
Para siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik menggelar Tarhib Ramadan 1147 H dengan replika mushaf raksasa dan orasi puitis sebagai simbol kesiapan menyambut bulan suci yang penuh berkah.
Tagar.co — Lautan manusia berbaju hitam mengular memadati jalanan perumahan hingga jalan raya. Mereka bukan sedang berdemonstrasi, melainkan para siswa kelas I hingga VI yang tengah merayakan Tarhib Ramadan 1147 H. Mengusung tema besar “Empowering Akhlak for a Better Ibadah“, suasana semarak menyelimuti langkah-langkah kecil para pelajar ini.
Meski Ramadan baru tiba sepekan ke depan, sekolah sengaja memajukan jadwal Tarhib Ramadan. Pasalnya, pekan depan para siswa sudah memasuki masa libur panjang menjelang puasa.
Pemandangan paling mencolok berada di barisan depan. Sebuah replika lembar Al-Qur’an raksasa berukuran 1,9 x 1,5 meter terbentang gagah di atas mobil pick up. Mushaf buatan tersebut menampilkan Surat Al-Baqarah ayat 177 hingga 186. Akhmad Mujahidul Authon, S.Pd.I., menjelaskan, panitia sengaja menonjolkan aspek Nuzulul Qur’an dalam pawai tahun ini.
“Ramadan kali ini kami arahkan untuk menguatkan literasi Al-Qur’an siswa, sebagaimana penegasan dalam Al-Baqarah ayat 185 bahwa bulan Ramadan adalah waktu turunnya mukjizat tersebut sebagai petunjuk manusia,” ujar Authon di sela-sela kegiatan.
Para siswa tidak hanya berjalan, mereka juga menggenggam celengan berbentuk ketupat sebagai simbol semangat berbagi sejak dini. Celengan itulah yang akan menemani mereka berinfak selama bulan suci Ramadan.
Baca Juga: Karakter Ditempa, Dua Hari Menjadi Tangguh di Most Camp 2026

Orasi Puitis dari Atas Mimbar Berjalan
Di atas mobil pick up, tepat di depan replika mushaf tersebut, dua orator cilik mencuri perhatian warga. Arsyilah Sakinah Ilmawan (Kina) dari kelas II Eggfruit dan Raffasya Arsyanendra dari kelas III Brunei Darussalam berorasi. Suara mereka melengking lantang, membacakan baris-baris puisi religi yang menggetarkan hati penonton di pinggir jalan.
Kina menunjukkan dedikasi luar biasa. Meski baru saja pulang dari kegiatan outbound di Ranting Sewu, Pandaan, Pasuruan pada Kamis (12/2/2026), ia tidak membiarkan rasa lelah menghalanginya. Setibanya di rumah, ia langsung melahap teks puisi untuk ia hafalkan.
“Aku sudah latihan berulang kali di rumah sehabis outbound,” tutur Kina dengan wajah berseri.
Di bawah iringan lagu-lagu religi yang menggema, Kina dan Raffasya bergantian membacakan puisi berjudul “Ramadhan Datang” dan “Selamat Datang Bulan Mulia”. Sesekali mereka melirik kertas di tangan untuk memastikan setiap bait tersampaikan dengan sempurna kepada khalayak.
Baca Juga: Jelajah Penuh Tantangan Warnai Malam Mugeb on Scout Camp 2026
Payung Bendera dan Ketulusan Hati Kakak Kelas
Aksi heroik tak terduga datang dari Mika Al Kahfi. Siswa kelas VI Biola ini bertugas membawa bendera Muhammadiyah, tepat di belakang mobil orator. Saat matahari mulai menyengat, Mika menangkap gurat kelelahan dan panas di wajah adik-adik kelasnya yang sedang berorasi di atas mobil.
“Panas ta, Dek?” tanya Mika dengan penuh perhatian. Tanpa menunggu jawaban panjang, ia segera mengangkat tinggi bendera Muhammadiyah yang ia bawa. Ia memosisikan kain bendera tersebut sedemikian rupa agar bayangannya menutupi tubuh Kina dan Raffasya dari sengatan terik matahari.
Aksi sederhana namun penuh empati ini mencerminkan esensi dari tema “Empowering Akhlak”. Sambil memimpin barisan yang mengular panjang, Mika memastikan adik-adiknya tetap nyaman menjalankan tugas mereka. Baginya, menjaga sesama adalah bagian dari ibadah, selaras dengan bait puisi yang diteriakkan Raffasya: “Menolong teman, menyayangi semua, itulah pelajaran Ramadhan mulia.” (#)
Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni












