Feature

Asrama Hidup Kembali: Santri Al-Fattah Kembali ke Pondok Pascalebaran

50
×

Asrama Hidup Kembali: Santri Al-Fattah Kembali ke Pondok Pascalebaran

Sebarkan artikel ini
Libur telah usai. Santri Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo kembali ke asrama dengan semangat baru. Dari pengurus Hisfa hingga santri umum, semua bersiap menapaki babak baru pascalebaran.
Mobil diparkir dengan berjajar rapi karena wali menyerahkan santri dan menandatangani keterangan bahwa santri telah kembali ke pondok (Tagar.co/Azkia)

Libur telah usai. Santri Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo kembali ke asrama dengan semangat baru. Dari pengurus Hisfa hingga santri umum, semua bersiap menapaki babak baru pascalebaran.

Tagar.co – Suasana asrama Pondok Pesantren Al-Fattah, Sidoarjo, Jawa Timur, kembali hidup selepas libur hari raya Idulfitri. Kedatangan santri SMP dan SMA pada Sabtu dan Ahad, 12–13 April 2025, menandai dimulainya kembali kegiatan pesantren dengan semangat baru.

Suasana ceria mulai terasa sejak Sabtu (12/4), saat para pengurus Hisfa—organisasi santri internal pondok—tiba lebih awal di asrama. Mereka datang bukan hanya untuk memulai aktivitas lebih dulu, tetapi juga mempersiapkan kedatangan teman-teman santri lainnya keesokan harinya.

Baca juga: Mengaji di Libur Ramadan: Santri Al-Fattah Tetap Hidupkan Tradisi Ilmu

Kedatangan mereka disambut hangat oleh santri yang masih tinggal di asrama, seperti Ovalmit dan Julhijah, santri kelas 12 asal Nusa Tenggara Timur.

Setibanya di pondok, para pengurus Hisfa diarahkan oleh wali santri menuju meja registrasi untuk mengisi daftar hadir. Pemeriksaan barang bawaan pun dilakukan oleh asatiz yang bertugas, memastikan segala sesuatu sesuai aturan pondok. Setelah proses selesai, para wali santri berpamitan, sementara pengurus bersiap menjalankan tugas mereka esok hari: menyambut santri lainnya.

Baca Juga:  DDII Jatim Targetkan 600 Dai, ADI Jadi Kunci Kaderisasi Dakwah
Kedatangan santri Al-Fattah setelah libur hari raya Idulfitri (Tagar.co/Azkia)

Ahad pagi, gelombang kedatangan santri non-Hisfa mulai memadati lingkungan pesantren. Para pengurus yang sudah siaga sejak pagi langsung menjalankan perannya: mengecek kelengkapan tugas liburan, serta memeriksa barang bawaan santri.

Pengecekan ini bertujuan memastikan tidak ada barang terlarang seperti ponsel, alat elektronik, pakaian yang tidak sesuai aturan pondok, maupun kosmetik yang tidak diperkenankan bagi santriwati.

Wali santri pun menunggu dengan sabar hingga proses pemeriksaan selesai. Jika semua sudah beres—tugas liburan lengkap dan barang bawaan sesuai ketentuan—santri dipersilakan masuk ke dalam area asrama dan menuju kamar masing-masing.

Kembalinya seluruh santri ke pondok menghadirkan kembali dinamika khas kehidupan pesantren. Kamar-kamar yang semula sepi kembali ramai oleh canda dan tawa. Rutinitas harian pun mulai bergulir: salat berjemaah, belajar, dan berbagi cerita pascalebaran.

Dengan semangat yang terbarukan dan wajah-wajah penuh antusiasme, para santri siap menjalani hari-hari penuh makna di pesantren. Libur telah usai, kini saatnya kembali menuntut ilmu dan menempa diri menjadi insan yang lebih baik. (#)

Baca Juga:  Pembekalan Praktik Dakwah Lapangan Santri Al-Fattah Ditutup dengan Materi Panca Jiwa Pondok

Jurnalis Nur Djamilah Penyunting Mohammad Nurfatoni