Feature

Diklat Jurus Tunggal Tapak Suci Menyapa Ngawi

63
×

Diklat Jurus Tunggal Tapak Suci Menyapa Ngawi

Sebarkan artikel ini
Pimda 094 Ngawi menggelar Diklat Jurus Tunggal IPSI 2026 guna meningkatkan kompetensi guru olahraga Muhammadiyah dalam mencetak atlet pencak silat berprestasi di kancah nasional maupun internasional.
Peserta Diklat Jurus Tunggal IPSI 2026. (Tagar.co/Khoirul Anam)

​Pimda 094 Ngawi menggelar Diklat Jurus Tunggal IPSI 2026 guna meningkatkan kompetensi guru olahraga Muhammadiyah dalam mencetak atlet pencak silat berprestasi di kancah nasional maupun internasional.

Tagar.co — Deru napas teratur dan entakan kaki yang mantap memecah keheningan Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Sine, Ngawi. Di bawah langit Ngawi yang mulai meredup, puluhan pendekar berbaju merah khas Tapak Suci tampak serius mengikuti instruksi.

Mereka bukan sedang bersiap untuk tawuran atau sekadar olahraga sore. Mereka adalah para guru olahraga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kabupaten Ngawi yang tengah menimba ilmu dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jurus Tunggal IPSI 2026.

​Pimpinan Daerah (Pimda) 094 Tapak Suci Ngawi menginisiasi perhelatan ini selama tiga hari penuh. Mulai Jumat hingga Ahad, 9–11 Januari 2026. Menariknya, antusiasme tidak hanya datang dari internal Muhammadiyah. Seorang perwakilan dari Sekolah Aliyah Negeri Paron turut bergabung, melebur dalam semangat melestarikan warisan budaya bangsa melalui jalur prestasi.

​Selama pelatihan, para peserta tidak hanya sekadar menggerakkan badan. Mereka membedah anatomi Jurus Tunggal IPSI secara mendalam. Mulai dari presisi teknik gerakan, pemahaman mendalam terhadap aturan pertandingan terbaru, hingga sistem penilaian yang kini semakin ketat di standar kejuaraan resmi. Instruktur berpengalaman di bidang pencak silat prestasi membimbing mereka agar mampu membedakan mana gerakan yang sekadar “indah” dan mana gerakan yang “bernilai” di mata juri.

Baca Juga:  Tradisi Literasi Menggema, Peserta Kajian Ramadan PWM Jatim Terima Buku Sejarah

​Strategi Mencetak Juara dari Sekolah

​Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non-Formal (Dikdasmen dan PNF) PDM Kabupaten Ngawi memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pimda 094 ini. Mereka memandang, penguatan pembinaan olahraga di lingkungan pendidikan harus bermula dari kompetensi sang pendidik. Jika gurunya mumpuni, maka siswanya akan terarah.

​Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Ngawi, Moh. Ngabdani, menegaskan, diklat ini merupakan langkah strategis. Ia ingin guru-guru olahraga di sekolah Muhammadiyah memiliki bekal yang kuat agar proses pembinaan siswa tidak berjalan di tempat. Menurutnya, sekolah harus menjadi kawah candradimuka bagi bibit-bibit atlet sejak dini.

​“Kami menjadikan kegiatan ini sebagai media bagi guru olahraga di AUM untuk mempersiapkan siswa-siswi menghadapi berbagai kejuaraan, seperti OSN, O2SN, OSM, maupun ajang kompetisi lainnya. Harapannya, sekolah-sekolah Muhammadiyah di Ngawi semakin dikenal dan mampu bersaing di tingkat yang lebih luas,” ujar Moh. Ngabdani dengan nada optimistis saat memantau jalannya pelatihan.

​Strategi ini bukan sekadar mengejar piala. Lebih dari itu, ini upaya membangun kepercayaan diri para pelajar. Dengan penguasaan teknik yang benar sesuai standar IPSI, para siswa di Ngawi diharapkan tidak lagi merasa canggung saat berdiri di atas matras pertandingan tingkat provinsi maupun nasional.

Baca Juga:  HW Spemdalas Borong Prestasi di Acapela Tingkat Jawa Timur

Baca Juga: Tapak Suci dan Filsafat Eksistensi: Antara Jurus, Jiwa, dan Tauhid

​Panggung Pembuktian Setelah Pelatihan

​Moh. Ngabdani menyadari, sebuah pelatihan akan menguap begitu saja tanpa adanya panggung aktualisasi. Oleh karena itu, ia sudah menyiapkan rencana besar pascadiklat ini berakhir. Pihaknya bersama Pimda 094 Ngawi berencana menggelar kompetisi khusus yang akan menguji hasil serapan ilmu para guru kepada murid-muridnya.

​Rencana perlombaan pencak silat jurus tunggal IPSI tersebut akan menjadi tolok ukur efektivitas pelatihan ini. “Kami akan menyelenggarakan perlombaan sebagai bentuk tindak lanjut dan imbas dari pelatihan ini. Perlombaan tersebut menjadi wadah aktualisasi hasil pembinaan guru, sekaligus mengukur sejauh mana dampak dari pelatihan yang telah kami laksanakan,” tambahnya.

​Melalui sinergi antara diklat teknis dan kompetisi yang berkesinambungan, Pimda 094 Ngawi tengah membangun fondasi kokoh bagi masa depan pencak silat di wilayahnya. Harapannya jelas: melahirkan pendekar-pendekar pelajar yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki mental juara yang mampu mengharumkan nama sekolah dan Muhammadiyah di Kabupaten Ngawi. Kini, bola panas prestasi ada di tangan para guru yang siap menularkan jurus-jurus maut mereka ke ruang-ruang kelas dan lapangan sekolah. (#)

Baca Juga:  Kajian Ekoteologi Berbuah Aksi: Bibit Pohon, Umrah, dan Bantuan Masjid di Jember

Jurnalis Khoirul Anam Penyunting Sayyidah Nuriyah