Feature

Inisiasi Aksi Sosial, IPM MTs Muhammadiyah Bulubrangsi Berbagi Sayuran

30
×

Inisiasi Aksi Sosial, IPM MTs Muhammadiyah Bulubrangsi Berbagi Sayuran

Sebarkan artikel ini
Aksi sosial Jumat berkah MTs Muhammadiyah Bulubrangsi (3/10/2025) (Tagar.co/Ervina Marthavania)
Aksi sosial Jumat berkah MTs Muhammadiyah Bulubrangsi (3/10/2025) (Tagar.co/Ervina Marthavania)

IPM MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi melakukan inovasi sosial yang sederhana namun penuh makna. Mereka berbagi sayuran segar di tepi jalan. Setiap warga yang melintas, boleh mengambilnya secara gratis tanpa syarat.

Tagar.co – Jumat pagi yang cerah dan penuh berkah, (3/10/2025). Sejak matahari belum meninggi, beberapa kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sudah tampak sibuk menata papan sederhana.

Di papan itu, tertata aneka sayuran seperti sop-sopan, kangkung, tahu, tomat, timun, hingga kacang panjang.

Para pelajar yang tergabung dalam IPM MTs Muhammadiyah Bulubrangsi, Laren, Lamongan, Jawa Timur itu menggelar aksi berbagi sayuran segar yang dipajang di tepi jalan.

Melalui program bertajuk Jumat Berkah, setiap warga yang melintas dipersilakan mengambilnya secara gratis, tanpa syarat apa pun. Program ini rutin digelar setiap Triwulanan pada hari Jumat pagi.

Sayuran-sayuran tersebut berasal dari hasil program freeday IPM. Sebagian merupakan donasi yang berasal dari simpatisan yang ingin ikut mendukung gerakan kepedulian ini.

Inisiatif Pelajar untuk Masyarakat

Ketua IPM MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi, Senandung Dewantari menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari inisiatif para pelajar yang ingin memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

“Melalui program Jumat Berkah, kami ingin menumbuhkan kebiasaan berbagi dan peduli terhadap sesama. Walaupun hanya berupa sayuran, kami berharap bisa sedikit membantu kebutuhan harian warga sekitar,” ujarnya.

Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi, Helmi Rohmanto, S.Pd.I. memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas dan kepedulian yang ditunjukkan oleh IPM ini.

Menurutnya, kegiatan ini adalah cerminan nyata pendidikan karakter yang sedang digalakkan oleh madrasah.

“Madrasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan akhlak dan kepribadian. Anak-anak ini belajar langsung bagaimana rasanya berbagi dan peduli. Kegiatan seperti ini lebih bermakna daripada sekadar teori. Semoga tradisi Jumat Berkah ini bisa terus berlanjut,” ungkapnya.

Sementara itu, Waka Kesiswaan MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi, Ahmad Fendi, S.H., menekankan pentingnya program ini sebagai wadah pembentukan mental sosial siswa. Ia menilai kegiatan ini memberikan pengalaman nyata yang tidak bisa sepenuhnya diajarkan di dalam kelas.

“Lewat kegiatan Jumat Berkah, anak-anak dilatih untuk peka terhadap kondisi masyarakat. Mereka belajar bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya, tapi bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Inilah pendidikan hidup yang sesungguhnya, yang akan membekas hingga mereka dewasa nanti,” jelasnya.

Masyarakat Sangat Terbantu

Program ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar. Setiap Jumat, sejumlah warga dengan senyum sumringah datang mengambil sayuran segar yang tersedia.

Bagi mereka, kegiatan ini bukan hanya tentang mendapatkan bahan makanan, tetapi juga tentang merasakan kasih sayang dan kepedulian dari para pelajar muda.

“Alhamdulillah, program ini sangat membantu. Kadang kami terbantu untuk kebutuhan dapur sehari-hari. Saya salut kepada anak-anak yang punya kepedulian tinggi. Semoga mereka menjadi generasi yang penuh manfaat bagi masyarakat,” ujar seorang warga.

Kegiatan Jumat Berkah tidak hanya berhenti pada aspek sosial, tetapi juga mengandung nilai-nilai Islami yang mendalam. Mereka mengimplementasikan ajaran Islam tentang pentingnya berbagi dan peduli kepada sesama. Para pelajar IPM diajak untuk memahami bahwa berbagi rejeki, sekecil apa pun bentuknya, akan mendatangkan keberkahan.

Selain itu, program ini juga melatih para siswa untuk berorganisasi. Mulai dari menyiapkan konsep, mengatur jadwal, mengumpulkan donasi, hingga menata sayuran di lapangan
Semuanya dikerjakan secara mandiri dengan bimbingan guru.

Dengan cara ini, IPM tidak hanya melahirkan kader yang aktif, tetapi juga kader yang kreatif, peduli, dan memiliki rasa tanggung jawab sosial tinggi. Kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi madrasah atau sekolah lain.

Dalam kondisi sosial yang penuh tantangan, kepedulian kecil dari para pelajar dapat membawa dampak besar bagi lingkungan sekitar. IPM MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi menunjukkan semangat bahwa pelajar bukan hanya penerima ilmu, tetapi juga bisa menjadi agen perubahan yang menebarkan manfaat.

Dengan langkah kecil penuh keberkahan ini, IPM MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi membuktikan bahwa inovasi sosial dapat dimulai dari hal sederhana. Sayuran segar yang dibagikan setiap Jumat mungkin terlihat biasa, tetapi makna di baliknya begitu besar. Ini melatih jiwa pelajar untuk senantiasa berbagi, menumbuhkan rasa empati, dan memperkuat ikatan antara madrasah dengan masyarakat. (#)

Jurnalis Ervina Marthavania Penyunting Nely Izzatul