
Satu Muharam tiba, saatnya memperbarui niat dan memperkuat ibadah. Puasa Asyura menjadi pintu ampunan dan peluang meraih ketakwaan.
Oleh Muhammad Damanhuri alias Ustaz Dayak, Ketua Yayasan Kejayaan Mualaf Indonesia dan Ketua Umum Lembaga Majelis Taklim Mualaf Kalimantan Barat. Bersama Mualaf, Kita Mampu!
Tagar.co – Hari ini, Kamis, 26 Juni 2025 bertepatan dengan 1 Muharam 1447—mengikuti Arab Saudi dan KHGT. Sambil duduk dan berbincang ringan bersama kawan-kawan di KUA Pontianak Tenggara, terlintas dalam benak saya untuk menuliskan sedikit pemahaman seputar puasa Asyura—puasa yang sangat dianjurkan di bulan Muharam.
Baca juga: Arab Saudi Tetapkan 1 Muharam 1447 Jatuh pada Kamis 26 Juni
Sebagai penyuluh agama Islam Kemenag Kota Pontianak, saya, yang kerap disapa Ustaz Dayak, merasa penting untuk menyampaikan sekelumit ilmu tentang keutamaan puasa Asyura, agar bisa menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi kita semua untuk meningkatkan ibadah di bulan yang mulia ini.
Muharam: Bulan Suci yang Penuh Keutamaan
Bulan Muharam adalah salah satu bulan suci dalam kalender Hijriah. Ia termasuk dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah Swt. Di antara berbagai amalan yang dianjurkan pada bulan ini, puasa menjadi salah satu ibadah utama yang mendatangkan banyak keutamaan.
Menurut sejumlah riwayat, puasa di bulan Muharam, khususnya pada hari Asyura, merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan (sunah muakadah) dalam ajaran Islam. Berikut beberapa keutamaan puasa di bulan Muharam:
-
Puasa terbaik setelah Ramadan. Nabi Muhammad Saw. bersabda bahwa puasa paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yakni bulan Muharam.
-
Menghapus dosa setahun yang lalu. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa puasa pada hari Asyura (10 Muharam) dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya.
-
Meningkatkan ketakwaan. Puasa di bulan Muharam juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah Swt.
Hari-Hari yang Dianjurkan untuk Berpuasa
Dalam bulan Muharam, terdapat hari-hari yang secara khusus dianjurkan untuk berpuasa, yaitu:
-
Hari Asyura (10 Muharam). Puasa pada hari ini memiliki keutamaan besar karena dapat menghapus dosa selama satu tahun.
-
Hari Tasu’a (9 Muharam) dan/atau 11 Muharam. Berpuasa sehari sebelum atau sesudah Asyura disunahkan guna menyelisihi amalan puasa kaum Yahudi yang hanya berpuasa di tanggal 10.
Cara Menjalankan Puasa Asyura
Bagi yang ingin melaksanakan puasa Asyura, berikut adalah hal-hal penting yang perlu diperhatikan:
-
Niat. Niatkan dalam hati untuk melaksanakan puasa sunah karena Allah Swt., dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh.
-
Menahan diri. Tahanlah diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
-
Menjaga perilaku. Selain menahan lapar dan dahaga, penting juga menjaga lisan, pandangan, dan seluruh anggota tubuh dari perbuatan yang tidak baik.
Demikianlah sedikit penjelasan tentang puasa Asyura yang bisa saya sampaikan. Semoga tulisan ini membawa manfaat dan menjadi penyemangat bagi umat Islam untuk menghidupkan kembali amalan-amalan sunah yang diajarkan Rasulullah Saw.
Mari kita manfaatkan bulan Muharam ini sebagai momentum untuk memperkuat keimanan dan memperbaiki diri. Semoga Allah Swt. senantiasa membimbing langkah kita menuju takwa. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












