Feature

Telur Rebus Latih Anak Berkebutuhan Khusus Belajar Konsentrasi

90
×

Telur Rebus Latih Anak Berkebutuhan Khusus Belajar Konsentrasi

Sebarkan artikel ini
Telur Rebus Latih Anak Berkebutuhan Khusus Belajar Konsentrasi
Satria, murid kelas 1 SD Mugres pelan-pelan mengupas telur. (Tagar.co/Aida Sya’aan N)

Tagar.co – Telur rebus bisa menjadi media untuk melatih kesabaran dan konsentrasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Dua kemampuan ini menjadi dasar perkembangan belajar, perilaku, dan interaksi sosial anak-anak ini.

Hal itu dipraktikkan SD Mugres Kampus B, sebutan untuk SD Muhammadiyah Gresik, Kamis (12/2/2026).

Metode belajar ini disiapkan oleh Tim Guru Pembimbing Khusus (GPK) SD Mugres. Kesabaran dan konsentrasi ini bermanfaat bagi ABK untuk mengikuti instruksi, meningkatkan kemampuan belajar akademik, mengelola emosi dan perilaku, mendukung kemampuan bersosialisasi, dan melatih kemandirian.

Praktik yang berlangsung di Bung Karno Square SD Mugres disambut ceria dan antusias anak-anak ini. Mereka duduk dilantai. Guru menyediakan telur rebus dalam piring dan piring kosong untuk tempat membuang kulitnya.

Dengan pelan anak-anak mengambil telur lalu memecahkan dan mengupas kulitnya. Anak-anak ini ada yang ditunggui ibunya.

Satria, salah satu siswa berkebutuhan khusus yang dapat berinteraksi mengatakan, kegiatan seperti ini membuatnya senang. “Aku sangat senang mengupas telur. Ini seru sekali,” katanya.

Baca Juga:  Berbagi Takjil Membawa Berkah Keakraban

Setelah telur dikupas, lantas anak-anak itu menikmati telur bersama. Mereka menunjukkan berbagai macam ekspresi. Ada yang langsung menikmati. Ada juga yang menolak karena tidak suka.

Murid berkebutuhan khusus SD Mugres berkumpul mendengarkan pengarahan sebelum praktik. (Tagar.co/Aida Sya’aan N)

Sulit Mengondisikan

Guru pembimbing Nadia Fajrianti mengatakan, tidak mudah mengondisikan siswa ini berlatih konsentrasi dan kesabaran.

Di antara kesulitan tersebut pada hambatan komunikasi dan keterbatasan kognitif. “Untuk mengondisikan anak-anak sesuai target metode ini tidak mudah,” katanya.

Seperti saat diminta berkumpul dan memperhatikan instruksi awal untuk memecahkan telur di atas piring saja harus beberapa kali diarahkan lagi.

”Melalui metode mengupas kulit telur rebus diharapkan anak menjadi lebih percaya diri dan tidak lupa juga dengan pemberian pujian dari guru atau orang tua di setiap pencapaian kecil yang mereka lakukan,” ujarnya.

Kegiatan pembelajaran khusus ini sudah ada jadwal. Tiap kelas dijatah dua kali dalam sepekan untuk pembelajaran khusus di kelas. Satu pekan sekali kegiatan bersama seperti ini.

Praktik ini dilakukan sesuai dengan program pembelajaran individual yang sudah dibuat sesuai dengan kekhususan tiap anak. (#)

Baca Juga:  Berbagi Takjil dan Nobar Drama sambil Menunggu Magrib

Jurnalis Nadia Fajrianti Penyunting Sugeng Purwanto