Sabtu pagi itu menjadi momen paling mendebarkan bagi empat siswa kelas II SD Mugres: Aisyah Ashalina Shanum, Assyfa Putri Ramadhani, Muhammad Anugrah Genah, dan Fahriansyah Firdaus Alwan.
Baca juga: Reformasi Belum Usai: Aliansi BEM Surabaya Gugat Arah Demokrasi
Terpilih sebagai penampil cabang Tapak Suci, mereka tampil percaya diri menampilkan aksi bela diri yang penuh energi dan kekompakan.
Hasil kerja keras selama latihan pun terbayar. Mereka benar-benar menyuguhkan pertunjukan yang mengesankan—salah satu adegan bahkan memperlihatkan seorang pendekar mengayunkan golok untuk menyerang lawan, menambah nuansa laga yang nyata di atas panggung.
“Latihan kurang lebih satu minggu,” terang Anifah Syafaati, S.Pd., guru SD Mugres Kampus A. Ia menjelaskan, selain latihan rutin, para siswa juga diimbau menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar menjelang penampilan.
Syafa, begitu ia akrab disapa, mengungkapkan antusiasme luar biasa anak-anak selama latihan. “Ini merupakan performa perdana mereka,” ujarnya. Keempat siswa itu mendapat pembinaan langsung dari pelatih kegiatan ekstrakurikuler Tapak Suci sekolah.
“Selama latihan mereka semangat sekali, tidak pernah mengeluh, dan sangat tidak sabar menanti hari tampil di pembukaan FFU,” tambahnya.
Salah satu peserta, Fahriansyah, tak mampu menyembunyikan rasa gembiranya. “Aku tidak sabar ingin segera tampil di pembukaan FFU,” katanya polos.
Sementara itu, Muhammad Anugrah Genah mengaku justru semakin bersemangat ketika berada di depan penonton. “Ternyata tampil pertama di hadapan orang banyak membuatku tambah semangat. Aku malah nggak grogi,” ujarnya sambil tersenyum.
Syafa berharap, semangat para muridnya itu terus terjaga. “Semoga mereka semakin giat berlatih dan siap mengikuti berbagai kejuaraan Tapak Suci di usia dini,” tutupnya. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni













