
PDM Kabupaten Banjar menggelar rapat kerja strategis untuk memperkuat ideologi Islam Berkemajuan melalui sinergi Majelis Tabligh, Tarjih, dan Lembaga Dakwah Komunitas secara kolaboratif.
Tagar.co — Martapura Sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui jendela Aula SMA Muhammadiyah Martapura, Sabtu, 10 Januari 2026. Ruangan itu tampak penuh oleh para penggerak persyarikatan yang datang dari berbagai penjuru wilayah. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banjar sengaja mengumpulkan mereka dalam sebuah momentum penting: Rapat Kerja Majelis Tabligh, Majelis Tarjih, dan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK).
Mengusung tema besar “Reafirmasi Gerakan Dakwah”, suasana pertemuan terasa lebih dari sekadar seremoni organisasi. Ada semangat untuk menghidupkan kembali denyut nadi dakwah dari tingkat paling bawah. Para peserta yang hadir, mulai dari anggota majelis hingga perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Banjar, tampak tekun menyimak arah kebijakan organisasi untuk masa depan.
Pertemuan ini bukan tanpa alasan kuat. PDM Kabupaten Banjar bergerak atas amanat Anggaran Rumah Tangga (ART) Muhammadiyah Pasal 34 mengenai Rapat Kerja Unsur Pembantu Pimpinan. Namun, lebih dari sekadar urusan administratif, forum ini menjadi ruang konsolidasi strategis. Mereka ingin memastikan bahwa arah dan sistem gerakan dakwah Muhammadiyah di Banjar tetap kokoh dan relevan dengan tantangan zaman.

Revitalisasi Dakwah dari Akar Rumput
Ketua PDM Kabupaten Banjar, Hasbi Rivani, berdiri di depan podium dengan suara yang mantap. Ia tidak hanya menyapa audiens, tetapi juga memberikan suntikan ideologi yang kuat. Hasbi menegaskan bahwa sasaran utama rapat kerja ini adalah mengunci komitmen gerakan dari lapisan paling mendasar.
“Sasaran rapat kerja ini adalah membangun komitmen dan sistem gerakan Muhammadiyah di akar rumput, sekaligus melakukan revitalisasi sistem gerakan dakwah yang mengusung konsep Islam Berkemajuan,” ujar Hasbi Rivani dengan nada optimis.
Bagi Hasbi, dakwah Muhammadiyah tidak boleh berhenti di atas kertas atau sekadar retorika mimbar. Ia menginginkan sebuah gerakan yang sistematis. Melalui rapat kerja ini, PDM Kabupaten Banjar menetapkan target nyata. Salah satunya, mereka mewajibkan seluruh masjid dan mushalla Muhammadiyah untuk konsisten menyelenggarakan pengajian. Namun, bukan sekadar pengajian biasa, melainkan pengajian yang mendalami ideologi Muhammadiyah, ketarjihan, serta nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Sinergi Tiga Kekuatan Dakwah
Langkah strategis kedua yang menjadi fokus adalah kolaborasi. Hasbi menyadari bahwa tantangan dakwah di era modern terlalu berat jika masing-masing lembaga berjalan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, ia mengarahkan agar Majelis Tabligh, Majelis Tarjih dan Tajdid, serta LDK bekerja secara sinergis.
Tiga unsur pembantu pimpinan ini memegang peran vital. Majelis Tabligh bertugas menyebarkan pesan, Majelis Tarjih mengawal kemurnian dan ijtihad hukum, sementara LDK merangkul komunitas-komunitas khusus yang mungkin selama ini belum terjamah dakwah arus utama.
“Ketiga unsur pembantu pimpinan ini memiliki karakter dan peran yang berbeda, tetapi harus berjalan dalam satu arah, yaitu meningkatkan pemahaman keagamaan dan memperkuat ideologi warga Persyarikatan Muhammadiyah,” tambah Hasbi menekankan pentingnya kerja tim.
Sebagai langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan program-program tersebut, PDM Kabupaten Banjar tidak ingin berhenti pada diskusi. Mereka secara resmi membentuk Korps Mubalig Muhammadiyah (KMM). Korps ini akan menjadi ujung tombak yang memastikan pesan-pesan Islam Berkemajuan tersampaikan secara merata ke seluruh pelosok Kabupaten Banjar, menjaga api dakwah tetap menyala di hati setiap jemaah. (#)
Jurnalis Muhammad Nashir Penyunting Sayyidah Nuriyah












