Feature

Bahu Membahu di Hari Raya: Kurban Jadi Momen Perekat Keluarga Besar Bani Kerto Kartiman

44
×

Bahu Membahu di Hari Raya: Kurban Jadi Momen Perekat Keluarga Besar Bani Kerto Kartiman

Sebarkan artikel ini
Proses penyembelihan hewan kurban di belakang rumah Munisah, Sidowungu RT 1 RW 1 Menganti Gresik, Jawa Timur, Jumat, 6 Juni 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Di Desa Sidowungu, keluarga besar Bani Kerto Kartiman menjadikan Iduladha sebagai tradisi tahunan untuk berkumpul, berkurban, dan berbagi dalam harmoni penuh cinta.

Tagar.co – Dua ekor sapi disembelih bukan sekadar untuk menjalankan sunah kurban, melainkan juga demi mempertemukan dan mengeratkan kembali ikatan keluarga besar Bani Kerto Kartiman. Jumat pagi, 6 Juni 2025, halaman rumah Munisah di Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Gresik, dipenuhi oleh canda tawa, kerja sama, dan semangat kebersamaan.

Munisah, perempuan paruh baya itu, dikenal di lingkungannya sebagai sosok yang tak pernah absen mengajak saudara-saudaranya berkurban bersama setiap Iduladha. Tak seperti kebanyakan orang yang menyerahkan hewan kurban ke panitia masjid, ia dan anak-anaknya memilih menyembelih sendiri, memasak sendiri, bahkan mendistribusikan daging kurban pun dilakukan oleh keluarga sendiri.

Baca juga: Dari Gubuk Reyot ke Tanah Suci: Kisah Kaji Bejo Dapat Mukjizat saat Tragedi Mina

“Ibu anak keempat dari tujuh bersaudara,” tutur Wahyu Utaminingsih (39), anak sulung Munisah. “Setiap tahun kami patungan beli sapi. Ada yang bertugas membeli hewan, ada yang belanja kebutuhan dapur, dan ada juga yang masak. Semua kebagian peran.”

Baca Juga:  Jejak Manis di Balik Es Krim

Menurut Wahyu, Iduladha menjadi satu-satunya momen ketika semua anggota keluarga bisa berkumpul lengkap.

“Kalau Lebaran kadang tidak bisa kumpul karena ada yang harus mudik ke rumah mertua. Tapi Iduladha, kami prioritaskan untuk kumpul di sini,” ucapnya.

Munisah (di atas kursi roda) bekerja sama dengan keluarga besarnya saat pemotongan hewa kurban di belakang rumahnya, Sidowungu RT 1 RW 1 Menganti Gresik, Jawa Timur, Jumat, 6 Juni 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Tahun ini keluarga Munisah membeli dua ekor sapi. Sekitar pukul 08.00 WIB, sekitar dua puluh pria dari keluarga besar itu berkumpul di halaman rumah untuk menyembelih hewan kurban. Tanpa bantuan jagal profesional, mereka mengerjakan semuanya sendiri. Sementara itu, para perempuan sibuk di dapur menyiapkan gulai dan sate.

Aroma sate mulai menyebar di udara, menarik perhatian anak-anak. Salah satunya, Sultan Ahmad Ateem (7), cucu Munisah, tampak lahap menyantap hasil bakaran Wahyu. “Enak banget, aku sampai habis satu piring,” katanya sambil memegang perut dan tertawa puas.

Setelah proses penyembelihan dan pemotongan selesai, daging ditimbang dan dikemas ke dalam kantong plastik. Wahyu mengatakan, sekitar 300 kantong daging dibagikan kepada saudara, tetangga, dan warga sekitar. Semua proses distribusi pun dilakukan secara mandiri oleh keluarga mereka.

Baca Juga:  Eks Kepsek TK Penggerak Manfaatkan Halalbihalal untuk Perkuat Sinergi

“Kalau kurban kami serahkan ke panitia masjid, mungkin tidak ada momen seperti ini,” ujar Wahyu. “Kebersamaan, gotong-royong, dan bahu-membahu seperti ini yang membuat kurban kami terasa lebih bermakna.”

Perayaan Iduladha keluarga besar Bani Kerto Kartiman bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga menyatukan hati dan menumbuhkan rasa kasih sayang antarkeluarga. Sebuah teladan indah bagaimana kurban bisa menjadi perekat silaturahim dan sarana meraih rida Allah Swt. di tengah kesibukan hidup masing-masing. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni