Feature

Si Bon-Bon Hidupkan Kisah Nabi dalam Peringatan Maulid di SD Almadany

37
×

Si Bon-Bon Hidupkan Kisah Nabi dalam Peringatan Maulid di SD Almadany

Sebarkan artikel ini
Bunda Daniek bersama si Bon-Bon dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. di SD Almadany, Kamis 4 September 2025. (Tagar.co/Eli Syarifah)

Peringatan Maulid Nabi di SD Almadany tahun ini dikemas hangat: kisah Nabi, kuis berhadiah, dan keceriaan anak-anak yang larut bersama cerita Bunda Daniek dan si Bon-Bon.

Tagar.co — Kamis (4/9/2025) pagi, suasana halaman SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Kebomas, Gresik terasa sejuk. Di depan Perpustakaan Ruang Terbuka (Almadany Outdoor Library), ratusan siswa duduk rapi di bawah rindangnya dua pohon pule besar.

Latar panggung sederhana bertuliskan “Meneladani Sifat Mulia Nabi Muhammad Saw.” menjadi saksi semaraknya peringatan Maulid Nabi yang penuh tawa, kisah, dan teladan. Panggung kecil berukuran 3×2 meter dengan dua kursi kayu ukir cokelat tampak menyatu dengan nuansa alam.

Baca juga: Air Mata Siswa Iringi Doa Bersama SD Almadany untuk Kedamaian Indonesia

Acara dipandu dua guru muda, Lilis Setyawati, S.Pd., dan Shinta Lailatul Rizka, S.Pd., yang piawai mencairkan suasana. Dari kejauhan, beberapa orang tua terlihat ikut menyaksikan sambil mengabadikan momen dengan ponsel mereka.

Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, S.Pd., M.Pd., membuka acara dengan penuh semangat. Ia menekankan pentingnya menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum untuk meneladani akhlak Nabi. “Barangsiapa yang senantiasa bershalawat, maka ia akan mendapatkan syafaat di hari akhir nanti,” ujarnya.

Baca Juga:  Asesmen Praktik SD Almadany: Siswa Rancang Kegiatan IPM dan Eksperimen Perubahan Energi

Kisah Nabi dari si Bon-Bon

Sorotan utama pagi ini adalah kehadiran Bunda Daniek atau Daniek Pujiarti, anggota Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI), bersama boneka kesayangannya, si Bon-Bon. Dengan gaya jenaka, ekspresif, dan penuh interaksi, ia menyampaikan kisah-kisah Nabi yang membuat anak-anak larut, antara serius dan tertawa.

Salah satu kisah yang dibawakan adalah tentang seorang pengemis yang datang ke rumah Rasulullah Saw. dan meminta sedekah. Rasulullah lalu meminta kepada istrinya, Aisyah Ra., agar memberikan baju gamis kepada pengemis itu. Dengan penuh syukur, pengemis tersebut menerima pemberian tersebut dan segera menuju pasar.

Di pasar, ia menyeru kepada orang-orang: “Siapa yang mau membeli baju Rasulullah?” Orang-orang pun berkerumun, karena mereka tahu itu bukan sembarang pakaian.

Seorang kaya yang buta mendengar kabar itu. Ia lalu memerintahkan budaknya untuk membeli baju tersebut berapa pun harganya, dengan syarat: jika sang budak berhasil mendapatkannya, maka ia akan dimerdekakan.

Budak itu pun berhasil membeli baju tersebut dan menyerahkannya kepada tuannya. Orang kaya yang buta itu sangat bahagia, lalu berdoa dengan penuh keyakinan: “Ya Rabb, dengan hak Rasulullah dan berkah baju yang suci ini, kembalikanlah pandanganku.” Atas izin Allah, pandangannya pun langsung kembali normal.

Baca Juga:  Pertukaran Budaya di SD Almadany, Siswa Belajar Mandarin dari Penutur Asli

Keesokan harinya, orang itu menemui Rasulullah dengan penuh suka cita. Ia mengembalikan baju gamis tersebut sambil menceritakan peristiwa ajaib yang dialaminya.

Rasulullah Saw, mendengar kisah itu hingga tertawa lepas sampai terlihat gigi gerahamnya—suatu hal yang jarang beliau lakukan. Beliau lalu bersabda kepada Aisyah:

“Perhatikanlah baju itu, wahai Aisyah. Dengan izin dan berkah-Nya, ia telah mengkayakan orang miskin, menyembuhkan yang buta, memerdekakan budak, dan akhirnya kembali lagi kepada kita.”

Anak-anak yang mendengar kisah itu dibuat terkesima. Mereka tidak hanya menyimak, tetapi juga belajar bagaimana akhlak mulia Nabi membawa keberkahan bagi siapa pun yang menyentuhnya.

Para Siswa SD Almadany tampak antusias menjawab pertanyaan Bunda Daniek dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammd Saw., Kamis 4 September 2025. (Tagar.co/Istimewa)

Interaksi Hangat dan Kuis Berhadiah

Untuk menjaga semangat siswa, Bunda Daniek juga melontarkan pertanyaan kuis. “Adakah yang tahu telaga yang ada di surga?” tanyanya.

Dengan kompak, siswa menjawab, “Telaga Kautsar!” Suara mereka yang lantang membuat Bunda Daniek tersenyum bangga.

Di akhir acara, para MC kembali menguji perhatian siswa dengan kuis berhadiah doorprize. Semua pertanyaan dijawab dengan benar, menandakan anak-anak menyimak penuh dari awal hingga akhir.

Baca Juga:  Sparkling Ramadan Ikwam SD Almadany Salurkan 54 Paket Sembako

Di bawah naungan pohon dan suasana alami, peringatan Maulid Nabi di SD Almadany kali ini tak hanya penuh canda tawa bersama Si Bon-Bon, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai akhlak Nabi yang membekas di hati anak-anak.

“Saya bangga melihat anak-anak begitu antusias sampai akhir,” ungkap Bunda Daniek.

Pagi itu ditutup dengan wajah ceria para siswa, membawa pulang kisah dan teladan Nabi Muhammad Saw. yang dikemas hangat, sederhana, dan berkesan. (#)

Jurnalis Eli Syarifah Penyunting Mohammad Nurfatoni