Feature

Berpetualang, Siswa Spemdalas Belajar sambil Bermain di Lembah Pendawa

46
×

Berpetualang, Siswa Spemdalas Belajar sambil Bermain di Lembah Pendawa

Sebarkan artikel ini
Spemdalas
Siswa Spemdalas sedang melaksanakan kegiatan outbound di di Lembah Pendawa, Pandaan, Pasuruan, Senin (10/2/2025). (Ichwan Arif/Tagar.co)

Disiplin waktu dan tanggung jawab harus terus dilatih dan di ke depankan di mana pun. Maka, karakter ini harus menjadi ciri siswa sukses.

Tagar.co – Rainbow sliding atau perosotan pelangi menjadi awalan dalam kegiatan outbound siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik di Lembah Pendawa, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, Senin (10/2/2025).

Rainbow slide atau perosotannya memiliki warna yang berbeda-beda seperti pelangi, sesuai dengan namanya. Warna-warni ini menarik perhatian meski dari kejauhan. Tak hanya seru untuk bermain menjadi ucapan selamat datang bagi siswa sebelum mengikuti game dalam kegiatan tahunan outbound ini.

Perosotan ini terbuat dari plastik khusus dengan warna yang berbeda-beda. Ada tiga jalur yang bisa digunakan untuk meluncur. Lembah Pendawa merupakan wisata yang sedang viral yang terletak di Jalan Sedap Malam Nomor 99, Desa Durensewu, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Tempat wisata ini berada di 2 gunung, Gunung Arjuno—Welirang maupun Gunung Bromo.

Outbound
Siswa Spemdalas sedang melaksanakan rainbow sliding saat kegiatan outbound di di Lembah Pendawa, Pandaan, Pasuruan, Senin (10/2/2025). (Ichwan Arif/Tagar.co)

Pendidikan Karakter

Sebelum kegiatan, Kepala Spemdalas Yugo Triawanto, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan pentingnya Pendidikan karakter disiplin dalam membangun jiwa sukses. “Maka, disiplin harus diutamakan di mana dan kapan pun. Maka, kegiatan outbound ini menjadi media untuk berlatih disiplin,” ujarnya.

Dia menyampaikan, disiplin waktu dan tanggung jawab harus terus dilatih dan di ke depankan di mana pun. Maka, karakter ini harus menjadi ciri siswa sukses.

Kegiatan outbound siswa kelas VIII Spemdalas di Makoyah Lembah Pendawa ini diawali dengan naik rainbow sliding dan fun boat. Siswa dan semua guru pendamping wajib naik dua permainan awal tersebut.

“Senang banget bisa naik rainbow sliding dan fun boat,” ujar Muhammad Fahreza Putra Rachmadanni.

Baca Juga:  Bahaya Self-Diagnosis di Era Maraknya Konten Psikologi di Media Sosial

Fahreza, sapaan akrabnya, mengaku senang karena bisa naik permainan ini sebelum kegiatan permainan di kegiatan outbound.

Setelah mengikuti game awal, siswa mengikuti opening briefing dan koordinasi kelompok sebelum mereka mengikuti gun games, ice breaking, dan outbound carracter building yang dilakukan tim Makoya.

Kegiatan outbound ini selanjutnya akan mengikuti tim SAR, susur sungai, renang secara terpisah siswa putra dan putri.

Siswa Spemdalas
Siswa Spemdalas sedang melaksanakan game karakter saat kegiatan outbound di di Lembah Pendawa, Pandaan, Pasuruan, Senin (10/2/2025). (Ichwan Arif/Tagar.co)

Game Karakter

Game karakter dilakukan di kegiatan outbound siswa kelas VIII Spemdalas. Pagi sedikit mendung, siswa Spemdalas dengan senyum sumringah dan raut wajah mengembang memulai game karakter. Mereka dengan Bahagia mengikuti instruksi satu per satu yang diberikan Tim Makayo selaku provider.

Siswa kelas VIII yang dibagi menjadi dua kelompok besar memainkan 4 permainan. Mereka diberi media untuk meningkatkan karakter komunikasi, kerja sama, dan solid team.

Kelompok putra, dibagian awal diberikan bola plastik ukuran besar, bola golf, dan bola tenis meja. Mereka mengikuti kompetisi antarkelompok. Mereka berlomba-lomba bagaimana membawa bola-bola itu ke garis finish.

Yang pertama, masing kelompok diberi tantangan bagaimana mengalirkan bola golf menuju garis finish dengan media tampar hijau yang diikatkan PVC yang sudah dibelah menjadi 2. Bola itu selanjutnya dilewatkan melalu PVC hingga garis finish. Ketika bola jatuh, maka harus mengulang. Kelompok yang dinyatakan juara apabila bola itu berhasil dialirkan melalui 2 tongkat dan bola berhasil masuk dalam wadah plastik yang sudah disediakan.

“Game ini menekankan kerja sama dan komunikasi antar tim. Tadi tim saya agak sedikit ‘gopoh’ sehingga beberapa kali bola jatuh dari titian yang digunakan mengalirkan bola golf,” kata Arya Bima Arrasyid.

Baca Juga:  Jejak Al-Maun di Gresik, 175 Nasi Kotak Jadi Bahasa Kepedulian IPM Spemutu

Arya, sapaan akrabnya, mengaku permainan ini memang harus sabar, komunikasi antar teman, dan yang tidak kalah penting lagi adalah harus tenang sehingga aliran bola bisa sampai ke garis finish.

Permaina kedua adalah membawa bola plastik ke garis finish dengan media tangan. Permainan ini hanya menggunakan kedua tangan yang dialirkan dari atas yang melewati kepala. Bola dialirkan melalui kepala dengan tangan untuk sampai ke orang kedua, dan seterusnya.

“Yang gampang pada siswa yang bagian depan, tetapi yang susah itu adalah orang kedua sampai akhir. Bola tidak boleh jatuh. Kalau jatuh aliran bola dimulai dari depan lagi. Susah,” ucap Ahmad Rafif Athallah.

Sedangkan untuk kelompok putri, permainan menggunakan media 2 gelang besar yang diletakkan di lantai. Dua gelang besar nantinya dipakai media pijakan. Untuk melangkah, siswa harus memindah 2 gelang secara bergantian dengan menggunakan tongkat.

“Untuk memindahkan 2 gelang itu sangat licin. Biar bisa berhenti putaran saat memindah, maka yang dilakukan agak keras. Ini triknya,” kata Kania Almaira Anindita.

Hal senada juga disampaikan Shafira Az Zahra Adhitya. Cila, sapaan akrabnya, mengatakan permainan dengan memindah gelang plastik yang dilantai sebagai pijakan ini agak susah.

“Cicin, gelang-gelang meluncur kejauhan dari jangkuan kaki,” katanya.

Susur Sungai

Petuangan siswa Spemdalas terus berlangsung. Susur sungai dan main di kolam menjadi permainan akhir di acara outbound.

Setelah makan siang, siswa Kembali ditantang dalam 2 permainan yang memiliki unsur air. Sebelum siswa bermain dalam kolam, mereka berpetualang dengan menyusuri sungai dengan kejauhan sekitar 250 meter. Setiap sesi, baik kelompok putra dan putri, secara bergantian untuk menyusuri sungai yang di kanan kiri banyak batu berukuran besar.

Baca Juga:  Tebar 300 Takjil Berbuka Puasa, Siswa Spemdalas Kunjungi RS Petrokimia Gresik
Siswa Spemdalas sedang melaksanakan susur sungai di kegiatan outbound di di Lembah Pendawa, Pandaan, Pasuruan, Senin (10/2/2025). (Ichwan Arif/Tagar.co)

Setelah menyelesaikan susur sungai, mereka akan menunggu giliran dengan cara duduk di tepi kolam sebelum bermain di dalam kolam dengan ketinggihan selutut orang dewasa. Sambil memberikan semangat pada 2 kelompok dalam melakukan permainan di dalam kolam, mereka berteriak dan bertepuk tangan.

Dalam permainan di dalam kolam, setiap kelompok yang terdiri dari 8 siswa harus menaiki ban sejumlah 4 yang sudah dikat bergandengan. Cara permainan, yaitu kedua kelompok akan melakukan kompetisi menuju garis finish.

Ketika mereka mengawali kompetisi, terlebih dahulu mereka harus memukul bola yang digantungkan di sekitar tali hijau yang melintang di atas kolam, sebagai penanda kelompok akan melajukan ban dengan kekuatan kaki dan tangan.

Mereka akan ‘mengayu’ laju ban secepat-cepatnya sampai di garis finish. Dalam kolam dengan panjang lebar sekitar 20 meter kali 10 meter ini, siswa melaju arah ban dan selanjutnya akan menyetuh dengan cara memukul bola sebagai penanda kelompok telah selesai dan sampai di garis finish.

“Permainan ini seru karena harus basah-basahan,” Arya Bima Arrasyid.

Dia mengaku sangat senang bisa menyusuri Sungai dan bermain di dalam kolam. Keduanya ada unsur air. “Ini yang membuat acara game ini seru dan menarik,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan, Ahmad Rafif Athallah. Dia menceritakan kegiatan susur sungai awalnya sedikit takut, tetapi ketika kaki sudah masuk ke sungai, sudah tidak lagi. “Tapi Ketika jalan harus berhati-hati karena banyak batu besar di dasarnya,” ujarnya. (#)

 

Jurnalis Ichwan Arif