Feature

Penuh Kejutan di Hari Kedua Almadany Middle Performance

31
×

Penuh Kejutan di Hari Kedua Almadany Middle Performance

Sebarkan artikel ini
Siswa kelas VI putra SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (Almadany) pada hari kedua Almadany Middle Performance (AMP), Kamis (9/10/2025), di halaman sekolah, Kebomas, Gresik. (Tagar.co/Amhfudz Efendi)

Kejutan demi kejutan hadir di hari kedua AMP SD Almadany, membawa penonton hanyut dalam suasana haru, riang, sekaligus penuh bangga bermuhammadiyah.

Tagar.co – Suasana Almadany Middle Performance (AMP)  pada Kamis (9/10/2025) kembali semarak. Di hari kedua, siswa kelas IV hingga VI SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik, Jawa Timur, menampilkan bakat mereka dengan penuh percaya diri, dari tari tradisi hingga musik kreatif berbasis limbah.

Baca juga: Middle Performance SD Almadany: Ujian Tengah Semester yang Bikin Sekolah Meriah

Sejak awal, ragam penampilan sudah memikat. Siswi kelas IV Ibnu Rusyd mengawali dengan Tari Kecak Nusantara, disusul tari Pacu Jalur dari rekan sekelasnya. Siswa kelas VI Ibnu Al-Haytham menghadirkan Tari Tokecang asal Jawa Barat.

Lalu kelas IV Ibnu Khaldun dengan tarian Tribute to Aceh. Suasana makin meriah ketika gabungan kelas V Al-Khawarizmi dan Al-Battani menampilkan musik limbah dengan lagu beraksi.

Kelas VI Ibnu Al-Haytham kemudian menyuguhkan lagu dan puisi, menghadirkan nuansa haru. Drama dari kelas VI Abu Rayhan Al-Biruni menjadi tontonan berikutnya, sebelum ditutup oleh gabungan kelas V Al-Khawarizmi dan Al-Battani yang membawakan musik limbah lagu Epic of Indonesia Culture.

Kejutan dari Ibnu Al-Haytham

Salah satu momen paling berkesan datang dari grup putri kelas VI Ibnu Al-Haytham. Mereka membawakan dua lagu penuh makna—Selamat Tinggal Guru dan Kawanku serta Terima Kasih Guruku—yang diselingi puisi ketua kelas, Dayana Batrisya Sudjatmiko. Nuansa aula pun berubah syahdu, membuat banyak hadirin terharu.

Baca Juga:  Pertukaran Budaya di SD Almadany, Siswa Belajar Mandarin dari Penutur Asli

Tidak kalah kreatif, grup putra kelas yang sama menghadirkan kejutan tak terduga. Setelah membawakan Tari Tokecang, mereka mengubah lagu viral “Tepuk Sakinah” versi KUA menjadi “Tepuk Sahabat”. Dengan lirik penuh persahabatan—“Bersahabat, bersahabat, bersahabat (tepuk) seduluran selamanya”—penonton pun heboh, dari siswa hingga wali murid yang tersenyum malu-malu.

Milad Ke-113 Muhammadiyah

Puncak kejutan hadir ketika dua siswi muncul dari sisi panggung, menyanyikan lagu khusus untuk Milad Ke-113 Muhammadiyah. Abraham Yazdan Zaini membuka dengan bait penuh semangat:

“Seratus tiga belas tahun berlalu, cahaya Islam tetap menyatu, dari Jogja menyinari negeri, amar makruf jadi bukti.”

Disambung Khansa Syarifah Hanum dengan lirik perjuangan:

“Bergerak berkhidmat untuk umat, berjuang bersama penuh semangat, bangkitlah Muhammadiyah gerakanku, memajukan bangsa Indonesiaku.”

Sesaat kemudian, Dayana Batrisya memberi aba-aba. Serentak seluruh siswa mengucap lantang: “Selamat Milad Ke-113 Muhammadiyah!”

Ia menutup dengan pekikan: “Bangga Bermuhammadiyah! Bermuhammadiyah dengan gembira!” yang langsung disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin.

Kemeriahan AMP #pun seakan menjadi kado kecil dari siswa SD Almadany untuk persyarikatan yang telah menginspirasi mereka.

Baca Juga:  52 Murid SD Almadany Uji TKA lewat Try Out CBT di Spemutu Gresik

Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni