Feature

Giswa Muda, Gerakan Infak Pelajar Muhammadiyah Sidoarjo segera Diluncurkan

43
×

Giswa Muda, Gerakan Infak Pelajar Muhammadiyah Sidoarjo segera Diluncurkan

Sebarkan artikel ini
Lazismu Sidoarjo bersama Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sidoarjo mematangkan program Giswa Muda, gerakan infak siswa yang bertujuan membangun kepedulian sosial dan mendukung pendanaan pendidikan di sekolah Muhammadiyah.
Ketua Majelis Diksasmen dan PNF Muhammad Kohar, S.Sos., M.Si (kiri), Ketua Lazismu Hifni Solikhin, MPd dan Ketua PDM Sidoarjo Prof. Dr. Ahmad Dzoul Milal, M.Pd, saat rapat pembahasan Giswa Muda (Tagar.co/Wahyu)

Lazismu Sidoarjo bersama Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sidoarjo mematangkan program Giswa Muda, gerakan infak siswa yang bertujuan membangun kepedulian sosial dan mendukung pendanaan pendidikan di sekolah Muhammadiyah.

Tagar.co – Kamis (14/8/2025) sore, ruang rapat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo menjadi tempat pembahasan rancangan perjanjian kerja sama antara Lazismu Sidoarjo dan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sidoarjo.

Di meja berbentuk persegi empat itu, para angota duduk berhadapan, masing-masing dengan dokumen, laptop, dan botol air mineral di depannya. Layar proyektor di dinding menampilkan naskah perjanjian, sementara kotak kudapan tertata rapi di tengah meja.

Baca juga: Giswa Muda untuk Gaya Sedekah Gen Z yang Cepat dan Cashless 

Ketua Lazismu Sidoarjo, Hifni Solikhin, M.Pd., dan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF, Muhammad Kohar, S.Sos., M.Si., memimpin jalannya diskusi. Beberapa poin krusial, seperti pembagian peran dan mekanisme pengelolaan dana, dibahas secara detail. Secara prinsip, kedua pihak telah sepakat pada konsep dasar, namun beberapa pasal masih memerlukan pembahasan lanjutan sebelum penandatanganan resmi.

Baca Juga:  Lazismu Sidoarjo Perkuat Gerakan Filantropi Masjid, Kantor Layanan Masjid An-Nur Resmi Dilantik

Program yang akan lahir dari kerja sama ini adalah Giswa Muda (Gerakan Infak Siswa Muhammadiyah Sidoarjo). Inisiatif ini bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial pelajar sejak dini melalui gerakan filantropi yang dikelola oleh siswa. Dana yang terkumpul akan dikembalikan ke sekolah untuk membantu siswa yang membutuhkan dan membiayai program pendidikan yang bermanfaat.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Prof. Dr. Ahmad Dzoul Milal, M.Pd., yang turut hadir memantau jalannya rapat, menekankan pentingnya konsistensi.

“Lazismu ini tonggak sejarah pengumpulan dana umat. Dunia pendidikan perlu gebrakan baru. Kalau dijalankan dengan istiqamah, insyaallah akan jadi solusi problem sekolah. Perjanjian ini disaksikan malaikat, jadi jangan hanya semangat sesaat,” pesannya.

Hifni Solikhin menambahkan bahwa Giswa Muda bukan sekadar kegiatan penggalangan dana. “Program ini mengajarkan anak-anak untuk peduli dan berbagi. Infaq dari siswa akan dikelola transparan dan kembali ke sekolah mereka,” ujarnya.

Meski pembahasan belum rampung, suasana rapat mencerminkan tekad bersama untuk memulai langkah baru. Dari meja rapat di Sidoarjo ini, diharapkan lahir gerakan kepedulian yang akan tumbuh di hati ribuan siswa Muhammadiyah, sejak bangku sekolah hingga kelak mereka dewasa. (#)

Baca Juga:  Upgrading Amil Lazismu: Membangun Kolaborasi Strategis dengan Dunia Usaha

Jurnalis Yekti Pitoyo Penyunting Mohammad Nurfatoni