Feature

Aroma Pewangi Alami SD Mugres Sambut Juri LLSMS

41
×

Aroma Pewangi Alami SD Mugres Sambut Juri LLSMS

Sebarkan artikel ini
Indah Kurnia Safitri (berdiri) saat diwawancarai oleh juri LLSMS, Zufra Inayah dan Mohammad Nurfatoni. (Tagar.co/Abizar Purnama)

Inovasi unik pewangi alami buatan guru di SD Mugres Kampus A menyambut juri Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat. Sebuah terobosan menciptakan lingkungan belajar yang ramah lingkungan dan menenangkan.

Tagar.co — Suasana berbeda menyambut dua juri Lomba Lingkungan Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) saat menginjakkan kaki di SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A, Selasa (05/08/2025).

Setiap ruangan yang mereka kunjungi menyebarkan aroma harum yang lembut dan menyegarkan. Mulai dari kelas, perpustakaan, ruang guru, hingga ruang layanan. Aroma itu bukan berasal dari semprotan kimia, melainkan dari pewangi alami hasil racikan tangan guru.

Zufra Inayah, S.KM., M.Kes., juri dari Majelis Lingkungan Hidup PDM Gresik yang sehari-harinya menjadi dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gresik, dan Drs. Mohammad Nurfatoni dari Majelis Dikdasmen-PNF PDM Gresik, hadir sebagai juri. Keduanya mengaku sangat terkesan.

“Saya merasa seperti berada di taman aromaterapi. Harumnya tidak menusuk, justru menenangkan. Ini inovasi sederhana, tetapi berdampak sangat positif,” ujar Zufra setelah berkeliling di beberapa ruangan.

Baca Juga:  Penutupan Program PLP II Mahasiswa PAI FAI UMG di Spemdalas Berlangsung Khidmat

Baca Juga: Ruang Sunshine SD Mugres, Sudut Tenang yang Sarat Makna dalam Visitasi LLSMS

    Juri LLSMS Zufra Inayah mencoba merasakan pewangi alami ruang racikan guru SD Mugres Kampus A (Tagar.co/Abizar Purnama)

Inovasi Cerdas Berbahan Herbal

Dua guru SD Mugres, Indah Kurnia Safitri, S.Pd., dan Venna Yulia Rachmawati, S.Pd. adalah sosok di balik pengharum alami itu. Mereka berinisiatif menekan penggunaan bahan kimia berlebihan di lingkungan sekolah.

Indah menjelaskan, ide ini muncul karena kekhawatiran akan risiko kesehatan yang bisa timbul dari pewangi semprot berbahan kimia, terutama pada anak-anak. “Anak-anak banyak yang sensitif terhadap bau tajam. Kami ingin menciptakan atmosfer yang segar, alami, dan aman bagi murid serta guru,” ungkap Indah saat diwawancarai.

Pewangi alami itu dia racik dari bahan herbal yang mudah dia temukan. Seperti pandan wangi, bunga lawang, irisan lemon, serai, kayu manis, dan daun rosemary. Plus minyak esensial. Seluruh bahan mereka letakkan di dalam gelas kaca bening yang mempercantik ruangan. Bahan-bahan ini mereka ganti setiap pekan untuk menjaga kesegaran.

Baca Juga:  Enam Guru Mugeb Lolos Wardah Inspiring Teacher Gen 8

Racikan ini tidak sekadar ramah lingkungan, tetapi juga memiliki banyak manfaat kesehatan. Serai dan lemon berfungsi sebagai antibakteri dan penyegar udara alami. Pandan memberikan efek relaksasi, sedangkan kayu manis membantu mengusir serangga dan menciptakan rasa nyaman. Minyak esensial seperti lavender atau peppermint untuk mengurangi stres dan meningkatkan fokus belajar.

“Ini bukan sekadar pewangi, tapi juga bagian dari terapi lingkungan sekolah. Kami ingin murid-murid merasa nyaman, segar, dan lebih fokus saat belajar. Guru pun jadi lebih semangat,” tambah Indah.

Baca Juga: Cilukba! Sambut Juri Lomba Sekolah Sehat di SD Mugres

Sekolah Sehat, Belajar Hebat

Zufra Inayah menilai inisiatif ini sebagai contoh praktik cerdas dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat secara menyeluruh. “Kita terlalu sering hanya menyoroti toilet bersih atau tempat sampah. Padahal, aspek kualitas udara dan kenyamanan aroma juga sangat penting,” jelas Zufra saat wawancara dengan Indah.

Kepala SD Mugres Kampus A, Eka Meitasari, S.Pd., menyatakan, inovasi semacam ini akan terus pihaknya kembangkan. “Kami ingin membangun sekolah yang peduli, dari kebijakan besar sampai ke hal terkecil seperti aroma ruang. Semuanya berperan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan sehat,” pungkasnya.

Baca Juga:  Dua Siswa Spemdalas Lolos Final Matematika dan IPA Olympicad Ke-VIII Makassar

Kehadiran aroma alami ini menjadi bukti, kesehatan lingkungan tidak hanya terlihat dari kebersihan fisik, tetapi juga dari kenyamanan udara yang dihirup setiap hari, menciptakan ekosistem pendidikan sehat yang menyeluruh. (#)

Jurnalis Abizar Purnama Penyunting Sayyidah Nuriyah