Feature

Belajar Membatik di Wisata Giri Kuno, Siswa Heran Lihat Canting

37
×

Belajar Membatik di Wisata Giri Kuno, Siswa Heran Lihat Canting

Sebarkan artikel ini
Belajar membatik
Murid SD Mugres Kampus A belajar membatik di Wisata Giri Kuno, Gresik, (Tagar.co/Venna Yulia R.)

Tagar.co – Belajar membatik di acara One Day One Trip digelar di Wisata Giri Kuno (WGK) menjadi pengalaman tak terlupakan bagi murid kelas 4 SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A, Kamis (23/4/2026).

Acara bertajuk Eksplorasi Batik Khas Gresik diikuti sebanyak 92 murid didampingi 8 guru mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias.

Sejak pagi murid bersiap di sekolah, kemudian berangkat menuju lokasi untuk mengikuti rangkaian pembelajaran berbasis pengalaman tentang batik khas Gresik.

Kegiatan diawali pemaparan materi oleh narasumber dari pengurus WGK. Dalam sesi ini, murid dikenalkan alat dan bahan pembuatan batik, mulai dari kain, canting, malam (lilin batik), hingga pewarna kain. Siswa baru tahu alat membatik berupa canting untuk mengolesi pola gambar yang bebas dari warna.

Narasumber juga menjelaskan tahapan proses membatik secara runtut dan sederhana agar mudah dipahami.

Salah satu narasumber, Riza, menyampaikan pentingnya mengenal budaya lokal sejak dini.

“Membatik itu bukan hanya menggambar, tapi juga melatih kesabaran dan ketelitian. Setiap goresan memiliki nilai seni dan makna,” ujar Riza di hadapan para murid.

Baca Juga:  Emas Sains dan Perunggu Matematika Adira Nayla untuk SD Mugres

Usai pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik. Murid dibagi dalam kelompok kecil berisi 2-3 orang. Setiap kelompok mendapatkan selembar kain untuk dikerjakan bersama.

Tahap pertama, murid menggambar motif di atas kain sesuai kreativitas mereka. Setelah itu, mereka mulai mencanting motif menggunakan malam cair. Dengan penuh kehati-hatian, murid mencoba mengikuti garis yang telah dibuat.

Tahapan berikutnya adalah mewarnai motif menggunakan cat kain, lalu kembali menimpa bagian tertentu dengan malam sebagai bagian dari teknik pewarnaan bertahap.

Proses dilanjutkan dengan pencelupan warna pada kain, hingga akhirnya kain dijemur untuk mengeringkan hasil karya mereka. Meski terlihat sederhana, setiap tahap memberikan pengalaman belajar yang mendalam bagi murid.

Tiga murid SD Mugres memamerkan hasil karya batiknya. (Tagar.co/Venna Yulia R.)

Kepala SD Mugres, Luluk Subaidah, S.Pd., mengatakan,  pembelajaran di luar kelas seperti ini sangat penting untuk menguatkan keterampilan hidup murid.

“Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar tentang budaya batik, tetapi juga melatih kreativitas, kerja sama, serta kemandirian. Ini adalah bagian dari pembelajaran bermakna yang kami kembangkan di SD Mugres,” tutur Luluk.

Baca Juga:  Belajar Membuat Poa, Pelajaran Olahraga yang Asyik

Salah satu murid Amila Habiel Lahji mengungkapkan kegembiraannya setelah mengikuti kegiatan.

“Awalnya sulit saat mencanting, tapi lama-lama jadi seru. Senang sekali bisa membuat batik sendiri,” ungkap Amila dengan wajah ceria.

Kegiatan belajar membatik ditutup dengan persiapan kembali ke sekolah. Murid pulang membawa hasil karya dan pengalaman berharga tentang proses kreatif dan kecintaan terhadap budaya lokal. (#)

Jurnalis Venna Yulia Rachmawati  Penyunting Sugeng Purwanto