Feature

Ayo Dolanan Bareng! TK Aisyiyah 36 PPI Bangkitkan Permainan Tradisional

25
×

Ayo Dolanan Bareng! TK Aisyiyah 36 PPI Bangkitkan Permainan Tradisional

Sebarkan artikel ini
Siswa Kelompok B2 Hebat memainkan permainan tradisional ulo-uloan (Tagar.Co/Kurniawati)

Pengenalan permainan tradisional kepada anak usia dini sangatlah penting untuk melatih fisik motorik, kerja sama, kecakapan, dan sosialisasi.

Tagar.co – Di bawah naungan atap teras Masjid At-Taqwa PPI, tiga anak perempuan tampak asyik menggelindingkan ban bekas berwarna hitam. Mengenakan seragam olahraga hijau-kuning lengkap dengan jilbab senada, mereka mendorong ban-ban tersebut dengan langkah-langkah kecil, berusaha menjaga keseimbangan. Senyum tipis tersungging di bibir mereka, mencerminkan keseruan dan fokus dalam permainan “Ban Gelinding” ini.

Itulah salah satu permainan tradisional yang sedang dimainkan oleh anak-anak TK Aisyiyah 36 Perumahan Pongang Indah (PPI) Gresik, Jawa Timur. Hari itu semangat belajar mereka terpancar di halaman Masjid At-Taqwa PPI Gresik, tempat di mana tawa dan keceriaan permainan tradisional akan segera membahana.

Mengusung tema “Ayo Dolanan Bareng!”, kegiatan ini merupakan puncak perayaan topik permainan tradisional yang telah dipelajari di minggu pertama semester 2.

Baca juga: Saat Tamu Jauh Larut dalam Gerakan Ceria Siswa TK Aisyiyah 36 PPI Gresik

Nur Lailah, S.Pd., penanggung jawab kegiatan, menjelaskan pengenalan permainan tradisional kepada anak usia dini sangatlah penting. “Permainan tradisional ini sangat baik sekali untuk dikenalkan kepada anak-anak usia TK, untuk melatih fisik motorik, kerja sama, kecakapan, dan sosialisasi,” ujarnya.

Lebih dari sekadar bermain, kegiatan ini juga mengemban misi mulia. “Tujuan permainan tradisional adalah untuk melestarikan permainan tradisional Indonesia dan juga agar anak-anak familiar dengan permainan olah tubuh ini serta agar anak-anak tidak selalu bermain dengan gadget,” tambah Ustadzah Lailah, sapaan akrabnya.

Siswa Kelompok A3 Ceria memainkan permainan tradisional ban glinding (Tagar.co/Anik Nur Asiyah)

Ceria Bersama

Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah, Rehayuni, S.Ag., yang mengingatkan anak-anak tentang pentingnya permainan tradisional dan tata krama selama berada di area masjid.

Kemudian, Ustazah Lailah memaparkan berbagai permainan tradisional yang akan dimainkan, dilanjutkan dengan demonstrasi oleh beberapa guru. Mulai dari “Sapu Tangan,” “Ban Gelinding,” “Boi-boian,” “Bakiak,” “Ulo-uloan,” hingga “Kebanjiran,” semuanya diperagakan dengan penuh semangat, membangkitkan rasa ingin tahu anak-anak.

Sebanyak 85 siswa kemudian dibagi menjadi enam kelompok, sesuai dengan kelas masing-masing. Dengan bimbingan ustadzah, mereka bergantian menjajal setiap permainan. Sontak, halaman masjid yang biasanya tenang berubah menjadi arena bermain yang meriah. Tawa riang dan sorak sorai anak-anak terdengar bersahut-sahutan, menjadi simfoni keceriaan yang menularkan semangat.

“Us… Aku sudah lancar main sandal gandeng (bakiak), udah bisa cepat sama Kaisa,” celetuk Gendhis Ayu Rakasiwi, salah satu siswi, dengan antusias di sela-sela permainan bakiak.

Keseruan juga dirasakan oleh siswa kelas B2 yang hebat. “Senang Us… Hari ini, aku bisa main semua, tapi yang paling seru main ulo-uloan (ular-ularan). Aku ditangkap, terus milih ikut Elhasiq, habis itu kejar-kejaran biar tidak ditangkap, pokoknya seru yang itu,” ungkapnya dengan binar mata yang berbinar.

Meskipun gerimis mulai turun dan hari semakin siang, semangat anak-anak tak luntur. Kegiatan pun diakhiri, dan rombongan kecil itu kembali ke sekolah, membawa serta kenangan manis tentang keceriaan bermain permainan tradisional.

“Ayo Dolanan Bareng!” bukan sekadar tema, melainkan sebuah ajakan untuk kembali pada kekayaan budaya bangsa, menumbuhkan keceriaan dan kebersamaan di tengah gempuran teknologi masa kini. (#)

Jurnalis Kurniawati Penyunting Mohammad Nurfatoni