Feature

Berjuang di Garis Depan Pendidikan Anak Usia Dini: Refleksi Baitul Arqam AUA Gresik

30
×

Berjuang di Garis Depan Pendidikan Anak Usia Dini: Refleksi Baitul Arqam AUA Gresik

Sebarkan artikel ini
Pembukaan oleh ketua PDA Gresik, innik Hikmatin S.Pd M.Pd (Tagar.CO/Triwulandari Happyani)

Dalam suasana penuh syukur, ratusan guru TK ‘Aisyiyah dari tiga kecamatan di Gresik mengikuti Baitul Arqam. Mereka dipupuk militansinya, diperkuat ideologinya, dan diteguhkan peranannya sebagai perempuan berkemajuan di dunia pendidikan anak usia dini.

Tagar.co – Suasana khidmat menyelimuti Aula SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik pada Sabtu (28/6/2025). Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik secara resmi membuka kegiatan Baitul Arqam untuk amal usaha Aisyiyah (AUA).

Mengusung tema “Meneguhkan Militansi Ber-‘Aisyiyah sebagai Implementasi Risalah Perempuan Berkemajuan”, kegiatan ini menjadi momen penting bagi para guru Taman Kanak-Kanak (TK) Aisyiyah untuk memperkuat ideologi dan semangat juang mereka.

Sebanyak 103 peserta dari Kecamatan Gresik, Manyar, dan Kebomas hadir dalam kegiatan ini. Mereka adalah para guru dan kepala sekolah dari KB-TK Aisyiyah yang berada di wilayah tengah Kabupaten Gresik.

Tujuan kegiatan ini memperdalam nilai-nilai keaisyiyahan dan menguatkan militansi dalam mengemban peran sebagai pendidik dan perempuan berkemajuan.

Risalah Perempuan Berkemajuan dan Militansi Kader

Wakil Ketua PDA Gresik, Nurfadlilah, M.Pd., dalam sesi iftitah memaparkan tujuh nilai dalam Risalah Perempuan Berkemajuan, yaitu:

  • Iman dan takwa

  • Taat beribadah

  • Akhlak karimah

  • Berpikir tajdid (pembaruan)

  • Bersikap wasatiah (tegas dan adil)

  • Amaliah salehah

  • Sikap inklusif (melayani semua kalangan)

Baca Juga:  Fikih Wanita di PKDA Smamsatu: Taharah dan Tiga Macam Darah Dibahas Tuntas

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi bagi perempuan ‘Aisyiyah dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan anak usia dini.

Pembukaan oleh Ketua PDA Gresik Innik Hikmatin S.Pd M.Pd (Tagar.co/Triwulandari Happyani)

Lagu “Syukur” Jadi Pembuka Penuh Makna

Ketua PDA Gresik Innik Hikmatin, S.Pd., M.Pd., mengawali sambutannya dengan menyanyikan lagu wajib Syukur. Seluruh peserta ikut larut menyanyikan bait demi bait, hingga suasana berubah syahdu dan penuh haru.

Setelah bait terakhir dilantunkan, Innik menyapa peserta dan melontarkan pertanyaan sederhana yang mengundang refleksi:

“Sudah berapa lama panjenengan semua tidak mendengarkan lagu wajib tersebut?”

Serempak para peserta menjawab, “Lama sekali.”

Pertanyaan itu bukan tanpa maksud. Innik mengajak seluruh peserta untuk kembali menanamkan semangat syukur, termasuk melalui lagu-lagu nasional religius yang sarat nilai dakwah. “Kalau jiwa kita penuh syukur, insyaallah panjenengan semua akan bahagia dan semangat mengikuti Baitul Arqam ini,” ujarnya penuh semangat.

“Militansi Beraisyiyah berarti memiliki semangat juang tinggi, komitmen, dan tindakan nyata dalam menjalankan misi dakwah dan pemberdayaan perempuan,” tegas Innik.

Ia juga menekankan bahwa seluruh guru dan kepala KB-TK ‘Aisyiyah hendaknya aktif dalam kegiatan organisasi, baik di tingkat ranting maupun cabang, karena mereka adalah garda depan dalam menyebarkan nilai Islam berkemajuan.

Baca Juga:  Fikih Sentuhan Lawan Jenis Dibahas di Pengajian PCA Kebomas, Wudu Tetap Sah?

Kolaborasi Majelis, Wujud Sikap Inklusif

Kegiatan Baitul Arqam ini diselenggarakan secara kolaboratif antara Majelis Pendidikan Kader (MPK), Majelis PAUD-Dikdasmen, Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK), serta IGABA Gresik. Kerja sama lintas majelis ini dinilai sebagai wujud nyata sikap inklusif dalam gerakan perempuan Muhammadiyah.

Dalam penutup sambutannya, Innik Hikmatin menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan majelis yang terlibat. Ia menyebut satu per satu, termasuk Ketua MPK Lilik Isnawati, M.Pd., Ketua PAUD-Dikdasmen Musyrifah, S.Pd.I., serta Riza Agustina, M.Pd., dari MTK.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya buka kegiatan Baitul Arqam Amal Usaha ‘Aisyiyah Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Gresik. Semoga Allah Swt. meridai dan senantiasa menyertai langkah serta upaya kita semua,” tuturnya penuh doa.

Kegiatan pembukaan ditutup dengan pembacaan doa dan penyematan ID card peserta, menandai dimulainya proses pembinaan ideologis dan spiritual bagi para guru TK ‘Aisyiyah yang siap menjadi pelopor perempuan berkemajuan.

Jurnalis Kurniawati Penyunting Mohammad Nurfatoni