Feature

Guru Spemutu Jadi Petugas Upacara Peringatan HGN 2025

39
×

Guru Spemutu Jadi Petugas Upacara Peringatan HGN 2025

Sebarkan artikel ini
Guru Spemutu jadi petugas upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025. Mulai dari komandan upacara, pengibar bendera, hingga pembaca teks proklamasi
H. Muhammad Thoha Mahsun, M.PdI., M.HES., saat membacakan teks Pancasila di upacara bendera Hari Guru Nasional 2025 di lapangan Spemutu Gresi (Tagar.co/Bening Satria)

Guru Spemutu jadi petugas upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025. Mulai dari komandan upacara, pengibar bendera, hingga pembaca teks proklamasi

Tagar.co – Suasana pagi hari penuh khidmat dan berselimut antusias tampak diwajah 250 siswa siswi beserta 30 guru SMP Muhammadiyah 1 (Spemutu) Gresik. Semuanya sedang melaksanakan kegiatan upacara bendera di lapangan sekolah yang beralamatkan di Jalan KH Kholil No 90 Gresik, Jawa Timur.

Seluruh elemen sekolah serempak memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025 yang mengusung tema Guru Hebat, Indonesia Kuat, Selasa (25/11/2025). Spesial pada upacara kali ini terletak pada seluruh petugas pelaksana. Mulai dari komandan upacara, pengibar bendera, hingga pembaca teks proklamasi, yang seluruhnya adalah para guru Spemutu Gresik.

Spemutu memulai upacara tepat pukul 07.00 WIB. Upacara ini jadi panggung dan sisi lain bagi bapak ibu guru yang biasanya mendampingi siswa. Kali ini tampil gagah di hadapan siswa, menunjukkan kedisiplinan dan totalitas dalam menjalankan tugas. Mereka berhasil melaksanakan setiap tahapan upacara dengan sempurna, sebuah teladan nyata tentang profesionalisme dan dedikasi.

Baca Juga:  Umbulan Tempursari: Primadona Wisata Air Murah di Lumajang

Digugu dan Ditiru

Bertindak sebagai pembina upacara Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, H Muhammad Thoha Mahsun MPdI MHES. Dalam amanatnya menyampaikan, tema Guru Hebat, Indonesia Kuat bukanlah sekadar slogan, melainkan sebuah refleksi atas peran sentral guru dalam menentukan masa depan bangsa.

“Guru Muhammadiyah memiliki tanggung jawab yang besar. Mendidik kecerdasan intelektual sekaligus membentuk karakter Islami dan kebangsaan sesuai dengan nilai-nilai persyarikatan,” ujarnya.

“Melihat bapak dan ibu guru berdiri di posisi petugas upacara merupakan simbol bahwa guru adalah digugu lan ditiru. Ini merupakan sebuah pesan kuat kepada para siswa bahwa guru kalian adalah pribadi-pribadi tangguh, hebat, dan berintegritas,” tegasnya.

Pada akhir amanatnya, dia menukil sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang berbunyi, apabila anak Adam (manusia) telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya darinya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah (sedekah yang pahalanya terus mengalir), ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakannya. Dia menyebut tiga perkara yang disebutkan dalam hadits di atas akan terus mengalir pahalanya selama dampaknya juga turut terjadi.

Baca Juga:  Jejak Al-Maun di Gresik, 175 Nasi Kotak Jadi Bahasa Kepedulian IPM Spemutu

Dengan guru yang hebat, insyaallah, Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat dan berkarakter. Peringatan HGN 2025 ini ditutup dengan pemberian penghargaan kepada lima orang guru favorit pilihan siswa Spemutu Gresik.

Evi Octavia, S.Pd., Achmad Ashari, S.Pd., Devi Churriyah, S.Pd., Rosyidul Arifibillah, M.Pd. dan Beny Firmansyah, SP.d. Masing-masing mendapatkan buket dan sertifikat penghargaan Pengabdian serta loyalitas dalam proses pembelajaran. (#)

Jurnalis Bening Satria. Penyunting Sugiran.