Feature

Semangat Murid Berkebutuhan Khusus Warnai Studi Wisata SD Mugres di Yogyakarta

385
×

Semangat Murid Berkebutuhan Khusus Warnai Studi Wisata SD Mugres di Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
Tiga murid berkebutuhan khusus SD Mugres Kampus A menunjukkan kemandirian luar biasa saat mengikuti studi wisata sejarah di Yogyakarta tanpa pendampingan orang tua selama dua hari penuh.
Raffi (berhelm hitam) bersemangat naik Jeep dalam Merapi Tour Yogyakarta. (Tagar.co/Luluk Subaidah)

​Tiga murid berkebutuhan khusus SD Mugres Kampus A menunjukkan kemandirian luar biasa saat mengikuti studi wisata sejarah di Yogyakarta tanpa pendampingan orang tua selama dua hari penuh.

Tagar.co — Matahari Yogyakarta menyapa hangat rombongan kelas VI SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A. Di antara keriuhan murid, tiga sosok istimewa mencuri perhatian. Mereka adalah Hirzan, M. Raffi Dawintra, dan M. Rizki Ramadhani. Ketiga “anak surga” dengan autisme dan ADHD ini melangkah mantap menyusuri gang-gang sempit Kampung Kauman pada Jumat, 9 Januari 2026.

​Tanpa pegangan tangan orang tua, mereka membuktikan, keterbatasan bukan penghalang untuk menjelajah. Hirzan dan kawan-kawan menyerap napas sejarah di Masjid Gedhe Yogyakarta, berziarah ke makam Siti Walidah, hingga mengunjungi Langgar Kidul milik K.H. Ahmad Dahlan. Langkah kaki mereka tak goyah meski rute perjalanan menuntut stamina ekstra.

​Kegiatan bertajuk Studi Wisata dan Sejarah Muhammadiyah ini bukan sekadar liburan. Sekolah merancang agenda ini sebagai ruang inklusif yang aman dan bermakna.

“Kami ingin memberikan ruang bagi seluruh murid untuk membangun karakter, empati, dan rasa kebersamaan sebelum mereka lulus,” ujar salah satu pendamping di sela kunjungan ke RS PKU Muhammadiyah dan kantor Suara Muhammadiyah.

Baca Juga:  Ernest Prakasa Olah Komedi dengan Sentuhan Drama di Film Lupa Daratan

​Keseruan berlanjut saat rombongan menyambangi Taman Pintar. Di sana, ketiga murid tersebut berubah menjadi penjelajah cilik yang aktif. Mereka menyentuh, mencoba, dan berinteraksi dengan berbagai media edukasi interaktif. Tak ada rona lelah, yang ada hanya binar rasa ingin tahu yang besar saat mereka belajar tentang sains dan teknologi di jantung kota Yogyakarta tersebut.

​Puncak adrenalin hari pertama terjadi di kaki Gunung Merapi. Murid-murid menjajal ketangguhan mesin Jeep dalam balutan Lava Tour di Merapi Park. Bagi Hirzan, Raffi, dan Dhani, ini adalah kali pertama mereka duduk di atas kendaraan terbuka yang berguncang hebat. Awalnya, raut cemas sempat menyelimuti wajah mereka. Namun, dukungan guru dan tawa teman-teman seketika menghapus rasa takut tersebut.

Baca Juga: Pesilat Cilik Tapak Suci SD Mugres Memukau Panggung FFU

​Tiga murid berkebutuhan khusus SD Mugres Kampus A menunjukkan kemandirian luar biasa saat mengikuti studi wisata sejarah di Yogyakarta tanpa pendampingan orang tua selama dua hari penuh.
Walau awalnya ragu, Hirzan berani mencoba donut boat di Rivermoon Tubing, Klaten. (Tagar.co/istimewa)

Keberanian Menaklukkan Arus

​Memasuki hari kedua, Sabtu, 10 Januari 2026, suasana santai Malioboro menyambut mereka. Hirzan tampak antusias menunjuk delman yang berlalu-lalang di sepanjang jalan ikonik tersebut. Meski rintik hujan menghalangi niat mereka untuk naik delman, keceriaan tidak luntur. Mereka tetap asyik berswafoto bersama guru dan teman-teman, menciptakan kenangan yang akan mereka bawa hingga jenjang pendidikan berikutnya.

Baca Juga:  Persiapan Akhir sebelum Pembukaan CRM Award VI 2025

​Namun, tantangan sesungguhnya menanti di Klaten, tepatnya di Rivermoon Tubing. Inilah momen paling mengharukan bagi para guru dan pembimbing. Di depan aliran sungai yang mengalir, Hirzan, Raffi, dan Dhani bersiap mengenakan pelampung dan menaiki ban karet. Menaklukkan arus sungai sepanjang dua kilometer bukanlah perkara mudah bagi anak-anak dengan kondisi ADHD dan autisme yang sering kali memiliki sensitivitas terhadap lingkungan baru.

​Sorak-sorai penyemangat dari teman-teman sekelas memecah keheningan sungai. Dengan keberanian yang luar biasa, ketiga murid ini berhasil menyusuri aliran air hingga garis finis. Koordinator Guru Pembimbing Khusus (GPK) SD Mugres Kampus A, Alfian Mufthi Yafi, S.Psi., tak mampu menyembunyikan rasa bangganya melihat pencapaian luar biasa tersebut.

​”Saya sangat bangga melihat perkembangan Hirzan, Raffi, dan Dhani. Mereka mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, menunjukkan keberanian, kemandirian, serta kemampuan adaptasi yang luar biasa,” ungkap Alfian dengan nada haru.

Ia menegaskan, dukungan lingkungan yang tepat adalah kunci utama. “Ini menjadi bukti bahwa dengan dukungan dan lingkungan yang tepat, anak-anak berkebutuhan khusus dapat tumbuh dan belajar secara optimal,” tambahnya.

Baca Juga:  Dari Tafsir Ayat ke Tafsir Diri, Merawat Nurani di Keheningan Malam

​Kegembiraan ini juga merambat hingga ke hati para orang tua di Gresik. Aliyah, ibunda Hirzan, mengaku sempat waswas namun akhirnya merasa lega sekaligus bangga. Baginya, melihat sang buah hati mampu mandiri di luar kota adalah sebuah mukjizat kecil yang nyata.

​“Saya sangat terharu dan bersyukur melihat Hirzan bisa mengikuti kegiatan sejauh ini. Pengalaman seperti ini sangat berarti untuk kemandirian dan kepercayaan dirinya. Terima kasih kepada para guru dan pembimbing yang telah mendampingi dengan penuh kesabaran dan kasih sayang,” pungkas Aliyah menutup cerita perjalanan bersejarah ini. (#)

​Jurnalis Maylinda Alvi Rosidah Penyunting Sayyidah Nuriyah