
Lazismu Sidoarjo mengeluarkan peringatan resmi setelah foto kegiatan pemberdayaan UMKM mereka disalahgunakan di TikTok untuk promosi hoaks bantuan tunai Rp5 juta.
Tagar.co – Lazismu Sidoarjo mengeluarkan peringatan resmi terkait beredarnya konten menyesatkan di media sosial TikTok. Konten tersebut memanfaatkan foto kegiatan resmi Lazismu untuk memberi kesan adanya program bantuan yang sebenarnya tidak pernah ada.
Dalam unggahan yang viral itu, tampak foto Yekti Pitoyo, salah seorang amil Lazismu Sidoarjo. Ia terlihat berdiri di sisi kanan, mengenakan seragam nasional Lazismu putih berlis oranye, saat menyerahkan bantuan rombong usaha dalam agenda Pemberdayaan UMKM pada sebuah Pengajian Akbar. Di situ tampak juga Ketua PDM Sidoarjo Prof. A. Dzo’ul Milal dan Wakil Ketua PWM Jatim Prof. Sasmito Djati.
Namun, foto tersebut dipelintir dengan diberi narasi “cara daftar UMKM 2025-2026 cuma pakai KTP langsung cair Rp 5 juta”.
Narasi ini jelas menyesatkan dan berpotensi menjadi modus penipuan. “Saya sempat kaget saat mengetahui foto saya dipasang untuk tujuan informasi sesat,” ungkap Yekti Pitoyo pada Tagar.co, Sabtu (16/8/25).
Baca juga: Giswa Muda, Gerakan Infak Pelajar Muhammadiyah Sidoarjo segera Diluncurkan
Ketua Lazismu Sidoarjo, Hifni Solikhin, M.Pd., menegaskan bahwa informasi tersebut bukan program resmi Lazismu. “Jangan mudah percaya pada tawaran bantuan uang tunai atau UMKM yang meminta pendaftaran cepat atau data pribadi tanpa verifikasi jelas. Pastikan informasi hanya melalui akun resmi Lazismu Sidoarjo atau kontak yang tertera di kanal resmi kami,” tegasnya.
Sebagai langkah preventif, Lazismu Sidoarjo mengimbau masyarakat untuk melaporkan akun atau konten mencurigakan kepada pihak berwenang, seperti kepolisian maupun Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu, untuk tujuan edukasi publik, Lazismu akan menampilkan tangkapan layar (screenshot) unggahan hoaks tersebut di kanal resmi mereka dengan tanda peringatan “Informasi Palsu”.
Melalui peringatan ini, Lazismu berharap masyarakat semakin waspada terhadap modus penipuan digital yang kian beragam. Edukasi literasi digital dan kewaspadaan menjadi benteng penting agar program-program sosial benar-benar sampai pada masyarakat yang berhak, tanpa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












