
Puluhan siswa kelas IV SD Almadany Gresik belajar bahasa Mandarin dan mengenal budaya Cina dalam program pertukaran budaya bersama mahasiswa asal Zhejiang University.
Tagar.co — Kehadiran tamu dari luar negeri memberi pengalaman belajar tak biasa bagi siswa SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Kebomas, Gresik, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026). Zhejiang University Hangzhou, Cina, Chenyong Lou, hadir langsung mengajak siswa belajar bahasa dan budaya Cina dalam program pertukaran budaya.
Baca juga: Murid SD Almadany Panen Telur Asin Hasil Proyek STEM
Kunjungan tersebut dikemas dalam Cultural Exchange Programme, sebuah kegiatan pembelajaran satu hari bertajuk One Day Learning English and Mandarin Language for Kids. Program ini dirancang oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SD Almadany, Lilis Setyawati, S.Pd, sebagai upaya memperkenalkan wawasan lintas budaya sejak usia dini.
Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, S.Pd., M.Pd., menyambut langsung kehadiran tamu dari Negeri Tirai Bambu tersebut dengan penuh kehangatan. “Welcome to SD Almadany,” ucapnya saat menyambut Chenyong Lou, yang akrab disapa Lily.

Pagi itu, Lily tampil anggun mengenakan kerudung putih, batik putih bermotif bunga merah, dipadukan dengan celana jeans biru. Usai penyambutan, ia diajak menuju ruang kelas IV Ibnu Khaldun.
Sebanyak 54 siswa dari kelas IV Ibnu Khaldun dan IV Ibnu Rusyd tampak antusias menyambut kedatangannya.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh kepala sekolah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya, serta lagu kebangsaan Cina, March of the Volunteers. Setelah itu, Lily mengisi sesi berbagi tentang kebudayaan Cina dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami anak-anak.
Momen yang paling dinantikan para siswa adalah saat belajar bahasa Mandarin. Mereka dikenalkan berbagai ungkapan dasar, seperti zaoshang hao (selamat pagi), xiawu hao (selamat siang), zaijian (sampai jumpa), dan xie-xie (terima kasih).
Tak berhenti di situ, Lily juga membimbing siswa melafalkan angka satu hingga sepuluh dalam bahasa Mandarin, mulai dari yi hingga shi, dengan sabar dan penuh semangat.

Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan karya siswa. Alaric Zuhayr Wicaksono, siswa kelas IV Ibnu Khaldun, memberikan kreasi Damar Kurung hasil karyanya.
Sementara itu, Alula Khaira Wiratmaja dan Bunga Zaskia Iskhandar menyerahkan tas spunbond daur ulang yang dihias dan dicat bertema cinta lingkungan.
Karya tersebut merupakan bagian dari kampanye peduli lingkungan dan upaya pengurangan sampah plastik di sekolah.
Alaric mengaku bangga karena Damar Kurung kreasinya akan dibawa Lily ke China sebagai cendera mata budaya Indonesia.
Di akhir kegiatan, Lily menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari keluarga besar SD Almadany. “Terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Semoga di lain waktu kita bisa berjumpa kembali,” ujarnya. (#)
Jurnalis Eli Syarifah | Penyunting Mohammad Nurfatoni












