamalan Surah Al-Maun menegaskan kepedulian sosial siswa terhadap warga kurang mampu di sekitar.
Tagar.co — Matahari belum meninggi di langit Gresik, Jumat (23/1/2026). Namun, belasan remaja berseragam IPM telah sibuk dengan tumpukan nasi kotak. Mereka adalah pengurus Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 1 (Spemutu) Gresik.
Pagi itu, mereka membawa misi mulia bertajuk “Jumat Berkah”. Aksi ini bukan sekadar rutinitas pekanan, melainkan manifestasi teologi Al-Ma’un yang Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, ajarkan sejak seabad silam.
Para siswa meyakini, beragama tidak boleh berhenti pada ritual ibadah semata. Mereka menerjemahkan penggalan ayat suci menjadi aksi nyata: memberi makan orang yang lapar dan peduli pada sesama. Dari lingkungan sekolah, mereka bergerak menyisir jalanan kota. Target utamanya adalah warga yang sedang berjuang mencari nafkah di bawah terik matahari.
Titik pertama adalah Jalan Basuki Rahmat. Di kawasan heritage yang kental dengan nuansa sejarah ini, para siswa menyapa tukang becak dan petugas kebersihan. Langkah kaki mereka kemudian berlanjut menuju Masjid Jami’ Gresik di Jalan Wachid Hasyim. Di pusat denyut nadi kota tersebut, mereka membagikan paket makanan kepada jemaah dan warga kurang mampu di sekitar Alun-alun Gresik.
Mengasah Mata Hati Pelajar
Perjalanan berakhir di Jalan Usman Sadar, salah satu pusat aktivitas ekonomi strategis di Gresik. Di sana, para pedagang kecil dan pekerja harian menerima paket nasi dengan senyum merekah.
Bendahara PR IPM Spemutu Gresik, Decha Choirun Nisa, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mengasah kepekaan sosial para siswa sekaligus mengusung semangat filantropi warga sekolah.
“Kami ingin rekan-rekan pelajar tidak hanya pintar di kelas, tetapi juga memiliki mata hati yang tajam melihat ketimpangan realitas sosial. Ini adalah wujud nyata kami dalam mengamalkan Surah Al-Ma’un, bahwa beragama itu harus berdampak pada sesama. Alhamdulillah, bapak ibu guru serta wali murid juga mendukung penggalangan nasi kotak ini,” ujar Decha di sela-sela pembagian.
Donasi 175 nasi kotak tersebut murni berasal dari gerakan infak sukarela siswa-siswi Spemutu, guru, tenaga kependidikan, hingga dukungan penuh wali murid. Kolaborasi apik ini membuktikan bahwa ekosistem sekolah di Spemutu sangat mendukung terbentuknya karakter dermawan pada diri setiap siswa sejak dini.
Baca Juga: Guru Spemutu Jadi Petugas Upacara Peringatan HGN 2025
Menanam Benih Kedermawanan
Apresiasi hangat datang dari masyarakat, salah satunya Surono. Penarik becak yang biasa mangkal di Kelurahan Sukorame ini menyambut bahagia pemberian dari tangan-tangan muda tersebut.
“Saya merasa sangat tertolong karena kebetulan pagi ini belum sarapan. Kegiatan sosial seperti ini sungguh membantu kami,” ungkapnya dengan nada penuh syukur.
Melihat antusiasme tersebut, Pembina IPM Spemutu Gresik, Yati SPd, mengaku bangga. Guru Bahasa Inggris ini berharap gerakan ini menjadi pemantik konsistensi bagi para siswa untuk terus menebar kebaikan. Baginya, menanamkan nilai berbagi di usia dini adalah investasi karakter yang tak ternilai harganya.
“Dengan membiasakan diri berbagi di usia dini, kami berharap nilai-nilai kemanusiaan dan kedermawanan akan melekat menjadi identitas diri mereka hingga dewasa nanti,” tutur Yati.
Melalui nasi kotak tersebut, para siswa Spemutu tidak hanya membagikan makanan, tetapi juga menyebarkan pesan kepedulian adalah bahasa universal yang mampu merekatkan hubungan antarmanusia. (#)
Jurnalis Bening Satria Penyunting Sayyidah Nuriyah












