Feature

Nakhoda Baru PSTI Gresik dan Misi Besar Podium Juara Sepak Takraw

151
×

Nakhoda Baru PSTI Gresik dan Misi Besar Podium Juara Sepak Takraw

Sebarkan artikel ini
Persatuan Sepak Takraw Indonesia Kabupaten Gresik sukses menggelar Musyawarah Kabupaten secara daring untuk memilih ketua umum baru serta merumuskan strategi jitu guna mendulang prestasi pada 2030.
Suasana kegiatan Muskab PSTI Kabupaten Gresik yang dilaksanakan secara daring, Sabtu (4/4/2026). (Tagar.co/Bening Satria)

Persatuan Sepak Takraw Indonesia Kabupaten Gresik sukses menggelar Musyawarah Kabupaten secara daring untuk memilih ketua umum baru serta merumuskan strategi jitu guna mendulang prestasi pada 2030.

Tagar.co — Layar monitor yang menampilkan kotak-kotak wajah para pegiat olahraga itu tidak menyurutkan semangat. Sabtu pagi (4/4/2026), Pengurus Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Gresik mencatatkan sejarah baru. Mereka menyelenggarakan Musyawarah Kabupaten (Muskab) secara daring. Langkah ini menjadi pilihan cerdas untuk efisiensi koordinasi tanpa mengikis esensi pengambilan keputusan tertinggi organisasi.

Tepat pukul 09.00 WIB, Moh. Hanafi membuka ruang pertemuan virtual tersebut. Sebanyak 75 tamu undangan bergabung dalam frekuensi yang sama. Di sana, hadir jajaran pengurus KONI Kabupaten Gresik, perwakilan KONI Jawa Timur, hingga para tokoh senior sepak takraw. Tak ketinggalan, para pelatih, pengurus klub, dan atlet turut mengawal jalannya regenerasi kepemimpinan ini.

Agenda utama Muskab kali ini adalah penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) periode 2022–2026 dan pembahasan rancangan program kerja empat tahun ke depan. Puncaknya, para peserta menentukan nakhoda baru yang akan memimpin PSTI Gresik hingga tahun 2030. Ketegangan positif terasa saat satu per satu peserta memberikan masukan konstruktif untuk masa depan olahraga bola rotan ini.

Baca Juga:  Umbulan Tempursari: Primadona Wisata Air Murah di Lumajang

Misi Besar Menuju Podium Juara

Mindo Siahaan, yang mewakili KONI Kabupaten Gresik, memberikan apresiasi tinggi terhadap soliditas PSTI. Meski sarana dan prasarana masih memiliki keterbatasan, dedikasi para pengurus tidak pernah luntur. Ia meyakini, loyalitas pengurus menjadi kunci utama perkembangan olahraga di daerah.

“Kami berharap prestasi PSTI di bawah komando ketua baru semakin meningkat, baik prestasi maupun kinerjanya. PSTI harus menjadi pendulang medali bagi Kabupaten Gresik pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027 di Surabaya nanti,” ujar Mindo dengan nada optimistis.

Harapan serupa mengalir dari Nurul Yaqin, tokoh senior PSTI Gresik. Ia mengingatkan para peserta mengenai pentingnya menjaga “marwah” sepak takraw. Baginya, olahraga ini bukan sekadar ketangkasan fisik, melainkan warisan budaya yang menuntut disiplin tinggi. Nurul memimpikan Gresik kembali mendominasi ajang nasional dan regional seperti masa keemasannya dulu.

Era Baru Muhammad Muhyi

Diskusi yang hangat akhirnya mencapai mufakat. Secara aklamasi, seluruh pemilik suara memilih Dr. Muhammad Muhyi sebagai Ketua Umum PSTI Kabupaten Gresik periode 2026–2030. Kepercayaan ini menjadi mandat besar bagi Muhyi untuk membawa perubahan signifikan, termasuk pembentukan tim putri yang selama ini menjadi fokus pengembangan baru.

Baca Juga:  Nilai Spiritualitas dalam Pendidikan

Selain memantapkan tim putra dan putri, Muskab juga menyepakati peningkatan kompetensi wasit serta pelatih melalui kursus berkala. Langkah taktis lainnya adalah menghidupkan kembali liga antar-klub lokal sebagai kawah candradimuka bagi bibit-bibit muda. Muhyi menegaskan bahwa regenerasi atlet tidak boleh terputus jika ingin tetap berdiri di podium juara.

“Terima kasih atas kepercayaan para voter yang memberikan amanah ini. Muskab ini menjadi langkah berkemajuan dalam memajukan prestasi sepak takraw di Gresik. Semangat kebersamaan ini adalah modal kuat agar kita sukses dan berjaya kembali,” tegas Muhyi dalam sambutannya. Semangat itu kini menjadi api yang siap membakar motivasi para atlet menuju ajang-ajang bergengsi di masa depan. (*)

Jurnalis Bening Satria Prawita Diharja Penyunting Sayyidah Nuriyah