
Simulasi manasik haji, TK Aisyiyah 36 PPI kenalkan ibadah haji sejak dini, tanamkan nilai agama, dan tumbuhkan cinta syiar Islam pada anak-anak.
Tagar.co – Pemandangan tak biasa terpampang jelas di halaman Masjid At-Taqwa Pongangan. Beralamat di Jalan Sawit Nomor 4, Perum Pongangan Indah (PPI), Gresik, Jawa Timur. Ratusan anak berusia 5–7 tahun berlarian ke sana-ke mari mengenakan pakaian ihram yang lazim orang berhaji gunakan.
TK Aisyiyah 36 PPI menggelar simulasi manasik haji di halaman Masjid At-Taqwa PPI, Rabu (11/6/2025). Seluruh siswa TK A, TK B, serta siswa KB Aisyiyah PPI mengikuti kegiatan tersebut. Ini menandai langkah awal mereka dalam memahami salah satu rukun Islam yang paling mulia.
Simulasi manasik haji oleh sekolah rujukan tingkat Provinsi Jawa Timur dan Pimpinan Pusat Aisyiyah itu terselenggara dengan tujuan memperkenalkan ibadah haji sejak dini kepada anak-anak.
“Dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, harapannya anak-anak dapat memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji secara umum, menanamkan nilai-nilai keagamaan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap syiar Islam,” ujar Nur Latifah, guru penanggung jawab.
Sejak pagi, para siswa yang mengenakan pakaian ihram layaknya jemaah haji sesungguhnya, telah memadati area simulasi. Mereka terlihat sangat antusias dan bersemangat mengikuti setiap tahapan manasik.
Mulai dari niat ihram, para ustazah dengan sabar menjelaskan setiap rukun dan wajib haji. Kemudian, mereka melakukan tawaf mengelilingi miniatur Ka’bah yang telah guru siapkan. Senyum lebar terpancar dari wajah polos mereka saat melafalkan talbiyah, mengikuti arahan para guru.
Setelah tawaf, simulasi berlanjut dengan sa’i. Yaitu berjalan kaki antara Bukit Safa dan Marwah. Meskipun hanya dalam skala miniatur, semangat anak-anak tak luntur. Mereka berjalan dengan tertib, menirukan gerakan yang para guru contohkan.
Tak ketinggalan, kegiatan melempar jumrah juga mereka simulasikan menggunakan replika jamarat. Lempar jumlah mengajarkan mereka tentang simbolisasi pengusiran setan.

Mencintai Ibadah Haji
Ustazah Nur, sapaan akrab sang penanggung jawab, menyampaikan kegiatan ini merupakan agenda rutin sekolah sebagai bagian dari pendidikan agama.
“Kami ingin anak-anak sejak usia dini sudah mengenal dan mencintai ibadah haji. Dengan simulasi ini, mereka bisa merasakan secara langsung suasana dan tata cara pelaksanaannya, meskipun dalam bentuk yang sederhana,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, antusiasme anak-anak menjadi motivasi besar bagi para ustazah untuk terus berinovasi dalam metode pembelajaran agama.
Senada dengannya, Dwi Fatmawati, bunda dari Kemas Afnan Al Fatih kelompok A1, mengungkapkan kegembiraannya melihat partisipasi aktif buah hati.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar simulasi fisik, tetapi juga penanaman karakter dan nilai-nilai Islam. Kami berharap pengalaman ini akan menjadi bekal positif bagi anak kami di masa depan,” katanya.
Senada dengan orang tuanya, Fatih pun juga mengekspresikan kegembiraannya mengikuti simulasi manasik haji. Menurutnya, meski panas dan terasa haus, ia tetap semangat mengikuti Ustazah Nur dalam menunaikan satu per satu rukun haji.
Dengan suksesnya simulasi manasik haji ini, TK Aisyiyah 36 PPI dan Kelompok Bermain Aisyiyah PPI telah memberikan pengalaman berharga bagi para siswanya. Dari sinilah benih-benih keimanan yang tertanam sejak dini akan tumbuh subur. Kelak menjadikan mereka generasi yang berakhlak mulia serta senantiasa mencintai ajaran agama. (*)
Jurnalis Bening Satria Prawita Diharja Penyunting Sayyidah Nuriyah












