
Tagar.co – Tiga syukur yang jarang diucapkan manusia menjadi bahasan Pengajian Ahad Pagi PCM Lakarsantri Surabaya, Ahad (18/1/2026).
Pengajian disampaikan oleh Ustaz Imron Marzuki yang populer di konten Youtube dengan julukan Ustaz Naruto.
Ustaz Imron Marzuki membuka ceramah dengan pertanyaan kepada hadirin,”Orang yang banyak uang, hidup tenang, mudah atau sulit mengucapkan syukur?”
”Mudahhhh….” jawab hadirin.
”Sekarang kalau orang sakit, sesak napas, gak bisa bergerak, susah apa mudah mengucapkan syukur?”
”Susah….” Serempak hadirin menjawab.
Karena itu, sambung dia, selalu bersyukurlah kepada Allah ketika diberi kebahagiaan, punya uang, dan sehat.
Lantas dia menjelaskan surat Ibrahim ayat 7
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌۭ
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.
”Lainsykartum la-azidanakum dua kalimat itu sama-sama diawali dengan kata la, itu maknanya sebab akibat yang langsung terjadi. Artinya, kalau orang bersyukur, sungguh Allah akan langsung menambah menambah nikmatnya,” ujarnya.
Sementara ayat lanjutannya wa lainkafartum inna azabi layadid, diawali kata la tapi berikutnya azabi layadid. Artinya, kalau orang mengingkari nikmat, Allah tidak langsung mengazab tapi memberi peringatan dulu berupa ancaman siksaan azab.
”Orang yang berbuat salah dan dosa tidak langsung dihukum tapi diingatkan dulu untuk bertaubat,” jelasnya.
Tiga Syukur
Kemudian dia menerangkan ada tiga syukur yang suka dilupakan manusia. Pertama, bersyukur diberi kehidupan.
”Bapak ibu ketika mau tidur apakah pernah apakah yakin bakal bisahidup kembali?” tanya Ustaz Naruto.
”Yakin….,” jawan hadirin.
”Ah, siapa yang menjamin. Jangan-jangan waktu bangun sudah bertemu malaikat yang bertanya man rabbuka…” selorohnya diiringi tawa hadirin.
Dia bercerita, ada murid Imam Al-Ghazali yang suka mengeluh. Lalu dibawalah murid itu ke kuburan. Murid itu mengeluh buat apa ke kuburan karena tidak ada sesuatu yang menarik.
Imam Al-Ghazali menjawab,”Kalau kamu bisa mendengarkan suara orang-orang dalam kuburan ini maka kamu akan menghargai hidupmu.”
Kemudian dia membacakan surat Mukminun ayat 99-100.
Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu, hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.”
Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.
”Orang yang sudah mati itu memohon supaya dihidupkan lagi sebab setelah dia melihat kehidupan sesudah mati mereka getun (kecewa) selama hidup di dunia kurang berbuat kebaikan. Mereka minta hidup lagi supay bisa amal salih lebih banya,” tuturnya.
Karena itu bersyukurlah masih diberi kehidupan oleh Allah, maka gunakan hidup ini untuk kebaikan.
Syukur kedua, sehat. Orang sehat bisa menikmati hidup. Contoh, sate itu enak. Tapi kalau pas sariawan, atau sakit gigi, maka tidak bisa menikmati enaknya.
”Kepiting juga enak bagi orang yang tidak menderita kolesterol. Es teh manis juga nikmat bagi orang yang gak punya diabet,” katanya.
Karena itu bersyukurlah ketika diberi kesehatan. Sebab sehat itu mahal harganya. ”Ada orang tidak bisa kentut, terpaksa harus operasi menghabiskan uang Rp 150 juta. Bayangkan urusan kentut saja semahal itu. Karena itu puaskan kalau ingin kentut,” ujarnya diselingi tawa berderai hadirin.
Syukur ketiga, tetap muslim. ”Setiap Jumat khotib selalu menyerukan agar bertakwa dan mati dalam keadaan Islam. Sebab apakah yakin di akhir kehidupan kita tetap muslim? Belum tentu,” tandasnya.
Lalu dia bercerita, ada tetangganya keluarga muslim, qari’ suaranya indah, suatu saat sakit lalu teman-teman kantornya yang Nasrani membantunya, setelah itu mereka keluar dari Islam.
Keuntungan menjadi muslim, sambung dia, Nabi Muhammad mengatakan, siapa di akhir hayatnya mengucapkan laa ilaha illallah dzaqola jannah.
”Orang Islam itu oleh Nabi dijamin masuk surga, pasti. Cuma bedanya, ada yang langsung masuk surga, ada juga yang mampir dulu ke…. neraka,” ucapnya. (#)
Jurnalis Ichsan Mahyudin Penyunting Sugeng Purwanto












