
Adira Nayla Azzahra, murid kelas II SD Mugres, sukses menyabet medali emas sains pada Grand Final Nasional Komperasia Ke-2 2026 di Unesa usai menyisihkan ratusan peserta.
Tagar.co – Suasana Gedung Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tampak lebih ramai dari biasanya, Sabtu, 10 Januari 2026. Ratusan pelajar dari berbagai penjuru Nusantara berkumpul dengan satu tujuan: membuktikan ketajaman intelektual mereka dalam ajang Grand Final Nasional Kompetisi Pelajar Juara Indonesia (Komperasia) ke-2.
Di tengah kerumunan itu, terselip sosok mungil yang memancarkan kepercayaan diri tinggi. Ia adalah Adira Nayla Azzahra, murid kelas II SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A.
Gadis kecil ini bukan sekadar hadir sebagai pelengkap. Nayla datang membawa misi besar untuk membawa pulang prestasi bagi sekolah dan daerahnya. Komperasia Ke-2 sendiri merupakan panggung akademik bergengsi yang bertujuan mengasah potensi, menumbuhkan semangat juang, dan melatih daya saing pelajar sejak usia dini. Persaingan di babak final ini sangat ketat karena hanya mempertemukan para jawara terbaik dari seleksi tingkat daerah di berbagai provinsi.
Saat pengumuman juara tiba, nama Adira Nayla Azzahra menggema di seluruh ruangan. Ia berhasil menyabet Medali Emas untuk kategori sains. Kemenangan ini bukan sebuah kebetulan atau keberuntungan semata. Capaian tersebut merupakan buah dari konsistensi Nayla dalam melahap berbagai soal sains yang menantang. Ia membuktikan usia belia bukanlah penghalang untuk menguasai konsep-konsep ilmiah yang rumit. Prestasi ini sekaligus mengukuhkan posisi SD Mugres sebagai sekolah yang konsisten mencetak talenta-talenta muda di bidang akademik tingkat nasional.
Baca Juga: Semangat Murid Berkebutuhan Khusus Warnai Studi Wisata SD Mugres di Yogyakarta
Bukan Sekadar Prestasi Instan
Karakter juara Nayla tidak terbentuk dalam semalam. Gadis yang terkenal memiliki ambisi positif ini melewati proses seleksi yang panjang dan bertahap. Ketekunannya dalam belajar menjadi kunci utama.
Menariknya, kecemerlangan Nayla tidak hanya berhenti pada bidang sains. Di ajang yang sama, ia juga menunjukkan taringnya pada kategori matematika. Meski persaingan di bidang angka tersebut berlangsung sangat sengit, Nayla masih mampu membawa pulang Medali Perunggu.
Keberhasilan ganda ini mencerminkan kesiapan mental dan kemampuan intelektual yang matang. Kepala SD Mugres Kampus A, Eka Meitasari, S.Pd., tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya saat melihat anak didiknya berdiri di podium juara. Meita melihat Nayla sebagai representasi dari semangat sekolah yang ingin terus melahirkan generasi unggul.
“Saya sangat bangga dengan prestasi yang diraih ananda Nayla. Meski masih duduk di kelas 2, ia sudah mampu menorehkan prestasi gemilang dalam ajang kompetisi akademik bergengsi tingkat nasional,” ujar Meita yang juga menjabat sebagai Ketua PC Nasyiatul Aisyiyah Gresik tersebut.
Ia berharap pencapaian ini menjadi pemantik semangat bagi murid-murid lain di SD Mugres untuk terus menggali minat dan bakat mereka, apa pun bidangnya.
Haru dan Dukungan Tanpa Henti
Di balik medali emas yang berkilau, ada dukungan doa dan pembinaan yang tak putus-putus dari keluarga. Bagi orang tua Nayla, melihat putri mereka berani tampil di level nasional saja sudah menjadi kebahagiaan tersendiri. Mereka tidak pernah memberikan tekanan berat, melainkan fasilitas dan semangat agar Nayla mencintai proses belajarnya.
Ibunda Nayla, Indira Kusuma W., tampak berkaca-kaca saat menceritakan perjalanan putrinya hingga ke babak final. Ia mengaku sangat terharu melihat keberanian Nayla bersaing dengan peserta dari seluruh Indonesia. Baginya, setiap tahap yang Nayla lalui adalah pembelajaran hidup yang sangat berharga untuk masa depan sang buah hati.
“Sejujurnya, saya tidak menyangka Nayla bisa melangkah sejauh ini. Saya sangat bangga dan terharu. Bagi kami, keberhasilan Nayla mencapai grand final saja sudah merupakan pencapaian yang luar biasa,” tutur Indira dengan nada suara yang bergetar penuh syukur.
Kini, Nayla pulang ke Gresik tidak hanya membawa medali, tetapi juga inspirasi bahwa kerja keras dan dukungan penuh akan selalu membuahkan hasil manis. (#)
Jurnalis Mauliyah Albar Penyunting Sayyidah Nuriyah












