
Pengambilan seragam siswa baru di Sekolah Kreatif Baratajaya berlangsung hangat. Anak-anak terlihat ceria bermain bersama guru dan mencoba seragam baru mereka.
Tagar.co – Sejak pagi, halaman Kampus 1 SD Muhammadiyah 16 Surabaya atau Sekolah Kreatif Baratajaya dipenuhi calon siswa baru yang datang bersama orang tua mereka, Sabtu (9/5/2026). Anak-anak tampak antusias membawa kantong seragam baru, sebagian langsung ingin mencoba pakaian yang akan dikenakan saat masuk sekolah nanti.
Kegiatan pengambilan seragam tahun pelajaran 2026/2027 itu berlangsung hangat dan tertib. Para orang tua memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melihat lebih dekat lingkungan sekolah, sementara calon siswa sibuk bermain dan berkenalan dengan guru-guru mereka.
Baca juga: Sekali Duduk Satu Juz, Siswa Sekolah Kreatif Baratajaya Tasmik Al-Qur’an
Kepala Urusan Hubungan Masyarakat SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Agus Mulyadi, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan pengambilan seragam berlangsung hingga pukul 11.30 WIB dengan jumlah peserta lebih dari 100 calon siswa baru.
“Yang dijadwalkan hari ini untuk pengambilan seragam sekitar 100 lebih calon siswa. Sebenarnya kuota siswa baru sudah penuh, tetapi karena beberapa pertimbangan kami masih menerima siswa baru atas rekomendasi pimpinan sekolah bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngagel,” ujarnya.
Menurut Agus, tingginya minat masyarakat menunjukkan besarnya kepercayaan orang tua terhadap kualitas pendidikan di Sekolah Kreatif Baratajaya. Setiap tahun, sekolah tersebut selalu memenuhi kuota penerimaan peserta didik baru dengan pembatasan maksimal empat rombongan belajar demi menjaga kualitas pembelajaran.
“Kami membatasi maksimal empat kelas dengan dukungan fasilitas penunjang baik di Kampus 1 maupun Kampus 2,” tambahnya.

Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian para orang tua adalah hadirnya kolam renang baru di Kampus 2 kawasan Jalan Baratajaya II. Menariknya, pembelajaran renang di sekolah ini tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi sudah masuk dalam kurikulum intrakurikuler.
“Sejak awal berdiri, sekolah kami memasukkan renang dalam pembelajaran. Harapannya, kemandirian dan life skill siswa bisa semakin terlatih,” terang Agus.
Konsep pendidikan berbasis kreativitas dan penguatan keterampilan hidup menjadi daya tarik tersendiri bagi sekolah tersebut. Tidak hanya fokus pada akademik, sekolah juga berupaya membangun karakter, keberanian, dan kemandirian siswa melalui berbagai aktivitas belajar yang menyenangkan.
Keceriaan semakin terasa saat para calon siswa mulai membayangkan suasana belajar mereka nanti. Salah satunya Abdullah Efendim, yang akrab disapa Edim. Putra dari Dedy Adam itu tampak sumringah saat mencoba seragam barunya.
“Kelasnya bagus, banyak lukisan, aku mau di kelas Kutilang,” ucap Edim polos sambil tersenyum.
Ucapan sederhana itu menggambarkan kesan positif calon siswa terhadap lingkungan sekolah yang penuh warna dan ramah anak. Dinding kelas yang dihiasi berbagai karya visual menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak usia sekolah dasar.
Tak hanya pengambilan seragam, sekolah juga menghadirkan suasana penyambutan hangat melalui permainan bersama ustadz dan ustadzah. Berbagai aktivitas tersebut membuat calon siswa cepat beradaptasi dan merasa nyaman berada di lingkungan sekolah.
Keceriaan terlihat dari sejumlah calon siswa seperti Nadanira Falisha Putri, Arumi Hamidah, Naufal Haydar, Muhammad, hingga Izyan Nizzar. Mereka tampak asyik bermain dan berinteraksi dengan guru-guru hingga enggan pulang setelah kegiatan selesai.
Beberapa orang tua bahkan harus membujuk anak-anak mereka yang masih ingin bermain di area sekolah. Suasana itu menjadi gambaran awal kenyamanan para calon siswa terhadap lingkungan belajar baru yang akan mereka tempati pada tahun ajaran mendatang. (#)
Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni












